Presiden Jokowi dalam Perjalanan ke Kabul
Presiden Jokowi dan Ibu Negara di atas Pesawat Kepresidenan menuju Kabul dari Dhakka, Pakistan. (Twitter @pramonoanung)
MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo tetap memutuskan kunjungan ke Kabul, Afghanistan. Kunjungan ini di tengah kekhawatiran publik tanah air terkait keamanan Presiden ketika terjadi serangan kelompok Taliban di Ibu Kota Kabul.
Serangan bom mobil mematikan terjadi pada Sabtu (27/1) kemarin. Serangan bom yang diklaim Taliban itu menewaskan 103 orang.
Kabar terbaru dari Afghanistan, sebuah penembakan terjadi di sebuah akademi militer, di Ibu Kota Kabul, Senin (29/1) pagi. Laporan dari media setempat Pajhwok melalui media sosialnya, penembakan menewaskan dua tentara nasional dan setidaknya 10 luka-luka. Tiga pelaku tewas ditembak, 2 pelaku ditangkap, dan seorang pelaku lain masih dalam pengepungan.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung lewat akun Twitter-nya menyatakan, Presiden Jokowi tengah dalam perjalanan ke Kabul.
"Presiden @jokowi sdh di dalam pesawat dari Dhaka menuju Kabul Afganistan dan merupakan kunjungan setelah Presiden Soekarno pada tahun 1961, kunjungan sbg kawan#Bismillah," tulis Pramono.
Kunjungan Jokowi ke Afghanistan merupakan rangkaian kunjungan setelah sebelumnya ke Pakistan dan Bangladesh.
Peneliti terorisme Ridlwan Habib menilai kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kabul, Afghanistan, pasca serangan bom mobil di wilayah tersebut merupakan tindakan sangat berani. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan hingga Sabtu, Gubernur Pramono: Pasti Ada yang Buka karena Asosiasi tak Bisa Melarang
Menuju IPO, Pramono Tekankan Work Smart dan Budaya Transparansi di Bank Jakarta
Pramono Minta BMKG Tak Hanya Fokus Jakarta, OMC Diperluas ke Tangerang-Bekasi
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Dukung Akses Pendidikan Inklusif, Pemprov DKI Tambah Bus Sekolah Ramah Disabilitas
Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem, Pramono Siapkan Kebijakan WFH dan PJJ
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
Musim Hujan Picu Lonjakan DBD di Jakarta, Pramono Anung: Wilayah Barat dan Utara Rawan
Transjabodetabek Bakal Tembus Bandara Soetta, Pramono: Saya Yakin akan Ramai