PSSI Klaim Polisi Tahu Larangan Penggunaan Gas Air Mata

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 05 Oktober 2022
PSSI Klaim Polisi Tahu Larangan Penggunaan Gas Air Mata

Pendukung Arema FC sedang menolong rekannya yang pingsan akibat kericuhan usai laga kontra Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10), (BolaSkor.com/Bimaswara Dumugi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya berujung mengerikan. Kerusuhan yang diawali masuknya suporter ke lapangan menewaskan hingga 125 orang dan ratusan mengalami luka-luka. Salah satu penyebab banyak jatuhnya korban jiwa diduga karena penggunaan gas air mata dari aparat keamanan.

Kepala Tim Investigasi Tragedi Kanjuruhan PSSI Ahmad Riyadh mengklaim bahwa kepolisian sebetulnya mengetahui adanya larangan penggunaan tembakan gas air mata di dalam stadion. Sebab, security officer Arema FC sempat melakukan sosialisasi.

Namun, menurut Riyadh, polisi merasa punya standar operasional prosedur atau SOP dalam membubarkan massa. Kepolisian mengabaikan dokumen FIFA Stadium Safety and Security Pasal 19 nomor B tentang pitchside stewards, yang poinnya menyebutkan larangan penggunaan gas air mata dan senjata api di dalam stadion.

Baca Juga:

Kemenkes Tanggapi Penggunaan Gas Air Mata dan Dampak Kesehatannya

"(Polisi) tahu. Tapi ada SOP penanganan kerumunan di stadion untuk orang banyak," kata Riyadh dalam sesi jumpa pers, Selasa (4/10), dikutip Bolaskor.com.

Supaya kejadian ini tidak terulang ke depannya, akan ada regulasi baru terkait pengamanan pertandingan. Nantinya, kepolisian akan diajak duduk bersama oleh PSSI untuk membahas hal ini.

"Nanti produknya jadi pedoman bagaimana ke depan pengamanan yang dilakukan Polri," ujar Riyadh.

Baca Juga:

Ancaman Seram Gas Air Mata

Adapun akibat Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan jiwa ini Komite Disiplin (Komdis) PSSI resmi menjatuhkan sanksi berat kepada Arema FC.

Tim dengan julukan Singo Edan dilarang menggelar laga kandang dengan penonton sampai akhir musim Liga 1 2022/2023. Selain itu, partai home mereka harus dilakukan di tempat yang jaraknya minimal 250 KM dari lokasi Stadion Kanjuruhan, Malang.

Lalu, Komdis PSSI juga menghukum Ketua Panpel Arema FC, Abdul Harris dan Security Officer Suko Sutrisno larangan beraktivitas di lingkungan sepak bola seumur hidup. Keduanya dianggap gagal menjalankan tugas dengan baik dalam laga Derbi Jatim antara Arema FC dan Persebaya. (*/Bolaskor.com)

Baca Juga:

Petisi Desak Polisi Setop Penggunaan Gas Air Mata usai Tragedi Kanjuruhan

#PSSI #Polri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Persib U-18 Jadi Korban Dugaan Penyerangan, PSSI Geram! Yunus Nusi Minta Pelaku Dihukum Berat
PSSI mengecam dugaan penyerangan Persib U-18 di Rest Area Batang KM 360. Yunus Nusi mendesak polisi menangkap pelaku dan memberi hukuman berat.
Frengky Aruan - 2 jam, 42 menit lalu
Persib U-18 Jadi Korban Dugaan Penyerangan, PSSI Geram! Yunus Nusi Minta Pelaku Dihukum Berat
Indonesia
Kapolri Rombak Jabatan, Brigjen Anom Setyadji Kini Pegang Posisi Wakabaintelkam
Brigjen Anom Setyadji ditunjuk menjadi Wakabaintelkam Polri melalui Surat Telegram Kapolri tertanggal 10 Oktober 2026. Simak rekam jejak kariernya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Kapolri Rombak Jabatan, Brigjen Anom Setyadji Kini Pegang Posisi Wakabaintelkam
Indonesia
Brigjen Aries Syahbudin Ditunjuk Jadi Kakorlantas Polri, ini Profil dan Rekam Jejaknya
Brigen Aries Syahbudin baru saja ditunjuk jadi Kakorlantas Polri. Berikut profil dan rekam jejaknya.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Brigjen Aries Syahbudin Ditunjuk Jadi Kakorlantas Polri, ini Profil dan Rekam Jejaknya
Indonesia
Profil Komjen Dadang Hartanto, Profesor UMSU Sang Kapolda Metro Jaya Baru
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto tunjuk Komjen Prof Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya baru. Cek profil lengkap dan rekam jejak akademisnya di sini!
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Oktober 2026
 Profil Komjen Dadang Hartanto, Profesor UMSU Sang Kapolda Metro Jaya Baru
Indonesia
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 Masuk Babak Baru, 3 Bos Perusahaan Ditetapkan Tersangka
Polri menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus kecelakaan KM Virgo Transport 8. Ketiganya kini sudah ditahan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 Masuk Babak Baru, 3 Bos Perusahaan Ditetapkan Tersangka
Indonesia
Wakapolri Tegaskan Pengusaha tak Perlu Takut Preman, Polri Jamin Kepastian Hukum
Polri memastikan akan memberikan perlindungan dan kepastian hukum agar kegiatan usaha tetap berjalan.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wakapolri Tegaskan Pengusaha tak Perlu Takut Preman, Polri Jamin Kepastian Hukum
Olahraga
John Herdman Incar Amunisi Naturalisasi Baru Timnas, PSSI Tunggu Proposal Usai Liburan!
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman berencana tambah pemain naturalisasi baru jelang Piala Asia 2027. PSSI tunggu proposal resmi sang pelatih.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Oktober 2026
John Herdman Incar Amunisi Naturalisasi Baru Timnas, PSSI Tunggu Proposal Usai Liburan!
Olahraga
Keinginan John Herdman Tambah Kekuatan Timnas Buka Potensi Naturalisasi Pemain Baru, Siapa Target Berikutnya?
John Herdman berencana menambah kekuatan Timnas Indonesia. PSSI buka suara soal peluang pemain baru atau naturalisasi dan memastikan belum ada permintaan resmi.
Frengky Aruan - Kamis, 08 Oktober 2026
Keinginan John Herdman Tambah Kekuatan Timnas Buka Potensi Naturalisasi Pemain Baru, Siapa Target Berikutnya?
Indonesia
Prabowo Dapat Undangan VIP Final ASEAN Cup 2026 dari FIFA, Akankah Hadir Nonton Langsung ke SUGBK?
Presiden Prabowo mendapat undangan khusus dari FIFA untuk menonton Final ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia vs Thailand di GBK. Akankah hadir? Cek juga prediksi skor dari Erick Thohir di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 05 Oktober 2026
Prabowo Dapat Undangan VIP Final ASEAN Cup 2026 dari FIFA, Akankah Hadir Nonton Langsung ke SUGBK?
Indonesia
Kapolri Suyudi Dihadapkan pada Pekerjaan Rumah Lama Polri, SETARA Institute Ungkap Masalahnya
SETARA Institute mendesak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memutus rantai persoalan lama dan memastikan reformasi Polri menyentuh akar masalah.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Dihadapkan pada Pekerjaan Rumah Lama Polri, SETARA Institute Ungkap Masalahnya
Bagikan