MerahPutih.com - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengumpulkan seluruh PPSU dan perangkat wilayah, imbas kasus skandal manipulasi foto AI yang terjadi di Kelurahan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Menurut Pramono, kasus manipulasi laporan JAKI dari warga di Kalisari itu menjadi peringatan keras bagi Pemprov DKI Jakarta.
“Yang di Kalisari, memang itu betul-betul mencoreng wajah Jakarta. Dan kami, saya sebagai Gubernur, tidak mau itu terulang kembali, sehingga tidak ada ruang untuk itu bisa diulang kembali,” kata Pramono, dalam forum Town Hall Meeting di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Rabu (15/4).
Baca juga:
Pekerjakan Kembali 3 PPSU Skandal Foto AI Kalisari, Pramono Tegaskan Tidak Ada Kesempatan Ketiga
Akses Unggah Foto di JAKI Dibatasi
Gubernur menegaskan perlunya adanya pembenahan sistem dan tata kelola, khususnya terkait mekanisme pelaporan dan unggahan hasil kerja di lapangan agar lebih transparan dan akurat.
Pramono mengungkapkan salah satu langkah konkret yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta ke depan adalah memperketat sistem verifikasi laporan, termasuk membatasi akses unggahan hanya kepada pihak yang berwenang.
“Jadi yang berhak meng-upload ialah yang boleh meng-upload. Makanya sistemnya diperbaiki,” imbuh orang nomor satu di Pemprov Jakarta itu.
Baca juga:
Balas Aduan JAKI Pakai AI, Lurah Kalisari Kini Dinonaktifkan
Hilangkan Budaya Asal Pimpinan Senang
Tak hanya itu, Gubernur juga menyoroti pentingnya perubahan pola kerja di internal PPSU dan jajaran pemerintah wilayah, agar tidak sekadar memenuhi administrasi, melainkan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.
“Saya minta tidak boleh lagi hanya sekadar memberikan atau menyenangkan pimpinan, tetapi kerja riil di lapangan,” tandas politikus PDIP itu. (*)