Merahputih.com - PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mematangkan persiapan operasional Jalan Layang MBZ menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, Mudik Lebaran, Arus Balik, dan Idul Fitri 1447 H.
Langkah strategis ini bertujuan mendukung kelancaran perjalanan serta mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang melintasi jalur layang terpanjang di Indonesia tersebut.
Baca juga:
Direktur Utama PT JJC, Hendri Taufik, menegaskan bahwa pemantauan kondisi lalu lintas kini berlangsung lebih intensif menggunakan teknologi mutakhir. Perangkat canggih seperti Traffic Counting, CCTV, serta Dynamic Message Sign (DMS) telah terpasang di berbagai titik strategis.
"Pemantauan intensif melalui perangkat Traffic Counting, CCTV, Dynamic Message Sign serta Variable Message Sign yang tersebar di sepanjang ruas Jalan Layang MBZ guna mempercepat penyampaian informasi kepada pengguna jalan," ujar Hendri Taufik di Bekasi, Kamis (12/3).
Armada Siaga dan Pos Pantau Strategis
Guna memperkuat koordinasi di lapangan, PT JJC mengoperasikan pos pantau di Kantor Operasi Cikunir dan Kantor Operasi Karawang Barat. Selain itu, sejumlah armada operasional disiagakan untuk menangani gangguan lalu lintas secara cepat, mulai dari empat unit Mobile Customer Service, sembilan unit mobil derek, dua unit ambulans, hingga tim motoris.
"Armada operasional tersebut disiagakan dan siap membantu penanganan gangguan lalu lintas maupun kondisi darurat di sepanjang ruas Jalan Layang MBZ," tambah Hendri.
Upaya perbaikan infrastruktur juga terus dikebut, meliputi pengaspalan ulang (scrapping, filling, overlay), pengecatan marka jalan yang mulai pudar, hingga inspeksi visual jembatan secara berkala untuk menjamin keamanan pengguna jalan.
Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
Data internal PT JJC memproyeksikan adanya kenaikan volume kendaraan sebesar 48,4 persen dibandingkan hari normal. Lonjakan ini juga mencatatkan kenaikan 0,51 persen dari periode Lebaran tahun lalu. Puncak arus mudik pertama diprediksi jatuh pada 18 Maret 2026, dengan perkiraan 61.467 kendaraan menyerbu Jalur A.
Baca juga:
Puncak mudik kedua diperkirakan terjadi pada 19 Maret 2026. Sementara itu, arus balik diprediksi mencapai titik tertinggi pada 24 Maret dan 29 Maret 2026, di mana volume kendaraan di Jalur B diperkirakan menembus angka 56.985 unit.
"Kami berkomitmen untuk memastikan Jalan Layang MBZ tetap dapat melayani pengguna jalan secara aman, nyaman dan lancar selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran," pungkas Hendri.
Pengendara diimbau untuk memastikan kecukupan saldo uang elektronik, bahan bakar, serta kondisi fisik yang prima sebelum memulai perjalanan guna menghindari kendala di atas jalur layang.