Manuver Terakhir Boeing 747 Milik Qantas

Leonard Leonard - Minggu, 26 Juli 2020
Manuver Terakhir Boeing 747 Milik Qantas

Telah mengabdi selama 50 tahun bersama aramada Qantas. (Foto: Pixabay/Nel_Botha-NZ)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PADA hari Rabu, sebuah Boeing 747 terakhir milik Qantas lepas landas dari Australia. Menandai berakhirnya sejarah 50 tahun antara tipe pesawat legendaris itu dengan maskapai. Tidak hanya sekedar terbang dari A ke titik B, pesawat itu malah mengambil sedikit waktu untuk menulis pesan khusus membuat bentuk kanguru di atas langit. Kebetulan merupakan logo ikon dari maskapai Qantas.

"Pesawat ini sangat unggul dan memiliki kemampuan di masanya,” terang Alan Joyce, CEO Qantas Group, dikutip T+L. Para insinyur dan awak kabin, lanjutnya, senang bekerja bersamanya, dan pilot suka menerbangkannya. Begitu juga para penumpang. Mereka telah mengukir tempat yang sangat istimewa dalam sejarah penerbangan. Joyce juga mengatakan pesawat tipe tersebut akan sangat dirindukan banyak orang, termasuk dirinya.

Baca juga:

Boeing 747 Maskapai Ini 'Pensiun'

Menurut pernyataan itu, dilansir laman T+L, Qantas menerima pengiriman 747 pertamanya pada bulan Agustus 1971. Kehadiran Boeing 747, Qantas mencatat, untuk pertama kalinya memungkinkan perjalanan internasional bagi jutaan orang.

"Sulit untuk melebih-lebihkan dampak yang diberikan Boeing 747 terhadap dunia penerbangan dan negara yang letaknya jauh seperti Australia," terang Joyce. Langkah besar diambil untuk menggantikan Boeing 707, namun tidak memiliki ukuran dan skala yang jelas untuk menurunkan harga tiket pesawat seperti yang dilakukan Boeing 747. Hal itu menempatkan perjalanan internasional dalam jangkauan rata-rata orang Australia dan orang-orang mengambil kesempatan itu, Joyce menambahkan.

Di luar perjalanan liburan, Boeing 747 milik Qantas juga telah digunakan untuk sejumlah misi penyelamatan selama beberapa dekade terakhir. Pihak maskapai menjelaskan penggunaan pesawat untuk menerbangkan penumpang keluar dari Darwin setelah Topan Tracy dan menggunakannya untuk mengevakuasi warga Australia keluar dari Kairo selama kerusuhan politik tahun 2011 menjadi catatan tersendiri bagi Qantas.

Maskapai ini juga menggunakan pesawat untuk menerbangkan persediaan medis dan pelancong kembali dari Maladewa dan Sri Lanka setelah Tsunami pada bulan Desember 2004. Pada bulan Februari kemarin, Qantas menggunakannya guna membawa ratusan orang Australia yang terlantar kembali dari Wuhan.

Baca juga:

Boeing 737 Max Lakukan Uji Terbang

View this post on Instagram

Today the very last Qantas 747 will take off on her final passenger flight, soaring over the nation’s capital for the last farewell joy flight from Canberra. She’ll take to the skies around 12pm, heading north and then to the west to take in the sites of the Snowy Mountains, passing over Tumut, Talbingo, Kiandra, Mount Kosciuszko, Jindabyne and Cooma before approaching Canberra from the south to pass Woden and fly over Parliament House, down Anzac Parade, over the War Memorial and towards Mount Ainsley. She will then fly down the length of Lake Burley Griffin and loop back for one final stretch down the lake to give everyone stationed shore-side a second look, before returning to the airport around 1.15pm.#747farewell

A post shared by Qantas (@qantas) on

Qantas kini memiliki pesawat lebih hemat bahan bakar dengan jangkauan lebih baik, seperti 787 Dreamliner pada penerbangan Perth-London. Tidak ketinggalan Airbus A350 Proyek Sunrise dengan penerbangan non-stop ke New York dan London.

Sharelle Quinn, kapten pilot wanita pertama Qantas, juga berbagi cintanya pada pesawat ini dan sejarah unik mereka di industri penerbangan.

"Saya telah menerbangkan pesawat ini selama 36 tahun dan itu sebuah kehormatan istimewa," kata Kapten Quinn. "Dari Paus hingga bintang pop, Boeing 747 kami telah membawa lebih dari 250 juta orang dengan selamat ke tujuan mereka.” Selama beberapa dekade, pesawat ini juga terjun ke sejumlah lokasi untuk menyelamatkan orang-orang Australia yang terdampar jauh dari rumah. (lgi)

Baca juga:

Jet Pribadi Terbaru Boeing 737 Menawarkan Interior Ala Pesawat Angkasa Luar

#Boeing #Pesawat
Bagikan
Ditulis Oleh

Leonard

Berita Terkait

Indonesia
Bandara Kertajati Jadi Pusat Perawatan Pesawat Hercules di Asia, Kemenhub Siapkan Lahan
Menhub juga membuka peluang hadirnya fasilitas MRO yang melibatkan Lockheed Martin maupun pihak lain di kawasan Kertajati.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 22 Mei 2026
Bandara Kertajati Jadi Pusat Perawatan Pesawat Hercules di Asia, Kemenhub Siapkan Lahan
Indonesia
AHY Sebut Tidak Mudah Putuskan Kenaikan Batas Atas Harga Tiket Pesawat Jelang Libur Panjang Sekolah
Konflik dan ketegangan dunia berdampak langsung terhadap kenaikan harga energi global yang kemudian mempengaruhi biaya operasional sektor transportasi udara dan layanan penerbangan nasiona
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
AHY Sebut Tidak Mudah Putuskan Kenaikan Batas Atas Harga Tiket Pesawat Jelang Libur Panjang Sekolah
Indonesia
Harga Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Kemenhub Segera Berlakukan Fuel Surcharge hingga 50 Persen
Harga tiket pesawat berpotensi naik akibat melonjaknya avtur. Maskapai penerbangan pun diperbolehkan mengenakan biaya tambahan hingga 50 persen.
Soffi Amira - Jumat, 15 Mei 2026
Harga Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Kemenhub Segera Berlakukan Fuel Surcharge hingga 50 Persen
Indonesia
Indonesia Diyakini Bakal Layani 690 Juta Penumpang Pesawat di 2045
Indonesia menurut IATA diproyeksikan menjadi pasar penerbangan terbesar keempat di dunia pada tahu2030.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Indonesia Diyakini Bakal Layani 690 Juta Penumpang Pesawat di 2045
Indonesia
Izin Overflight AS di Indonesia Disorot, Jadi Ancaman bagi Kedaulatan dan Netralitas
Amerika Serikat kabarnya berencana melintasi wilayah udara Indonesia. Namun, hal itu dikecam oleh pengamat kebijakan publik.
Soffi Amira - Selasa, 28 April 2026
Izin Overflight AS di Indonesia Disorot, Jadi Ancaman bagi Kedaulatan dan Netralitas
Indonesia
Turunkan Harga Tiket Pesawat, Pemerintah Tanggung PPN Selama 60 Hari
Melalui kebijakan tersebut, PPN atas tarif dasar dan fuel surcharge ditanggung oleh pemerintah, sehingga beban harga tiket yang dibayar masyarakat dapat ditekan
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Turunkan Harga Tiket Pesawat, Pemerintah Tanggung PPN Selama 60 Hari
Indonesia
Pemerintah Tanggung PPN Selama 60 Hari, Tiket Pesawat Ekonomi Lebih Murah
Pemerintah menanggung PPN tiket pesawat ekonomi selama 60 hari. Harga tiket pun menjadi lebih murah di tengah lonjakan harga avtur.
Soffi Amira - Minggu, 26 April 2026
Pemerintah Tanggung PPN Selama 60 Hari, Tiket Pesawat Ekonomi Lebih Murah
Indonesia
Kemhan Pastikan Tak Ada Izin Bebas Pesawat AS Melintas di Langit Indonesia
Kemenhan menegaskan isu izin lintas udara pesawat AS tidak termasuk dalam kesepakatan MDCP. Pemerintah prioritaskan kedaulatan negara.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 April 2026
Kemhan Pastikan Tak Ada Izin Bebas Pesawat AS Melintas di Langit Indonesia
Indonesia
Harga Avtur Naik, Pemerintah Nolkan Bea Masuk Suku Cadang Pesawat
Pemerintah nolkan bea masuk suku cadang pesawat untuk tekan biaya maskapai akibat kenaikan harga avtur. Tiket pesawat dijaga tetap terjangkau.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 April 2026
Harga Avtur Naik, Pemerintah Nolkan Bea Masuk Suku Cadang Pesawat
Indonesia
Alasan Harga Tiket Pesawat Naik, Fuel Surcharge Jadi 38 Persen
kebijakan penyesuaian tarif tiket pesawat merupakan langkah yang terukur dan tidak dapat dihindari, seiring dengan tekanan global yang semakin meningkat terhadap industri penerbangan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Alasan Harga Tiket Pesawat Naik, Fuel Surcharge Jadi 38 Persen
Bagikan