Merahputih.com - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi menilai sikap Prabowo yang cenderung lebih percaya pihak asing sangat kontradiktif dengan apa yang selama ini dia kampanyekan ke publik.
“Prabowo selama kampanye kan mendaku seolah-olah dia paling nasionalis, dan bahkan sambil menggebrak-gebrak meja menuding banyak pihak sebagai antek asing. Lah nyatanya sekarang kok seperti dia yang antek asing,” ujar Ari kepada merahputih.com, Rabu (8/5).
Hal itu dikatakan Ari menanggapi pertemuan Prabowo dengan perwakilan kedutaan besar negara sahabat dan wartawan asing di kediamannya, Jl Kertanegara IV, Jakarta, Senin (6/5) malam.
Dalam pertemuan yang melarang kehadiran wartawan nasional itu, Prabowo menuding banyak kecurangan pemilu di Indonesia. Ari yang juga mantan wartawan ini menyoroti khusus perlakuan Prabowo yang sangat berbeda antara wartawan nasional dan wartawan asing.
BACA JUGA: Berikan Data Kecurangan Pemilu ke Media Asing, Prabowo Salah Alamat
Prabowo juga dinilai sudah tidak percaya dengan institusi nasional dan lebih mengutamakan pihak asing. Ini terlihat dari sikapnya yang terus melontarkan tudingan miring kepada penyelenggara pemilu, namun di sisi lain ‘curhat’ kepada perwakilan kedutaan besar negara sahabat dan wartawan asing.
“Lucunya wartawan nasional yang punya hak atas akses informasi yang sama justru dilarang meliput. Sudah menuding KPU yang tidak-tidak, sekarang wartawan nasional pun dilarang meliput. Ini kan seperti sudah tidak percaya institusi nasional, dan lebih percaya asing dalam menyelesaikan persoalan dalam negeri,” jelas dia.
Bahkan, pada peringatan Hari Buruh 1 Mei lalu dimana sebagian wartawan nasional juga merayakannya, Prabowo juga mengatakan kepada media, 'Kami mencatat kelakuan-kelakuanmu satu-satu. Kami bukan kambing-kambing yang bisa kau atur-atur'.
“Sesungguhnya itu pernyataan yang sangat kasar kepada wartawan nasional. Tetapi sebaliknya kok sama wartawan asing Prabowo seperti memberi karpet merah?,” ujar Ari. (Knu)