Produksi Pesawat Boeing Morat-Marit, Apa Penyebabnya?

Leonard Leonard - Sabtu, 01 Agustus 2020
Produksi Pesawat Boeing Morat-Marit, Apa Penyebabnya?

British Airways dan Qantas baru saja mengentikan pengoperasian armada Boeing 747. (Foto: Unsplash/David Lusvardi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PABRIKAN pesawat asal Amerika Serikat, Boeing, mengambil keputusan paling sulit mengingat dinamika pasar saat ini dan prospeknya. Dalam beberapa pekan terakhir, para maskapai termasuk Qantas dan British Airways, telah memberhentikan armada B747 mereka.

Boeing, dilansir laman Business Traveller, memang masih memiliki pesanan sekitar 16 unit Boeing 747 versi pesawat kargo harus dikirim. Dua maskapai tercatat menjadi pengguna setia Boeing, Korean Air dan Lufthansa, dari varian terbaru B747-8. Meski begitu, keadaan menyulitkan di Boeing akibat pandemi COVID-19 tak bisa lagi ditutupi.

Baca juga:

Manuver Terakhir Boeing 747 Milik Qantas

1
Boeing 747 versi kargo masih melakukan pengiriman kepada pembeli. (Foto: MP/Leonard)

Keadaan sulit tersebut dikonfirmasi dalam surat kepada karyawan dari presiden dan CEO Boeing, Dave Calhoun, menggambarkan kondisi beberapa bulan terakhir ini sebagai "sesuatu yang tidak pernah kami lihat sebelumnya ".

"Kenyataannya sektor penerbangan terus diperparah dampak pandemi," kata Calhoun. “Walaupun beberapa penerbangan perlahan kembali berjalan, jumlahnya tetap jauh lebih rendah dari tahun 2019, dengan pendapatan maskapai juga berkurang.”

Calhoun menambahkan tekanan pada pelanggan komersial berarti menunda pembelian jet, memperlambat pengiriman, menunda perawatan elektif, pensiun pesawat berumur dan mengurangi pengeluaran. "Semuanya itu mempengaruhi bisnis kami dan, pada akhirnya, garis bawah kami,” tambahnya.

Baca juga:

Boeing 747 Maskapai Ini 'Pensiun'

2
Pabrikan mengalami kerugian Rp 35,3 triliun akibat pandemi. (Foto: Unsplash/Nafis Al Adnan)

Meskipun ada beberapa tanda menggembirakan, Boeing memperkirakan akan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk kembali ke level penumpang tahun 2019.

Surat itu datang ketika pabrikan mengumumkan kerugian kuartal kedua sebesar Rp 35,3 triliun yang diakibatkan pandemi COVID-19, dan pelarangan terbang Boeing 737 Max.

Perusahaan berencana menurunkan tingkat produksi pesawat termasuk B737, B787, B777, dan B777X yang akan datang.

Mengonfirmasi penyelesaian produksi Boeing 747 pada tahun 2022, Boeing mengatakan komitmen pelanggan tidak berakhir pada saat pengiriman, dan akan terus mendukung pengoperasian dan pelestarian 747 ke masa depan.

Pada bulan April, Boeing mengumumkan rencana untuk memangkas tenaga kerja globalnya sebesar 10 persen. Namun Calhoun mengatakan dengan menyesal harus melihat seberapa besar dampak jangka panjang COVID-19 yang menyebabkan penurunan tingkat produksi dan permintaan lebih rendah untuk layanan penerbangan komersial. "Berarti kami harus melanjutkan menilai ukuran tenaga kerja mereka", jelasnya. (lgi)

Baca juga:

Boeing 737 Max Lakukan Uji Terbang

#Boeing #Pesawat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Seorang penumpang melihat salah seorang pilot ditusuk pilot lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Indonesia
TNI AU Lirik pesawat Airbus A330 Multi Role Tanker Transport Seperti Prancis
Pesawat ini juga dikerahkan untuk mengisi bahan bakar pesawat tempur di udara atau air to air refuiling.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
TNI AU Lirik pesawat Airbus A330 Multi Role Tanker Transport Seperti Prancis
Indonesia
Bandara Soekarno-Hatta Terdampak Abu Vulkanik, Pindah ke Kertajati hingga Yogyakarta
Bandara Soekarno-Hatta terganggu akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Bandara Kertajati hingga Yogyakarta jadi alternatif.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
Bandara Soekarno-Hatta Terdampak Abu Vulkanik, Pindah ke Kertajati hingga Yogyakarta
Indonesia
150 Ribu Penumpang Terdampak Gangguan Penerbangan, Kemenhub Minta Maskapai Pastikan Hak Refund
Sekitar 150 ribu penumpang terdampak setelah 467 penerbangan dibatalkan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
150 Ribu Penumpang Terdampak Gangguan Penerbangan, Kemenhub Minta Maskapai Pastikan Hak Refund
Indonesia
Garuda Indonesia Batalkan Seluruh Penerbangan Jakarta, Bandung, dan Lampung Imbas Erupsi Anak Krakatau
Garuda Indonesia membatalkan penerbangan dari dan menuju Jakarta, Bandung, serta Lampung hingga 7 September 2026 pukul 12.00 WIB akibat erupsi Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
Garuda Indonesia Batalkan Seluruh Penerbangan Jakarta, Bandung, dan Lampung Imbas Erupsi Anak Krakatau
Indonesia
Mengapa Pesawat Tak Boleh Terbang di Tengah Abu Vulkanis? Ini Alasannya
Mengapa abu vulkanis begitu berbahaya bagi pesawat?
Yusuf Abdillah - Minggu, 06 September 2026
Mengapa Pesawat Tak Boleh Terbang di Tengah Abu Vulkanis? Ini Alasannya
Indonesia
Kemenhub Pastikan Penanganan Ekstra Insiden Pecah Ban Garuda Indonesia Rute Jakarta Menuju Makassar
Kemenhub memberi apresiasi atas respons cepat seluruh pihak terkait
Angga Yudha Pratama - Kamis, 03 September 2026
Kemenhub Pastikan Penanganan Ekstra Insiden Pecah Ban Garuda Indonesia Rute Jakarta Menuju Makassar
Indonesia
Kronologi Pesawat Garuda Pecah Ban usai Lepas Landas, 141 Penumpang Mendarat Selamat di Makassar
Pesawat Garuda Indonesia GA604 mengalami pecah ban usai lepas landas dari Jakarta. Pesawat tersebut mendarat dengan selamat di Makassar.
Soffi Amira - Kamis, 03 September 2026
Kronologi Pesawat Garuda Pecah Ban usai Lepas Landas, 141 Penumpang Mendarat Selamat di Makassar
Indonesia
Pesawat Garuda GA604 Pecah Ban Saat Terbang ke Makassar, Penumpang Dievakuasi Usai Manuver Go Around
Pesawat Garuda Indonesia GA604 rute Jakarta-Makassar mengalami pecah ban di udara dan terpaksa melakukan manuver pendaratan dramatis. Cek kronologi lengkap dan nasib 156 penumpang di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 03 September 2026
Pesawat Garuda GA604 Pecah Ban Saat Terbang ke Makassar, Penumpang Dievakuasi Usai Manuver Go Around
Indonesia
DPR Soroti Kasus Mayor Laut Faisal Mulia, Diduga Edarkan Sabu Pakai Pesawat Militer
Komisi I DPR menyoroti kasus Mayor Laut Faisal Mulia, yang mengirim sabu dengan pesawat militer.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
DPR Soroti Kasus Mayor Laut Faisal Mulia, Diduga Edarkan Sabu Pakai Pesawat Militer
Bagikan