PPKM Jakarta Level 1, Penumpang Bus AKAP Mulai Meningkat

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 08 November 2021
PPKM Jakarta Level 1, Penumpang Bus AKAP Mulai Meningkat

Petugas memeriksa suhu tubuh dari pemudik saat tiba di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Sabtu (15/5/2021). (Foto: Antara /M Risyal Hidayat/aww)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang Jakarta Timur mencatat adanya kenaikan penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) setelah pemerintah menurunkan status pembatasan pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM) di DKI Jakarta menjadi level satu.

Kepala Terminal Bus Pulo Gebang, Bernard Pasaribu, mengatakan, jumlah keberangkatan penumpang dari Terminal Bus Pulo Gebang, setelah DKI Jakarta bersatus level satu, ada sebanyak 181 penumpang, pada 2-6 November.

Baca Juga:

DKI Jakarta PPKM Level 1, Waktu Operasional MRT Diubah

"Keberangkatan paling banyak pada 5 November yakni 36 bus ke berbagai jurusan dengan 61 penumpang," ujar Bernard.

Sebelumnya, saat DKI Jakarta berstatus PPKM level dua, jumlah keberangkatan penumpang paling banyak hanya 10 orang per hari. Bahkan, pada 1 November hanya ada empat penumpang per hari.

"Setelah statusnya turun menjadi PPKM level satu jumlah keberangkatan penumpang berangsur-angsur meningkat," katanya.

Pemerintah menurunkan status PPKM di DKI Jakarta dari level dua menjadi level satu berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2021. Indikatornya, antara lain, penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan pandemi COVID-19.

Indikator lainnya, adalah capaian vaksinasi dosis pertama minimal 70 persen dan vaksinasi dosis satu untuk warga lanjut usia di atas 60 tahun minimal 60 persen.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Perhubungan DKI Jakarta Masdes Arouffy mengakui pelaksanaan ganjil-genap di DKI Jakarta masih belum optimal untuk menekan mobilitas kendaraan bermotor dan pengguna jasa transportasi umum pada PPKM level dua.

"Ada nilai positifnya, tapi kami akui belum signifikan,” kata Masdes Arouffy, dalam diskusi publik Masyarakat Transportasi Indonesia.

Penumpang mengenakan masker dalam bus TransJakarta di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/10/2021). . (Foto: Antara/Aprillio Akbar/foc)
Penumpang mengenakan masker dalam bus TransJakarta di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/10/2021). . (Foto: Antara/Aprillio Akbar/foc)

Masdes mengatakan, volume lalu lintas kendaraan bermotor selama periode PPKM level dua rata-rata mencapai 146.660 unit per hari atau naik 6,09 persen dibandingkan pada PPKM level tiga yakni mencapai 138.241 kendaraan, di tiga lokasi yang dipantau yakni Cipete, Senayan, dan Dukuh Atas.

Sedangkan jumlah penumpang angkutan umum perkotaan di Jakarta, kata dia, ada kenaikan tapi belum signfikan yakni 3,23 persen pada PPKM level dua.

Dia menjelaskan, pada PPKM level tiga jumlah penumpang angkutan umum perkotaan mencapai 808.000 dari lima jenis moda transportasi yakni TransJakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, KRL, dan KA Bandara.

Sedangkan pada PPKM level dua jumlah penumpangnya mencapai 834.000 orang atau naik 3,23 persen.

"Kita perlu waktu orang berpindah ke angkutan umum untuk dapat melihat konsistensi tren ke depan. Angkanya sudah positif tapi belum signifikan masih di bawah lima persen," katanya dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

DKI PPKM Level 1, Anies: Tidak Lepas dari Kerja Kolosal Kita

#PPKM #PPKM Level 1-4 #DKI Jakarta #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
BPBD DKI Ingatkan Potensi Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air
Wilayah yang masuk kategori Awas meliputi Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, serta Kabupaten Kepulauan Seribu.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
BPBD DKI Ingatkan Potensi Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air
Indonesia
Dukcapil DKI Padankan Data WNI dengan Imigrasi di Jakarta
Dukcapil juga memverifikasi alamat tempat tinggal WNA serta memantau perubahan status kependudukan.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Dukcapil DKI Padankan Data WNI dengan Imigrasi di Jakarta
Indonesia
Ketua DPRD Bela Gubernur Pramono Terbitkan Obligasi DKI meski Ditolak Menteri Purbaya
Kebutuhan pembiayaan pembangunan Jakarta tetap besar sehingga pemerintah daerah perlu mencari alternatif pendanaan.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Ketua DPRD Bela Gubernur Pramono Terbitkan Obligasi DKI meski Ditolak Menteri Purbaya
Indonesia
Pemprov DKI Buka 3 Tahap Uji Coba LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai
Uji coba diperlukan untuk mengetahui kekurangan layanan sebelum LRT Jakarta dioperasikan secara lebih luas.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Pemprov DKI Buka 3 Tahap Uji Coba LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai
Indonesia
Dalam 5 Tahun Seluruh Kabel di Jakarta Ditanam di Bawah Tanah
Bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta mengubah wajah kota agar lebih rapi, aman, dan nyaman bagi warga.
Yusuf Abdillah - Kamis, 10 September 2026
Dalam 5 Tahun Seluruh Kabel di Jakarta Ditanam di Bawah Tanah
Indonesia
Pemprov DKI Jamin Mahasiswa Terimbas Desil masih Tetap Kuliah
Ada 147 mahasiswa penerima KJMU yang mengeluhkan pemutakhiran desil.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Pemprov DKI Jamin Mahasiswa Terimbas Desil masih Tetap Kuliah
Indonesia
Kronologi Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Sempat Kirim Sinyal SOS ke Temannya
Rekan korban menerima sinyal 'SOS' itu melalui fitur jam di salah satu aplikasi.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Kronologi Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Sempat Kirim Sinyal SOS ke Temannya
Indonesia
Pramono Akui Sejumlah Wilayah Jakarta Alami Kekeringan, tapi sudah Teratasi
Masih bisa diatasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI karena ketersediaan air masih mencukupi.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Pramono Akui Sejumlah Wilayah Jakarta Alami Kekeringan, tapi sudah Teratasi
Indonesia
DPRD DKI Usulkan Penaikan Tarif Masuk Ragunan hingga Rp 10 Ribu
Pengelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Taman Margasatwa Ragunan memerlukan penyesuaian tarif.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
DPRD DKI Usulkan Penaikan Tarif Masuk Ragunan hingga Rp 10 Ribu
Indonesia
Kadishub DKI Jakarta Minta Maaf Tarif Parkir Naik Rp 60 Ribu Bikin Gaduh
Diketahui, tarif parkir di Jakarta diusulkan mengalami penyesuaian.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Kadishub DKI Jakarta Minta Maaf Tarif Parkir Naik Rp 60 Ribu Bikin Gaduh
Bagikan