MerahPutih.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengonfirmasi alasan ketidakhadirannya saat disapa langsung Presiden Prabowo Subianto dalam perhelatan Raat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD kemarin.
Melalui unggahan resmi di akun media sosialnya, Jumat (23/10), Dedi menjelaskan harus berada di lapangan untuk memimpin langsung proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan.
Gubernur Jabar itu lebih memilih ikut membantu pemadaman karhutla atas saran Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta telah dilaporkan secara resmi kepada Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Penanganan kebakaran Ciremai itu merupakan fokus prioritas yang disarankan oleh Pak Mensesneg. Saya juga sudah lapor ke Pak Seskab,
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Baca juga:
KDM Sempat Dicari-cari Presiden Prabowo di Acara
Sebelumnya, saat memberikan taklimat di hadapan seluruh jajaran kepala daerah se-Indonesia, Presiden Prabowo Subianto sempat secara spontan mencari keberadaan sosok pimpinan Pemprov Jabar tersebut.
Mengingat lokasi acara berada di Jakarta, Prabowo berseloroh mengenai ketidakhadiran Gubernur Jawa Barat yang posisinya paling dekat dengan ibu kota.
Namun, Kepala Negara memaklumi situasi lapangan dan menyadari bahwa KDM tengah memegang agenda kerja yang sangat padat.
Ke mana KDM? Yang paling dekat enggak hadir malah, pasti sibuk,
Presiden Prabowo Subianto saat menyapa peserta Rakornas di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10).
Baca juga:
Canda Prabowo Bikin Pecah JIExpo: Letkol Ngatur Presiden Ini Gimana, Gue Ini Presiden, Ted!
Helikopter Water Bombing dan 1.000 Personel Diterjunkan Padamkan Karhutla Ciremai
Mengenai situasi terkini di lapangan, Dedi Mulyadi memastikan bahwa kobaran api di lereng gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut telah berhasil diisolasi agar tidak meluas.
Guna mengoptimalkan proses pemadaman di medan terjal, Pemprov Jabar telah berkoordinasi dengan Wamenhan, Panglima TNI, hingga KSAU untuk menerjunkan helikopter water bombing dari Bogor menuju Kertajati dan Majalengka.
Sebanyak 1.000 personel gabungan TNI, Polri, serta relawan masyarakat juga dikerahkan guna membangun kanal pemadam alamiah di sepanjang lereng gunung. (*)