Pramono Mau Ubah RSUD Jadi Rumah Sakit Internasional, Yakin Pasti Lebih Keren
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Foto: MerahPutih.com/Asropih)
MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memiliki keinginan untuk mengubah nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sakit Internasional.
Sebab menurut Pramono, penggunaan kata RSUD menunjukkan Jakarta tak percaya diri yang memiliki fasilitas mempuni.
"Dalam rapat saya memutuskan sudah engak boleh lagi pakai kata RSUD karena memakai kata RSUD itu mengecilkan diri sendiri," kata Pramono di Jakarta, yang dikutip Minggu (20/4).
Baca juga:
RSUD Bisa Layani Transplantasi Organ, Bahkan Ada Paket Lengkap Ginjal-Kornea-Jantung
Ia pun mengambil contoh RSUD Tarakan. Pramono lanjut bercerita, bahwa fasilitas dan suasana di sana sangat bagus.
"Ketika saya mengajukan syarat menjadi gubernur harus checkup di RSUD Tarakan. Fasilitasnya bagus banget, tempatnya bagus banget, begitu namanya menjadi RSUD, maka grade-nya menjadi turun," terang dia.
Oleh sebab itu, sudah selayaknya nama RSUD diganti dengan Rumah sakit Internasional. Menurut dia, juga nama tersebut enak didengar di kuping alias keren.
"Kenapa gak dinaikan saja menjadi Rumah Sakit Internasional Tarakan. Pasti akan beda. Termasuk usulan kepada kepada saya RSUD Cakung. Saya bilang idenya RSUD Internasional Cakung, pasti lebih keren," paparnya.
Baca juga:
Pemprov DKI Bakal Bangun RSUD Internasional di Cakung, Ditargetkan Mulai Tahun ini
Ada beberapa rumah sakit di Jakarta bakal mengalami perubahan nama. Perubahan diksi RSUD ini, lanjut Pramono, bisa dilakukan saat nama rumah sakit itu berubah.
"Banyak RS di Jakarta yang mau diubah namanya. Misalnya menjadi RS Ali Sadikin. Atau yang lain, nanti kita sepakati bersama. Yang paling penting, kita memberikan penghargaan kepada siapapun yang berjasa," tutupnya. (Asp).
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Banjir Setinggi 50 Sentimeter Genangi Kawasan Green Garden Kedoya Kebon Jeruk Jakbar
Curah Hujan Jakarta Tembus 267 Milimeter, Pramono Sebut Sangat Jarang Terjadi
Kelapa Gading hingga Koja Rawan Banjir, Pemprov DKI Fokus Benahi Kali Cakung Lama
Gubernur Pramono Minta Maaf Pengendara Meninggal Saat Jakarta Macet Akibat Banjir
Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan hingga Sabtu, Gubernur Pramono: Pasti Ada yang Buka karena Asosiasi tak Bisa Melarang
Menuju IPO, Pramono Tekankan Work Smart dan Budaya Transparansi di Bank Jakarta
Pramono Minta BMKG Tak Hanya Fokus Jakarta, OMC Diperluas ke Tangerang-Bekasi
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Dukung Akses Pendidikan Inklusif, Pemprov DKI Tambah Bus Sekolah Ramah Disabilitas
Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem, Pramono Siapkan Kebijakan WFH dan PJJ