PSI Minta Pemprov DKI Bekali Pasukan Oranye Perlengkapan Memadai, Biar Comot Sampah Pakai Sarung Tangan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 21 Februari 2025
PSI Minta Pemprov DKI Bekali Pasukan Oranye Perlengkapan Memadai, Biar Comot Sampah Pakai Sarung Tangan

Ilustrasi (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Josephine Simanjuntak, menyoroti keselamatan petugas kebersihan di Jakarta dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2025.

"Teman-teman PPSU atau pasukan oranye masih bekerja dalam kondisi yang kurang layak. Kalau kita keliling kota Jakarta dan melihat mereka bekerja, banyak yang tidak mengenakan sarung tangan. Jadi mereka langsung menyentuh sampah yang ada di hadapan mereka, padahal itu sangat berbahaya," kata Josephine di Jakarta, Jumat (21/2).

Seharusnya, petugas kebersihan dilengkapi dengan perlengkapan-perlengkapan yang memadai untuk menjaga kesehatan mereka seperti sarung tangan, pelindung mata, sepatu bot dan masker.

"Semua itu untuk melindungi mereka dari penyakit yang bisa tersebar karena kontak langsung dengan sampah yang mereka bersihkan," jelasnya.

Baca juga:

Farhan Janji Langsung Urusi Sampah Usai Dilantik jadi Wali Kota Bandung

Tahun Anggaran 2025 menggelontorkan dana sebesar Rp1,09 triliun untuk pengelolaan persampahan di Dinas Lingkungan Hidup (LH). Alokasinya diperuntukkan Belanja Jasa Petugas Sampah (PJLP), kendaraan dinas operasional seperti truk, tong sampah, belanja bangunan, serta konveyor dan shredder untuk sampah.

"Dengan besarnya anggaran pengelolaan sampah dan perlengkapan-perlengkapan yang dibeli, harapannya barang-barang yang dianggap perintilan tapi mendasar seperti sarung tangan tidak dilupakan. Terlebih, anggaran untuk membeli barang-barang itu sudah dialokasikan sebelumnya," tegasnya.

"Sekali lagi, meskipun bisa saja dianggap perintilan, tapi alat-alat itu merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan para petugas di lapangan," lanjutnya.

Josephine juga mengajak masyarakat Jakarta untuk mengurangi sampah dan limbah yang dihasilkan oleh kegiatan mereka sehari-hari.

"Lagi-lagi, masalah sampah dan limbah adalah persoalan bersama. Sekeras-kerasnya petugas kebersihan seperti pasukan oranye kerja di lapangan, masalah ini tidak akan bisa selesai tanpa kerjasama dari warga Jakarta," ucapnya.

Baca juga:

Menteri LH Apresiasi Jakarta Utara Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah di Indonesia

"Demikian, warga Jakarta juga perlu terlibat dalam memilah sampah mereka. Warga juga perlu mengurangi jumlah sampah yang mereka hasilkan dengan cara menggunakan barang-barang yang tidak sekali pakai," sambungnya.

Josephine juga mengingatkan pelaku usaha untuk berkontribusi dalam upaya pengurangan limbah kegiatan mereka.

"Tidak hanya warga, tapi juga pelaku-pelaku usaha yang harus mengurangi limbah mereka. Misalnya, hotel-hotel bisa diajak bekerjasama untuk mengurangi sisa-sisa makanan yang tidak terkonsumsi oleh pengunjungnya. Sehingga, sampah dan limbah bisa ditekan serendah-rendahnya," tandasnya. (Asp)

#Pasukan Oranye #Sampah #PSI
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Luncurkan Program Sayang Bumi, 50 SMA Jabodetabek Dilibatkan Kumpulkan 5 Sampah Elektronik
Program ini digelar sebagai respons atas meningkatnya persoalan sampah elektronik baik di tingkat global maupun nasional.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Luncurkan Program Sayang Bumi, 50 SMA Jabodetabek Dilibatkan Kumpulkan 5 Sampah Elektronik
Indonesia
Pulau Sampah Muara Angke Dibersihkan, Pramono Ungkap Penyebab Penumpukan
Pulau Sampah Muara Angke kini sudah dibersihkan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkap penyebab penumpukan sampah.
Soffi Amira - Senin, 08 Juni 2026
Pulau Sampah Muara Angke Dibersihkan, Pramono Ungkap Penyebab Penumpukan
Indonesia
PSI DKI Soroti Kelambanan Penanganan Jalan Ambles di Lenteng Agung
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harusnya memberikan perhatian lebih besar lagi terhadap kondisi infrastruktur jalanan di Ibu Kota.
Dwi Astarini - Sabtu, 30 Mei 2026
PSI DKI Soroti Kelambanan Penanganan Jalan Ambles di Lenteng Agung
Indonesia
Hantavirus masih Menyebar, Legislator Ingatkan Pemprov DKI untuk Waspada
Menurut dia, virus itu berpotensi menjadi pandemi seperti COVID-19 apabila tidak ditangani dengan baik.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
 Hantavirus masih Menyebar, Legislator Ingatkan Pemprov DKI untuk Waspada
Indonesia
DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Atasi Banjir, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik
Pemprov DKI dan Banten akan berkolaborasi untuk mengatasi banjir. Nantinya, sampah akan diolah menjadi listrik.
Soffi Amira - Kamis, 21 Mei 2026
DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Atasi Banjir, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik
Indonesia
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Tata kelola sampah di Indonesia tidak bisa lagi diselesaikan dengan metode konvensional.
Dwi Astarini - Senin, 18 Mei 2026
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Berita Foto
Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Jadi Upaya Bersama Kurangi Sampah Jakarta
Warga melakukan sortir sampah botol plastik untuk daur ulang di Bank Sampah Persatuan, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (16/5/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 16 Mei 2026
Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Jadi Upaya Bersama Kurangi Sampah Jakarta
Indonesia
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Program Pilah Sampah Dua Minggu Sekali
Gerakan ini mewajibkan masyarakat memilah sampah berdasarkan jenisnya sebelum dibuang.
Dwi Astarini - Selasa, 12 Mei 2026
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Program Pilah Sampah Dua Minggu Sekali
Indonesia
100 Investor Diklaim Minati Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Total nilai pengembangan proyek PSEL yang tengah disiapkan pemerintah mencapai sekitar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 87 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
100 Investor Diklaim Minati Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Berita Foto
Limbah Sayuran di Pasar Kramat Jati Diolah Menjadi Pupuk Bernilai Guna
Petugas memasukkan sampah sayuran limbah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).
Didik Setiawan - Senin, 11 Mei 2026
Limbah Sayuran di Pasar Kramat Jati Diolah Menjadi Pupuk Bernilai Guna
Bagikan