Tol Gilimanuk - Mengwi Disorot DPR, Abrasi Pantai Bali Dinilai Mengancam Pariwisata

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
Tol Gilimanuk - Mengwi Disorot DPR, Abrasi Pantai Bali Dinilai Mengancam Pariwisata

Gedung DPR RI. (Foto: MerahPutih.com/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kondisi pembangunan Tol Gilimanuk–Mengwi dan penanganan abrasi pantai di Bali menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Pemerintah diminta bergerak cepat agar persoalan infrastruktur tidak memicu masalah baru, khususnya terhadap sektor pariwisata.

Hal ini ditegaskan oleh Kapoksi Komisi V DPR Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya, dalam rapat kerja Komisi V DPR, Rabu (8/4).

Danang mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur.

"Jika tidak, persoalan infrastruktur dan lingkungan dikhawatirkan dapat menggerus daya saing pariwisata Bali di tingkat global," ujarnya.

Ia menilai ketidakjelasan progres proyek tol berpotensi menghambat upaya mengurai kemacetan di Pulau Dewata.

“Kami minta Kementerian PU betul-betul memperhatikan jalur calon tol Gilimanuk–Mengwi, terutama kejelasan timeline-nya. Jangan sampai sudah ada penlok, tetapi proyeknya tidak berjalan,” katanya.

Baca juga:

Pelabuhan Gilimanuk Dipadati Pemudik Arus Balik, ASDP Siapkan Kapal Khusus Angkut Sepeda Motor

Danang mengingatkan pemerintah agar tidak mengulangi pengalaman di Daerah Istimewa Yogyakarta, di mana proyek tol sempat terhambat akibat persoalan desain meski penetapan lokasi telah dilakukan.

Menurutnya, kondisi Bali yang memiliki keterbatasan ruang membuat pelebaran jalan sulit dilakukan. Karena itu, pembangunan tol menjadi solusi strategis yang harus segera direalisasikan.

Selain tol, ia juga menyoroti penanganan abrasi pantai yang dinilai belum efektif. Metode pengisian pasir yang selama ini dilakukan disebut mudah tergerus kembali.

“Pasir yang sudah diisikan malah hilang lagi. Ini perlu dievaluasi, sejauh mana efektivitasnya dalam menahan abrasi,” kata Danang.

Ia mencontohkan kondisi di kawasan Pantai Kuta, tepatnya di depan Hard Rock Hotel Bali, di mana abrasi disebut telah mencapai area pedestrian dan mengancam fasilitas publik.

Baca juga:

Macet Horor di Ketapang-Gilimanuk Membabi Buta, DPR RI Desak Pelabuhan Baru

Danang juga menekankan pentingnya integrasi transportasi di Bali. Berbagai proyek seperti water taxi, jalan tol, hingga rencana LRT atau MRT harus dirancang secara terpadu.

Menurutnya, tanpa perencanaan komprehensif, proyek-proyek tersebut berisiko berjalan sendiri-sendiri tanpa memberikan dampak optimal bagi mobilitas wisatawan.

“Kami minta ada kajian komprehensif soal integrasi transportasi, khususnya dari Bandara Ngurah Rai ke destinasi wisata. Ini penting agar tidak tambal sulam,” pungkasnya. (Pon)

#Tol Gilimanuk - Mengwi #Pembangunan Jalan Tol #Bali #Pencegahan Abrasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pembangunan Tol Jogja-Solo Ruas Prambanan-Purwomartani Tinggal 2 Persen
Sesuai dengan arahan Gubernur DIY, bahwa pembangunan ruas jalan pada koridor Maguwoharjo sampai Jombor akan dilakukan percepatan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Pembangunan Tol Jogja-Solo Ruas Prambanan-Purwomartani Tinggal 2 Persen
Indonesia
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Sebagai daerah wisata yang salah satunya mendorong wisata olahraga ia mempersilahkan aktivitas lari yang tidak mengganggu dilakukan seperti biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Indonesia
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
PDIP akan selalu mendukung keadilan bagi rakyat
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
Indonesia
Dirjen Imigrasi Tegaskan WNA tak Boleh Jadi Penyelenggara Acara di Indonesia
Kegiatan yang digelar di kawasan Canggu, Bali, tersebut tidak boleh menjadi preseden buruk bagi penegakan aturan keimigrasian.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Tegaskan WNA tak Boleh Jadi Penyelenggara Acara di Indonesia
Indonesia
Dirjen Imigrasi Cekal Dua WN Belanda Penyelenggara Event Lari di Canggu, EO Ikut Diusut
Mereka diduga menjadi penyelenggara acara lari yang belakangan menuai sorotan publik karena dianggap mendiskriminasi warga negara Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Cekal Dua WN Belanda Penyelenggara Event Lari di Canggu, EO Ikut Diusut
Indonesia
Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Komunitas Lari Entourage Bali, Ni Luh Djelantik Minta Imigrasi Bertindak
Dugaan diskriminasi terhadap WNI oleh komunitas lari Entourage Bali memicu perdebatan di media sosial. Kasus ini kini mendapat perhatian Ni Luh Djelantik.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Komunitas Lari Entourage Bali, Ni Luh Djelantik Minta Imigrasi Bertindak
Indonesia
Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas
Dugaan diskriminasi itu menuai kritik, terlebih kegiatan lari disebut menggunakan jalan dan fasilitas publik yang dipenuhi peserta. 

Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas
Indonesia
Siswa SMK Jayawisata 1 Rela Kotor Tanam Mangrove Atasi Abrasi Jakarta
Sudah saatnya masyarakat menjaga lingkungan dengan berbagai cara salah satunya menanam mangrove.
Frengky Aruan - Selasa, 21 Juli 2026
Siswa SMK Jayawisata 1 Rela Kotor Tanam Mangrove Atasi Abrasi Jakarta
Indonesia
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Seekor paus bungkuk sepanjang 7 meter lebih terdampar di Pantai Perancak, Jembrana, Bali. Meski tim gabungan berupaya menyelamatkan, paus akhirnya mati beberapa jam setelah ditemukan.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Fun
Liburan Jadi Mimpi Buruk, Horor Korea Taboo: The Silent Day Angkat Tradisi Nyepi Bali
Film horor Korea Taboo: The Silent Day mengangkat tradisi Nyepi Bali. Disutradarai Park Kyung-kun, dibintangi Kwon Da-ham, Della Dartyan, dan Sujiwo Tejo. Tayang sekitar September 2026.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
Liburan Jadi Mimpi Buruk, Horor Korea Taboo: The Silent Day Angkat Tradisi Nyepi Bali
Bagikan