Pramono Anung: Ada Kelompok yang Ingin Pisahkan Jokowi dan Megawati

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Rabu, 04 Februari 2015
Pramono Anung: Ada Kelompok yang Ingin Pisahkan Jokowi dan Megawati

Pramono Anung mengakui jika belakangan ini ada kelompok-kelompok tertentu yang akan memisahkan Jokowi dan Megawati (Foto: Antarafoto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Politik - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pramono Anung mengakui jika belakangan ini ada kelompok-kelompok tertentu yang akan memisahkan hubungan kedekatan antara Presiden Joko Widodo alias Jokowi dengan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP yang mengusung dan mengantarkan Jokowi sebagai Presiden.

"Ada keinginan memisahkan Jokowi dengan Ibu Mega. Itu ada kolompok-kolompok tertentu. Tapi saya tidak bisa menyebutkan kolompok mana dan dari mana asalnya," kata Pramono saat menjadi pembicara pada acara diskusi bertajuk "Benarkah Jokowi Boneka Megawati? Atau Megawati Yang Sebenarnya Dihancurkan oleh Mereka Yang Merusak Jokowi?" di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/2).

BACA JUGA: Pengaruh Megawati Sudah Mulai Menurun Sebagai Ketum?

Menurut Pram, cara kerja kelompok-kelompok yang akan memisahkan antara Jokowi dan Megawati tersebut beragam. Misalnya, kata Pram, ada yang bersifat terbuka dan ada pula yang bersifat tertutup. Namun demikian, apapun dan bagaimanapun cara mereka hal itu, kata Pram, tidak akan bisa terealisasi. Sebab, Jokowi dan Megawati memiliki hubungan emosional yang sudah terbangun sudah lama.

"Bagaimanapun Ibu Mega menempatkan diri berhadapan dengan Jokowi karena hubungan Jokowi dan Ibu Mega bersifat personal dan kenegaraan," pungkas Pram.

Hubungan personal yang dimaksud Pram adalah Jokowi sebagai kader dan petugas partai sekaligus, sehingga Megawati memanggil Jokowi dengan panggil "dik". Sementara hubungan kenegaraan sejak dilantik menjadi Presiden, Megawati memanggil Jokowi dengan panggilan "pak".

"Jadi ada hubungan personal dan kenegaraan dan itu terlihat dengan sangat jelas. Terkait hubungan kenegaraan, Ibu Mega selalu minta waktu ke istana," katanya. (hur)

 

BERITA LAINNYA:

Kodim 0502/JU Angkut Seribu Karung Sampah dari Kali Ciliwung

Polres Jaksel Cari Polisi Penabrak Siswi SMK

#PDIP #Presiden Jokowi #Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Presiden Prabowo Bertemu Megawati Bahas Politik, Said Abdullah: Murni Silaturahmi
Pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung dalam suasana duka setelah wafatnya Guruh Soekarnoputera, adik Megawati.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Bertemu Megawati Bahas Politik, Said Abdullah: Murni Silaturahmi
Indonesia
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
Kabar duka menyelimuti Tanah Air atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra. Simak momen haru saat Megawati hadir langsung ke TPU Karet Bivak dan kenangan terakhir sang maestro seni.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Megawati menegaskan kekayaan mineral dan hutan di darat maupun laut semestinya dikelola untuk kemakmuran rakyat banyak
Angga Yudha Pratama - Senin, 17 Agustus 2026
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Bagikan