MERAHPUTIH.COM — SAAT Iran menunda pemilihan pemimpin baru, Presiden AS Donald Trump menyampaikan idenya tentang siapa pemimpin yang pas. Trump, pada Kamis (5/3), mengatakan ingin struktur kepemimpinan Iran disingkirkan. Ia mengklaim punya beberapa kandidat yang dapat menjadi ‘pemimpin baik’ bagi negara tersebut.
"Kami ingin masuk dan membersihkan semuanya," kata Trump kepada NBC News melalui sambungan telepon.
Ia menegaskan pihaknya tidak menginginkan sosok calon pemimpin yang akan membangun kembali Iran dalam kurun waktu 10 tahun. Trump mengaku memiliki beberapa orang yang dapat memimpin Iran. Namun, ia menolak menyebutkan nama-nama itu. Ia menambahkan telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan mereka yang ada dalam daftar nama tersebut akan selamat dari perang. "Kami mengawasi mereka, ya," imbuhnya.
Pernyataan Trump itu mendapat banyak komentar dalam wawancaranya dengan NBC News pada Sabtu. Saat ditanya siapa yang mungkin memimpin Iran di masa depan, Trump mengaku belum yakin. Namun, Trump berkelakar bahwa pejabat Iran mungkin suatu saat akan menghubunginya untuk mempertanyakan pilihannya.
Baca juga:
Putra Mahkota Ali Khamenei Mau Dihabisi Israel, Iran Tunda Pemilihan Pemimpin Tertinggi Baru
Trump juga menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi yang mengatakan kepada NBC Nightly News bahwa Iran siap menghadapi kemungkinan invasi darat oleh pasukan AS dan Israel.
Trump menyebut komentar Aragchi itu ‘sia-sia’ karena dia menegaskan tidak akan mempertimbangkan invasi darat. Ia juga berjanji bahwa tempo dan intensitas serangan akan terus berlanjut.
"Itu buang-buang waktu. Mereka (Iran) telah kehilangan segalanya. Mereka telah kehilangan angkatan laut mereka. Mereka telah kehilangan semua yang bisa mereka hilangkan," ujarnya.(*)
Baca juga:
3 Dewan Pemimpin Sementara Iran Setelah Ayatollah Khamenei Gugur, Nama dan Profilnya