Jelang Konklaf, para Kardinal Masuk Karantina, Bersumpah tidak Kontak dengan Dunia Luar

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 07 Mei 2025
 Jelang Konklaf, para Kardinal Masuk Karantina, Bersumpah tidak Kontak dengan Dunia Luar

Masuknya para kardinal ke dalam konklaf yang diadakan di Istana Quirinale, 1829-1830. (Foto: Francesca Fioretti 1)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KONKLAF segera dimulai di Vatikan. Para kardinal yang akan ikut dalam konklaf rahasia untuk memilih paus Katolik baru mulai memasuki dua hotel di Vatikan pada Selasa (6/5). Mereka dikarantina tanpa kontak dengan dunia luar saat mereka memutuskan siapa yang akan menggantikan Paus Fransiskus.

Konklaf dijadwalkan dimulai di balik pintu tertutup Kapel Sistina pada Rabu (7/5) sore waktu setempat. Semua kardinal berusia di bawah 80 tahun memiliki hak suara untuk memilih pemimpin baru gereja Katolik yang beranggotakan 1,4 miliar orang.

Persaingan untuk menggantikan Paus Fransiskus, yang wafat bulan lalu, dianggap sangat terbuka. Meskipun beberapa nama telah disebut-sebut sebagai calon kuat, dari 133 kardinal yang diperkirakan akan memberikan suara dalam konklaf, beberapa mengatakan mereka sendiri belum tahu siapa yang akan terpilih sebagai paus berikutnya.

“Saya sama sekali tidak bisa menebak,” kata Kardinal Robert McElroy saat mengunjungi sebuah paroki di Roma pada Senin (5/5) malam, dikutip The Korea Times.

Uskup Agung Washington, D.C, itu mengatakan proses konklaf merupakan sesuatu yang mendalam dan misterius. “Saya tidak bisa memberikan wawasan siapa yang unggul,” tambahnya.

Baca juga:

Konklaf Dimulai 7 Mei, para Kardinal Bersiap mulai dari Saling Mengenal hingga Jalin Persatuan untuk Lanjutkan Legasi Paus Fransiskus



Beberapa kardinal menginginkan paus baru yang akan melanjutkan dorongan Paus Fransiskus untuk menjadikan gereja lebih transparan dan inklusif, sedangkan yang lain berharap kepada pemimpin yang mengembalikan gereja ke akar tradisional dengan menekankan doktrin.

Konklaf biasanya berlangsung selama beberapa hari, dengan beberapa kali pemungutan suara hingga seorang kandidat memperoleh mayoritas tiga perempat suara yang dibutuhkan untuk menjadi paus. Selama periode konklaf, para kardinal pemilih akan tinggal di dua wisma Vatikan dan bersumpah untuk tidak melakukan kontak dengan siapa pun di luar proses pemungutan suara rahasia ini.

Salah satu prioritas Paus Fransiskus semasa hidupnya yakni mengangkat kardinal dari negara-negara yang belum pernah memilikinya sebelumnya, seperti Haiti, Sudan Selatan, dan Myanmar.

Konklaf kali ini akan menjadi yang paling beragam secara geografis dalam sejarah 2.000 tahun gereja. Lebih daripada 70 negara ikut serta.

Kardinal Jepang Tarcisio Isao Kikuchi mengatakan kepada surat kabar La Repubblica bahwa banyak dari 23 kardinal asal Asia yang ikut memilih dalam konklaf berencana memberikan suara secara blok. Ia membandingkan strategi ini dengan 53 kardinal dari Eropa yang dikenal lebih cenderung memilih berdasarkan negara asal atau preferensi pribadi.

“Kami, orang Asia, amat mungkin lebih bulat dalam mendukung satu atau dua kandidat. Kita akan lihat nama mana yang akan muncul sebagai kandidat terdepan,” ujar Kikuchi.(dwi)

Baca juga:

Konklaf Pemilihan Paus Dimulai 7 Mei, Vatikan Pasang Penghambat Informasi dan Pemblokiran Frekuensi untuk Cegah Kebocoran

#Konklaf #Vatikan #Paus Fransiskus
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokumenter 'Aldeas, the Final Dream of Pope Francis' Tayang Perdana di Vatikan, Ungkap Pesan Terakhir Paus Fransiskus
Film dokumenter Aldeas menghadirkan kesaksian terakhir Paus Fransiskus. Diproduseri Martin Scorsese, tayang perdana di Vatikan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Dokumenter 'Aldeas, the Final Dream of Pope Francis' Tayang Perdana di Vatikan, Ungkap Pesan Terakhir Paus Fransiskus
Dunia
Paus Jawab Hinaan Presiden AS, Tak Takut Dengan Pemerintahan Trump
Menurut pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu, ia hanya berpegang pada ajaran Injil dan akan terus "bersuara lantang untuk menentang perang."
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 April 2026
Paus Jawab Hinaan Presiden AS, Tak Takut Dengan Pemerintahan Trump
Dunia
Sampaikan Pesan Paskah, Paus Leo XIV Menyeru ke Pemimpin Dunia: Pilih Perdamaian
Paus pertama yang lahir di Amerika Serikat itu telah menjadi pengkritik vokal perang Iran.
Dwi Astarini - Minggu, 05 April 2026
Sampaikan Pesan Paskah, Paus Leo XIV Menyeru ke Pemimpin Dunia: Pilih Perdamaian
Dunia
Ziarah ke Makam Paus Fransiskus, Presiden Abbas: Beliau Akui Palestina tanpa Harus Diminta
Presiden Palestina Mahmoud Abbas terlihat meletakkan buket bunga di atas makam sederhana berlapis marmer putih dengan ukiran nama Franciscus
Wisnu Cipto - Jumat, 07 November 2025
Ziarah ke Makam Paus Fransiskus, Presiden Abbas: Beliau Akui Palestina tanpa Harus Diminta
Dunia
Pertemuan Bersejarah Paus Leo XIV dan Presiden Palestina, Vatikan Tegaskan Dukung Solusi 2 Negara
Paus Leo XIV untuk pertama kalinya bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Vatikan, Roma, Italia. Pertemuan bersejarah ini digambarkan berlangsung dalam suasana bersahabat
Wisnu Cipto - Jumat, 07 November 2025
Pertemuan Bersejarah Paus Leo XIV dan Presiden Palestina, Vatikan Tegaskan Dukung Solusi 2 Negara
Indonesia
Menag Nasaruddin Umar Bahas Tindak Lanjut Deklarasi Istiqlal-Vatikan dengan Paus Leo XIV di Roma
Menteri Agama Nasaruddin Umar bertemu Paus Leo XIV di Vatikan membahas tindak lanjut Deklarasi Istiqlal-Vatikan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Oktober 2025
Menag Nasaruddin Umar Bahas Tindak Lanjut Deklarasi Istiqlal-Vatikan dengan Paus Leo XIV di Roma
ShowBiz
Al Pacino Jadi Aktor Pertama yang Bertemu Paus Leo XIV dalam Pertemuan Khusus
Pertemuan dengan Paus Leo XIV merupakan momen inspirasi spiritual dan budaya yang mendalam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Juni 2025
Al Pacino Jadi Aktor Pertama yang Bertemu Paus Leo XIV dalam Pertemuan Khusus
Indonesia
Jabat Tangan Paus Leo XIV, Cak Imin: Simbol Persahabatan dan Komitmen Kemanusiaan
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menghadiri langsung pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan sebagai utusan resmi Presiden RI, Prabowo Subianto, Minggu (18/5).
Frengky Aruan - Senin, 19 Mei 2025
Jabat Tangan Paus Leo XIV, Cak Imin: Simbol Persahabatan dan Komitmen Kemanusiaan
Indonesia
Diiisukan Terseret Kasus Dugaan Judi Online, Budi Arie Malah ‘Mejeng’ di Pelantikan Paus Leo XIV
Budi Arie Setiadi menghadiri pelantikan pemimpin Gereja Katolik Paus Leo XIV di Basilika Santo Petrus, Vatikan.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 18 Mei 2025
Diiisukan Terseret Kasus Dugaan Judi Online, Budi Arie Malah ‘Mejeng’ di Pelantikan Paus Leo XIV
Dunia
Paus Leo XIV Dilantik Hari ini di Basilika Santo Petrus, 250 Ribu Orang hingga Sejumlah Pemimpin Dunia Hadir
Pelantikan ini digelar 10 hari setelah Paus Leo XIV yang bernama asli Robert Francis Prevost resmi terpilih sebagai penerus mendiang Paus Fransiskus.
Dwi Astarini - Minggu, 18 Mei 2025
Paus Leo XIV Dilantik Hari ini di Basilika Santo Petrus, 250 Ribu Orang hingga Sejumlah Pemimpin Dunia Hadir
Bagikan