MerahPutih.com - Pemerintah mulai mencairkan dana ganti rugi tanah milik warga terdampak proyek strategis nasional berupa jalan tol Solo-Yogyakarta.
Ganti rugi tanah pada awal tahun ini diberikan pada sembilan bidang tanah milik warga Desa Mendak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Baca Juga
Libur Panjang, Kendaraan Masuk Tol Solo-Ngawi Naik 143 Persen
Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Yogyakarta-Solo, Christian Nugroho mengemukakan, pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta saat ini terus berjalan sesuai rencana.
Pada tahun ini pembangunan jalan tol akan dimulai dengan pembebasan tanah milik warga terdampak proyek tol.
"Pembayaran ganti rugi lahan yang terdampak pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta kami lakukan secara bertahap," ujar Nugroho, Minggu (17/1).
uas Jalan tol Solo-Surabaya-Semarang akan tersambung dengan jalan tol Solo-Yogyakarta. (MP/Ismail)
Nugroho menjelaskan pada awal tahun ini ganti rugi tanah menyasar di Desa Mendak Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten. Total ada sembilan bidang tanah yang terdampak proyek pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta diberikan haknya dengan nominal sesuai kesepakatan.
"Pembayaran ganti rugi tanah tersebut kami dilakukan dengan cara di transfer langsung rekening warga," katanya.
Pembayaran ganti rugi tanah, lanjut dia, dilakukan langsung saat sang pemilik tanah menyetujui harga yang ditawarkan pemerintah. Untuk luasan sembilan bidang tanah tersebut memiliki luas tanah sekitar 16.232 meter persegi.
"Total biaya ganti rugi sembilan bidang tanah tersebut senilai Rp17,4 miliar. Kami langsung transfer pada masing-masing warga pemilik yang memegang sertifikat tanah," tutur dia.
Ia menambahkan terkait nominal besaran ganti rugi tanah terdampak proyek jalan tol Solo-Yogyakarta diterapkan langsung Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Setelah ini ada 15 bidang tanah di Desa Mendak yang masih menunggu rekomendasi LMAN untuk pencairan ganti rugi.
"Kami dalam memberikan ganti rugi berdasarkan hasil perhitungan di lapangan. Jadi tidak ada warga yang merasa dirugikan," tandasnya.
Diketahui, pelaksanaan proyek pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta sepanjang 40,49 km bakal mulai dikerjakan sejak November 2020 lalu.
Jalan tol penghubung Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini diperkirakan akan selesai selama dua tahun atau 2022.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperkirakan proyek nasional Solo-Yogyakarta ini menelan biaya investasi senilai Rp16,01 triliun bersumber APBN.
Pelaksana proyek adalah PT Adhi Karya. Jalan tol tersebut melintasi empat kabupaten, yakni Sleman, Klaten, Karanganyar, dan Boyolali. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga
Mulai Dikerjakan November, Jalan Tol Solo-Yogyakarta Ditargetkan Rampung 2022