Pramono-Rano Bakal Buat Giant Mangrove Wall untuk Atasi Banjir Rob di Jakarta

Frengky AruanFrengky Aruan - Selasa, 21 Januari 2025
Pramono-Rano Bakal Buat Giant Mangrove Wall untuk Atasi Banjir Rob di Jakarta

Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung (kiri) dan Rano Karno (kanan). (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Penanaman mangrove akan dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih Pilkada Jakarta 2024, Pramono Anung-Rano Karno dalam mengatasi bencana pasang air laut atau banjir rob yang kerap menghantui wilayah pesisir Jakarta.

Program penanaman mangrove ini akan diberi nama Restorasi Pesisir Utara (SIPUT) berupa Giant Mangrove Wall.

Rencana itu diungkapkan oleh Pakar Tata Kota yang juga tergabung dalam Tim Transisi Pram-Rano, Nirwono Joga dalam diskusi bersama Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta dengan tema 'Kemenangan Rakyat Jakarta' di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (21/1).

"Ini bukan untuk membandingkan dengan program pusat, dengan Giant Sea Wall. Ini untuk memperkuat. Kalau pemerintah nanti melanjutkan Giant Sea Wall, Pemda DKI mau ngapain? Kita melakukan Giant Mangrove Wall," ucap Nirwono.

Baca juga:

PDIP DKI Dorong Pramono-Rano Fokus Normalisasi 4 Sungai di Jakarta

Nirwono mengungkapkan, panjang pantai di Jakarta adalah 32 kilometer. Dari panjang itu, ditargetkan penanaman mangrove sepanjang 1 kilometer per tahun.

"Kalau kita lihat dari pantai utara Jakarta, kan sebagian tidak bisa ditanami mangrove. Misal, Tanjung Priok, Pelindo ya. Artinya hanya ada beberapa lokasi yang masih mungkin untuk ditanami mangrove, maka kita akan membangun Giant Mangrove Wall tadi," papar Nirwono.

Orang yang akan menanam mangrove ini adalah para nelayan atau warga sekitar. Mereka pun akan diberi tanggung jawab untuk mengelolanya.

"Jadi para nelayan, warga sekitar yang langsung terdampak, justru yang bertanggung jawab untuk apa? Menanam, memelihara, merawat, bahkan nanti diberikan honor. Kenapa? Karena pada saat nanti mangrovenya besar dan sebagainya, yang mendapat keuntungan siapa? Justru mereka nanti yang akan memanen," jelas Nirwono.

"Ada ikan, kepiting, udang, kerang, dan sebagainya kan justru ada di mangrove. Ini yang membedakan secara umum program yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat," lanjut dia. (Asp)

#Pramono Anung #Pramono Anung-Rano Karno #Banjir Rob #Giant Mangrove Wall #Pemprov DKI #Pemprov DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gubernur Pramono Klaim Transportasi Jakarta Lebih Baik daripada New York
Pramono menyebut salah satu hal yang menjadi perhatian Mamdani yakni bagaimana Jakarta mengintegrasikan berbagai moda transportasi dengan dukungan subsidi pemerintah daerah.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Gubernur Pramono Klaim Transportasi Jakarta Lebih Baik daripada New York
Indonesia
Gubernur DKI Bakal Evaluasi Car Free Day dan Sistem Ganjil-Genap
Pramono Anung mengatakan akan mengevaluasi penerapan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) dan sistem ganjil genap.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Gubernur DKI Bakal Evaluasi Car Free Day dan Sistem Ganjil-Genap
Indonesia
Pemprov DKI Keruk Anak Kali Krukut Setelah Hampir 60 Tahun, Penataan Ditargetkan Rampung 2028
Pemprov DKI mengeruk Anak Kali Krukut di Kebon Melati setelah hampir 60 tahun. Penataan sepanjang 2,3 km ditargetkan rampung 2028.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Pemprov DKI Keruk Anak Kali Krukut Setelah Hampir 60 Tahun, Penataan Ditargetkan Rampung 2028
Indonesia
Bank Jakarta dan PT SMI Siapkan Rp 2,11 Triliun untuk 7 Proyek Infrastruktur
Bank Jakarta dan PT SMI menyiapkan Rp 2,11 triliun untuk membantu tujuh proyek infrastruktur.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Bank Jakarta dan PT SMI Siapkan Rp 2,11 Triliun untuk 7 Proyek Infrastruktur
Indonesia
Pramono Soroti Kemacetan, Polusi, dan Sampah sebagai Tantangan Iklim Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan aksi iklim harus berangkat dari persoalan sehari-hari dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Pramono Soroti Kemacetan, Polusi, dan Sampah sebagai Tantangan Iklim Jakarta
Indonesia
Pramono Pamer Integrasi Transortasi Jakarta ke Para Wali Kota Dunia di New York
Jakarta juga mulai memperkuat elektrifikasi transportasi publik. Hingga 2026, Transjakarta mengoperasikan sekitar 4.792 armada, termasuk 500 bus listrik.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Pramono Pamer Integrasi Transortasi Jakarta ke Para Wali Kota Dunia di New York
Indonesia
Pasien Cuci Darah Makin Muda, Dinkes DKI Ingatkan Warga Tak Sembarangan Beli Obat
Dinkes DKI Jakarta menyoroti pasien cuci darah yang semakin muda. Safitri Handayana menyebut pasien berusia 20 tahun sudah banyak mengakses layanan cuci darah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Pasien Cuci Darah Makin Muda, Dinkes DKI Ingatkan Warga Tak Sembarangan Beli Obat
Indonesia
Perubahan APBD DKI 2026 Disepakati Rp79,56 Triliun, Layanan Dasar Tetap Dijaga
DPRD DKI dan TAPD menyepakati Perubahan APBD 2026 sebesar Rp 79,56 triliun. Layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan bansos tetap dijaga.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Perubahan APBD DKI 2026 Disepakati Rp79,56 Triliun, Layanan Dasar Tetap Dijaga
Indonesia
Danantara Mulai Kaji Pendanaan LRT Jakarta, Integrasi MRT dan Transjakarta Disiapkan
Danantara kini mulai mengkaji pendanaan LRT Jakarta. Integrasi dengan MRT dan Transjakarta sudah masuk pembahasan.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Danantara Mulai Kaji Pendanaan LRT Jakarta, Integrasi MRT dan Transjakarta Disiapkan
Indonesia
Pemprov DKI tak akan Bongkar Jalur Sepeda di Jakarta
Namun, ada sejumlah aspek yang menjadi bahan evaluasi keberadaan lajur sepeda itu, agar nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Pemprov DKI tak akan Bongkar Jalur Sepeda di Jakarta
Bagikan