MerahPutih Internasional- “Beginilah cinta, deritanya tiada akhir,” mungkin kalimat siluman babi Ti Pat Kay dalam legenda Kera Sakti dari Tiongkok cukup mewakili perasaan pria malang ini.
Seorang pria di Tiongkok yang tidak ingin disebutkan namanya memang sedang dimabuk cinta buta, betapa tidak di musim dingin yang hampir mencapai puncaknya ia berlutut berjam-jam di halaman rumah kekasih yang baru saja memutuskan hubungan mereka.
Seperti yang dilansir oleh Shanghaiist, seorang saksi bernama Zhang mengatakan ketika ia hendak pergi keluar rumah jam 9 pagi dirinya mendapati seorang pria berlutut di depan rumah tetangganya. Awalnya Zhang merasa khawatir dengan apa yang pria itu lakukan melihat kondisi cuaca yang cukup buruk hari itu, tapi ia tidak ingin ikut campur dalam urusan si pria yang tidak ia kenal.
Ketika hari mulai siang, Zhang kembali kerumahnya dan ia sangat terkejut melihat pria tadi masih berlutut dalam posisi yang sama, tidak ada jejak kaki di sekitar tumpukan salju tempat pria itu berlutut, ini menunjukan si pria tidak bergerak sama sekali sejak pagi tadi.
Zhang pun mendekati pria itu dan menanyakan apakah ia membutuhkan bantuan, tapi si pria hanya diam dan mengabaikan Zhang. Pria itu terus saja berlutut sambil memandangi jendela kamar rumah itu.
Sekitar jam 11 siang, para pemburu berita datang dan mencoba mengajak bicara si pria itu, mereka melihat tangan si pria sudah berubah biru karena kedinginan. Mereka coba menarik tubuhnya dari tumpukan salju tapi si pria marah dan meminta agar mereka tidak mengganggunya.
"Saya tidak membutuhkan kalian, karena kalian tidak akan bisa membantu saya," kata pria itu berteriak.
Pria itu hanya berdiri dan terus menangis ketika seorang nenek yang tinggal di sekitar tempat itu berkata padanya "Kamu tidak bisa terus berlutut, mari kita duduk dan bicarakan permasalahan ini, mungkin saya bisa membantu," ungkap si nenek.
Pria itu tidak berkata apa-apa dan pergi begitu saja, ketika para wartawan mengikutinya ia hanya diam dan masuk kedalam mobilnya.
Pengemudi mobil yang mengaku sebagai adik si pria menjelaskan, kakanya sedang berusaha meminta maaf atas pertengkaran yang terjadi dalam hubungan percintaannya dengan gadis yang tinggal di rumah tempat ia berlutut dalam salju selama berjam-jam.