PSBB Melonggar, Indikator Pertumbuhan Ekonomi Membaik

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Juni 2020
PSBB Melonggar, Indikator Pertumbuhan Ekonomi Membaik

Gubernur Bank Indonesia. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Sejumlah indikator yang akan mendorong perekonomian Tanah Air pada kuartal III hingga IV tahun ini mulai membaik. Perbaikan ini, akan membawa pengaruh positif untuk tahun 2021.

Bank Indonesia mengungkapkan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 pada kisaran 0,9 hingga 1,9 persen. Indikator yang mendorong pemulihan ekonomi dimulai pada kuartal ketiga tahun ini adalah adanya relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku di sejumlah daerah, khususnya di DKI Jakarta.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR mengatakan, kebijakan pelonggaran PSBB tetap memperhatikan protokol kesehatan yang aman untuk mendukung kinerja yang produktif.

Selain PSBB yang dilonggarkan, stimulus fiskal dari pemerintah dan moneter dari Bank Indonesia diperkirakan turut mendorong pemulihan ekonomi mulai triwulan III tahun 2020.

Ia optimistis pada tahun 2021 pertumbuhan ekonomi RI akan kembali naik pada rentang positif yakni kisara 5-6 persen yang didorong oleh perbaikan ekonomi global dan stimulus kebijakan pemerintah dan BI.

Pemerintah menganggarkan Rp695,20 triliun sebagai stimulus dalam penanganan COVID-19 termasuk di dalamnya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagi sektor kesehatan, perlindungan sosial, hingga insentif bagi dunia usaha khususnya UMKM.

Baca Juga:

Setelah Solo, Giliran APBD Pontianak Kolaps Gegara COVID-19

Sementara itu stimulus moneter yang baru-baru ini dikeluarkan BI di antaranya menurunkan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) menjadi 4,25 persen.

Sejak Juli 2019 hingga Juni 2020 bank sentral ini total sudah menurunkan 175 basis poin suku bunga acuan. Dengan penurunan ini diharapkan mendorong perekonomian hingga menurunkan biaya untuk belanja suku bunga untuk APBN khususnya SBN tenor satu tahun.

Pergerakan IHSG
Pergerakan IHSG/ (Foto: Antara)

Bank Indonesia juga sudah menyuntikkan likuiditas kepada perbankan hingga Mei 2020 mencapai Rp583,5 triliun, termasuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) baik rupiah dan valas sehingga menambah likuiditas bank.

Neraca pembayaran untuk kuartal kedua tahun ini, lanjut dia, juga akan lebih baik dengan defisit transaksi berjalan yang diperkirakan menurun terlihat dari data per Mei 2020 neraca perdagangan RI surplus 2,09 miliar dolar AS.

Arus modal asing masuk ke Indonesia juga semakin mengalir dengan investasi portofolio hingga 15 Juni 2020 sudah ada 7,3 miliar dolar AS sehingga cadangan devisa juga meningkat menjadi 130,5 miliar dolar AS.

Baca Juga:

Tito Minta Kepala Daerah tidak Becus Tangani Corona Jangan Dipilih Lagi

#Pertumbuhan Ekonomi #Bank Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Jurnalis yang lebih banyak menulis terkait ekonomi makro dan juga pendamping petani.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Kembali Tempatkan Dana Rp 281 Triliun di Bank BUMN, Likuiditas Dijaga hingga Akhir 2026
Pemerintah kembali menempatkan dana Rp 281 triliun di bank BUMN hingga Desember 2026 untuk menjaga likuiditas perbankan. Tambahan dana siaga Rp 100 triliun juga disiapkan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 29 Juni 2026
Pemerintah Kembali Tempatkan Dana Rp 281 Triliun di Bank BUMN, Likuiditas Dijaga hingga Akhir 2026
Indonesia
Pengiriman Uang Dari Pekerja Migran Indonesia Setara 1/9 Dari Cadangan Devisa
Jumlah total remitansi yang masuk ke Indonesia, naik dari Rp 220 triliun pada 2023 menjadi Rp 253 triliun pada 2024, kemudian mencapai Rp 288 triliun pada 2025.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 24 Juni 2026
 Pengiriman Uang Dari Pekerja Migran Indonesia Setara 1/9 Dari Cadangan Devisa
Indonesia
Suku Bunga BI Naik, Bunga Kredit Rumah Subsidi Tetap 5 Persen Dari Awal Hingga Akhir Cicilan
Walaupun terdapat dinamika ekonomi dan peningkatan BI Rate, bunga FLPP tetap dijaga sebesar 5 persen agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap rumah yang layak
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Suku Bunga BI Naik, Bunga Kredit Rumah Subsidi Tetap 5 Persen Dari Awal Hingga Akhir Cicilan
Indonesia
Bank Indonesia Diproyeksikan Bakal Naikkan Lagi Suku Bunga Demi Kuatkan Rupiah
Langkah itu, menunjukkan upaya BI menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar, likuiditas, dan daya tarik aset domestik.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Bank Indonesia Diproyeksikan Bakal Naikkan Lagi Suku Bunga Demi Kuatkan Rupiah
Indonesia
Suku Bunga Naik Tiap Bulan Sejak Mei, Jurus BI Tahan Modal Asing Kabur Saat Rupiah Loyo
Bank Indonesia menaikkan BI-Rate total 100 bps sejak Mei 2026 hingga 5,75% untuk menjaga stabilitas rupiah dan menarik modal asing.
Wisnu Cipto - Kamis, 18 Juni 2026
Suku Bunga Naik Tiap Bulan Sejak Mei, Jurus BI Tahan Modal Asing Kabur Saat Rupiah Loyo
Indonesia
BI Kembali Naikkan Suku Bunga
BI-Rate secara kumulatif telah naik sebesar 75 bps dalam bulan ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
BI Kembali Naikkan Suku Bunga
Indonesia
Rupiah Sempat Jebol Rp18.000, Bank Indonesia Diprediksi Pertahankan BI-Rate
Melengkapi analisis makro tersebut, Chief Economist BTN Myrdal Gunarto mengingatkan pentingnya aspek sektor riil di luar pasar keuangan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
Rupiah Sempat Jebol Rp18.000, Bank Indonesia Diprediksi Pertahankan BI-Rate
Indonesia
BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam
Bank sentral berkomitmen terus mencermati perkembangan pasar keuangan global maupun domestik
Angga Yudha Pratama - Jumat, 12 Juni 2026
BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam
Indonesia
Bank Indonesia Yakini Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Tinggi
BI telah membeli SBN senilai Rp 156,5 triliun, setelah sepanjang 2025 merealisasikan pembelian sebesar Rp 332,14 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Bank Indonesia Yakini Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Tinggi
Indonesia
Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan, PKS Ingatkan Risiko Inflasi
Kenaikan harga Pertamax membuat daya beli kelas menengah makin tertekan. PKS pun juga mengingatkan adanya risiko inflasi.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan, PKS Ingatkan Risiko Inflasi
Bagikan