Presiden Turki Erdogan Temui Paus Fransiskus

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 05 Februari 2018
Presiden Turki Erdogan Temui Paus Fransiskus

Presiden Turki Tayyip Erdogan berbicara di Istana Kepresidenan di Ankara, Turki, Rabu (10/1). (ANTARA FOTO/Yasin Bulbul/Presidential Palace/Handout via REUTERS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terbang ke Italia pada Minggu (4/1). Erdogan akan bertemu dengan Paus Francis di Vatikan untuk pembicaraan tentang Yerusalem pasca klaim Ibu Kota Israel oleh Presiden AS Donald Trump.

Reuters melaporkan, Erdogan sebelumnya berseberangan dengan Paus pada 2013, ketika pemimpin umat Katolik itu berbicara kepada publik terkait pembunuhan yang disebutnya genosida terhadap 1,5 juta orang Armenia pada 1915. Turki selalu menolak pernyataan itu.

Kemudian keduanya, Erdogan dan Paus memiliki pandangan yang sama terkait Yerusalem. Keduanya berbicara melalui telepon setelah Trump menyatakan pada Desember tahun lalu terkait Yeruselem Ibu Kota Israel dan akan memindahkan kedutaan besar mereka ke sana. Erdogan dan Paus berpandangan perubahan status atas Kota Suci harus ditolak.

Sebelum meninggalkan Turki, Erdogan mengatakan AS telah mengisolasi diri atas pernyataannya tentang Yerusalem. "Dalam proses ke depan, mari terima Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina. Ini kesepakatan yang harus dicapai. Kita saat ini berusaha untuk itu," katanya di Istambul.

Erdogan akan bertemu Paus pada Senin (5/2). Ini akan menjadi kunjungan pertama presiden Turki ke Vatikan setelah 59 tahun.

Erdogan dan Paus diperkirakan juga akan berdiksusi terkait situasi di Suriah dan Irak untuk bantuan kemanusian dan persoalan pengungsi.

Sementara itu media Israel Haaretz, Presiden Turki Erdogan menyatakan bahwa isu utama yang akan diangkat dalam pertemuan dengan Paus adalah terkait Yerusalem. "Prioritas utama saya adalah Yerusalem," katanya.

"Paus dan saya berpandangan yang sama terkait Yerusalem. Tida ada klaim satu pihak pun terhadap kota yang dicintai miliaran orang ini," lanjut Erdogan. "Kita perlu aksi bersama untuk mempertahankan status quo." (*)

#Paus Fransiskus #Recep Tayyip Erdogan
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Dunia
Paus Leo Serukan Pembentukan Negara Palestina sebagai Jalan Damai
Paus Leo XIV menegaskan bahwa pembentukan negara Palestina merupakan satu-satunya solusi konflik Israel–Palestina.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 01 Desember 2025
Paus Leo Serukan Pembentukan Negara Palestina sebagai Jalan Damai
Dunia
Hercules Militer Turkiye Jatuh Tewaskan Sedikitnya 20 Orang, Presiden Erdogan Ucapkan Duka Cita
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev telah mengucapkan duka cita atas insiden jatuhnya pesawat militer di perbatasan negara.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 November 2025
Hercules Militer Turkiye Jatuh Tewaskan Sedikitnya 20 Orang, Presiden Erdogan Ucapkan Duka Cita
Dunia
Ziarah ke Makam Paus Fransiskus, Presiden Abbas: Beliau Akui Palestina tanpa Harus Diminta
Presiden Palestina Mahmoud Abbas terlihat meletakkan buket bunga di atas makam sederhana berlapis marmer putih dengan ukiran nama Franciscus
Wisnu Cipto - Jumat, 07 November 2025
Ziarah ke Makam Paus Fransiskus, Presiden Abbas: Beliau Akui Palestina tanpa Harus Diminta
Indonesia
Ketua KWI Sebut Paus Leo XIV Manusia Biasa, Ajak Indonesia Atasi Kemiskinan Spiritual Bersama-sama
Menurut Subianto, semangat pelayanan yang ditunjukkan Paus Leo XIV merupakan kelanjutan dari ajaran Paus Fransiskus sebelum meninggal dunia.
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Mei 2025
Ketua KWI Sebut Paus Leo XIV Manusia Biasa, Ajak Indonesia Atasi Kemiskinan Spiritual Bersama-sama
Dunia
Vatikan Bersiap untuk Konklaf, Kapel Sistina Dikunci, 6 Nama Mencuat Jadi Calon Kuat
Kapel Sistina telah disiapkan untuk pemilihan paus baru sejak Selasa (6/5).
Dwi Astarini - Rabu, 07 Mei 2025
 Vatikan Bersiap untuk Konklaf, Kapel Sistina Dikunci, 6 Nama Mencuat Jadi Calon Kuat
Dunia
Kardinal Terpidana Tuntut Hak Ikut Konklaf, Picu Ketegangan Baru di Vatikan
Ia sebelumnya dicopot Paus Fransiskus dari seluruh hak dan keistimewaan sebagai kardinal pada 2020.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Mei 2025
 Kardinal Terpidana Tuntut Hak Ikut Konklaf, Picu Ketegangan Baru di Vatikan
Dunia
Jelang Konklaf, para Kardinal Masuk Karantina, Bersumpah tidak Kontak dengan Dunia Luar
Konklaf dijadwalkan dimulai di balik pintu tertutup Kapel Sistina pada Rabu (7/5) sore waktu setempat.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Mei 2025
 Jelang Konklaf, para Kardinal Masuk Karantina, Bersumpah tidak Kontak dengan Dunia Luar
Dunia
Trump Unggah Gambar AI Dirinya Jadi Paus di Instagram, Uskup Katolik New York Protes
Donald Trump memicu kontroversi setelah mengunggah gambar AI dirinya sebagai paus.
Hendaru Tri Hanggoro - Senin, 05 Mei 2025
Trump Unggah Gambar AI Dirinya Jadi Paus di Instagram, Uskup Katolik New York Protes
Fun
Dokumenter Terakhir Paus Fransiskus Garapan Martin Scorsese Libatkan Remaja Indonesia, Berkisah tentang Dialog Kebudayaan
aus Fransiskus dan Martin Scorsese bekerja sama dalam dokumenter Aldeas, menampilkan kisah anak muda Indonesia, Italia, dan Gambia lewat film pendek penuh makna.
Hendaru Tri Hanggoro - Jumat, 02 Mei 2025
Dokumenter Terakhir Paus Fransiskus Garapan Martin Scorsese Libatkan Remaja Indonesia, Berkisah tentang Dialog Kebudayaan
Dunia
Konklaf Dimulai 7 Mei, para Kardinal Bersiap mulai dari Saling Mengenal hingga Jalin Persatuan untuk Lanjutkan Legasi Paus Fransiskus
Ada harapan untuk persatuan.
Dwi Astarini - Rabu, 30 April 2025
 Konklaf Dimulai 7 Mei, para Kardinal Bersiap mulai dari Saling Mengenal hingga Jalin Persatuan untuk Lanjutkan Legasi Paus Fransiskus
Bagikan