Polri Selidiki Keberadaan Perempuan Misterius saat Ledakan Bom di Makassar

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 31 Maret 2021
Polri Selidiki Keberadaan Perempuan Misterius saat Ledakan Bom di Makassar

Ilustrasi bom. Foto: Istimewa

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mabes Polri menegaskan, perempuan yang terekam kamera pengawas atau CCTV di depan pintu gerbang Gereja Katedral Makassar sebelum peristiwa bom bunuh diri masih didalami keterlibatannya.

Ada dua perempuan yang terekam kamera di lokasi sekitar dan diduga mereka memberikan kode sebelum terjadinya peristiwa bom bunuh diri.

Baca Juga

Ini Sosok yang Mengetahui Secara Rinci Bom Bunuh Diri Sejoli di Makassar

"Itu masih didalami keterlibatan perempuan-perempuan itu di dalam peristiwa di Makassar," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (31/3).

Rusdi belum bisa memastikan apakah dua perempuan tersebut sudah tertangkap ketika Densus 88 melakukan penangkapan terhadap tiga orang perempuan di Makassar atau tidak. Pasalnya, saat ini masih dalam proses pendalaman.

"Itu masih didalami semuanya," ujar Rusdi.

Polisi bersenjata lengkap mengamankan lokasi setelah ledakan bom bunuh diri di gerbang Gereja Katedral, di Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujungpandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). (ANTARA)
Polisi bersenjata lengkap mengamankan lokasi setelah ledakan bom bunuh diri di gerbang Gereja Katedral, di Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujungpandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). (ANTARA)

Tim Densus 88 juga menangkap dua terduga teroris di Jawa Timur. Keduanya ditangkap di dua daerah berbeda, yakni Tulungagung dan Nganjuk.

"Penangkapan di Tulungagung, satu orang laki-laki berinisial NM usia 45 tahun dan penangkapan di Nganjuk satu orang laki-laki berinisial LAM usia 25 tahun," kata Rusdi.

Rusdi menyebut keduanya bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) wilayah Tulungagung dan Nganjuk. Tim Densus 88 mengamankan sejumlah barang bukti saat penangkapan.

"Dua buah senjata api, laptop, handphone, dan buku tentang fiqih jihad," kata dia.

Tim Densus 88, kata Rusdi, tengah mendalami peran NM dan LAM, serta barang bukti. Termasuk, potensi keterlibatan keduanya dalam bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.

"Sampai saat ini belum ada relasi antara (penangkapan di) Jawa Timur dengan Makassar. Ini sedang dialami," ujar jenderal bintang satu itu.

Sebelumnya, Densus 88 kembali menangkap satu terduga teroris di Makassar, Sulawesi Selatan berinisial I

Dia masuk kelompok Villa Mutiara yang diduga menjadi lokasi terduga teroris melakukan kajian dan mempelajari cara membuat bahan peledak.

Hingga saat ini, total terduga teroris yang ditangkap sebanyak 10 orang. Selain NM, Lam, dan I yang ditangkap hari ini, Densus 88 lebih dulu menangkap 7 terduga teroris.

Mereka, yakni AS, SAS, MR, dan AA pada Senin (29/3). Kemudian tiga orang perempuan berinisial M, MM, dan MAN, yang diringkus pada Selasa (30/3). (Knu)

Baca Juga

Terduga Teroris Serangan Katedral Makassar Berhubungan dengan FPI

#Teroris
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
ShowBiz
Pelaku Penyerangan di Konser Taylor Swift Austria Disidang, Hadapi Dakwaan Terorisme
Dituduh menyatakan kesetiaan kepada Islamic State, membuat bahan peledak, dan mencoba membeli senjata secara ilegal.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
 Pelaku Penyerangan di Konser Taylor Swift Austria Disidang, Hadapi Dakwaan Terorisme
Dunia
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Nama-nama yang masuk dalam daftar tersebut mencakup komandan senior IRGC serta perwira tinggi kepolisian yang diduga bertanggung jawab atas tindakan kekerasan di lapangan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Indonesia
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Pelaku menggunakan akun email milik mantan pacarnya dan mengaku sebagai dirinya. Hal ini dilakukan untuk mengelabui agar identitas aslinya tak terlacak.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Dunia
Presiden AS Trump Tetapkan Ikhwanul Muslimin Organisasi Teroris Global
AS juga menuding para pemimpin Ikhwanul Muslimin telah lama memberikan dukungan material kepada Hamas.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Presiden AS Trump Tetapkan Ikhwanul Muslimin Organisasi Teroris Global
Indonesia
Kecanduan dan Broken Home, Paket Kombo Anak Rawan Direkrut Jaringan Teroris
Densus 88 Anti Teror mengungkapkan fakta mengejutkan ada 110 anak yang diduga direkrut ke dalam jaringan teroris sepanjang 2025 lewat permainan game online.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Kecanduan dan Broken Home, Paket Kombo Anak Rawan Direkrut Jaringan Teroris
Indonesia
Polisi Bongkar Sindikat Teroris ‘ISIS’ Perekrut Anak-Anak, Lakukan Propaganda via Gim Online sampai Medsos
Para tersangka itu merekrut anak dan pelajar dengan memanfaatkan ruang digital, mulai dari media sosial, gim online, aplikasi pesan hingga situs tertutup.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Polisi Bongkar Sindikat Teroris ‘ISIS’ Perekrut Anak-Anak, Lakukan Propaganda via Gim Online sampai Medsos
Indonesia
Menko Yusril Sebut Pengadilan Militer AS Akan Adili Hambali Bulan Depan
Yusril menyebut pemerintah tidak menetapkan target waktu penyelesaian, karena hal ini tidak termasuk prioritas yang harus segera dirampungkan.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 09 Oktober 2025
Menko Yusril Sebut Pengadilan Militer AS Akan Adili Hambali Bulan Depan
Indonesia
4 Teroris Ditangkap di Sumut dan Sumbar, Diduga Sebarkan Paham Radikal hingga Dukung ISIS
Mereka diketahui aktif menyebarkan propaganda serta ajakan melakukan aksi teror melalui media sosial, baik dalam bentuk unggahan tulisan, gambar, maupun video yang mengarah pada dukungan terhadap Daulah ISIS.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Oktober 2025
4 Teroris Ditangkap di Sumut dan Sumbar, Diduga Sebarkan Paham Radikal hingga Dukung ISIS
Indonesia
785 Korban Terorisme Telah Terima Kompensasi Dari Negara, Tertinggi Rp 250 Juta
Pada tahun 2025, jumlah korban yang masih aktif dalam layanan LPSK tercatat sebanyak 30 terlindung per Agustus,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Agustus 2025
785 Korban Terorisme Telah Terima Kompensasi Dari Negara, Tertinggi Rp 250 Juta
Bagikan