Pria Tak Betah Melajang?
Pria lajang. (Foto: Pixabay)
TIDAK semua orang sanggup hidup melajang. Survei yang dilakukan Mintel menemukan perempuan lebih tahan hidup sendiri ketimbang pria.
Sekitar 61% responden perempuan mengaku mereka bisa hidup sendiri. Beda dengan pria. Sebanyak 51% responden pria mengatakan tidak sanggup hidup tanpa pasangan. Ketika melajang, pria-pria ini merasa amat tidak nyaman.
Mereka juga lebih memilih berteman dengan perempuan. Biarpun begitu, siapa pun yang baru saja patah hati menyadari ia harus berjuang keras melawan kesepian saat kembali melajang. Butuh adaptasi yang prosesnya tidak mudah dijalani.
Men's Health menyebutkan pria single bermasalah tatkala ia harus berhadapan dengan tekanan sosial. Pria juga lebih tertekan lantaran dia terbiasa diam, tak mengungkapkan perasaannya saat melalui masa-masa terburuk dalam hidup.
Padahal berbicara dengan teman dapat membantu melalui masa-masa buruk. Dan perempuan melakukannya lebih baik ketimbang pria. Senior Consumer Lifestyles Analyst Mintel, Jack Duckett menyebutkan perempuan pandai menciptakan kelompok diskusi untuk berbagi perasaan dan pemikiran.
Diskusi itu lah yang membantu perempuan mengatasi tekanan akibat kebutuhan memiliki pasangan. (*)
Simak artikel Pria Menikah Lebih Bahagia Dibandingkan Lajang, Hayo Ngaku!
Bagikan
Berita Terkait
Dian Sastrowardoyo: Peran Perempuan Krusial di Tengah Disrupsi Teknologi AI
Pemprov DKI Luncurkan Kanal Aduan Lengkap untuk Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak
PNM Kalahkan Grameen Bank dan BRAC, Raih Penghargaan Global Microfinance & Female Empowerment Award
Puan Maharani Sebut Keterwakilan Perempuan di DPR Pecahkan Rekor
Legislator Ingatkan Pentingnya Fasilitas Pendukung untuk Pemenuhan Hak-Hak Pekerja Perempuan
Deretan Tokoh Perempuan Indonesia Raih Penghargaan RA Kartini Award 2025
Kolaborasi Bangun Kota Jakarta jadi Kota Global Ramah Anak dan Perempuan
Ibu Rumah Tangga Jadi Target Rekrutan Sindikat Narkoba, Dari Kurir Sampai Jadi Bos
Unilever Indonesia Luncurkan Program Pemberdayaan UMKM Perempuan dan Disabilitas
Rakernas dan Rapimnas GAMKI, Komitmen Advokasi Isu Perempuan