Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Polri Minta Interpol Tangkap Pelaku Perdagangan Mahasiswa Magang di Jerman

Soffi AmiraSoffi Amira - Kamis, 25 April 2024
Polri Minta Interpol Tangkap Pelaku Perdagangan Mahasiswa Magang di Jerman

Karopenmas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko. Foto: MerahPutih.com/Kanu

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kasus dugaan tindak perdagangan mahasiswa magang ke Jerman memasuki babak baru. Mabes Polri pun mengajukan red notice ke Interpol agar dua tersangka kasus Ferienjob dijadikan buron internasional.

Lalu, dua tersangka berinisial. ER alias EW (39) dan A alias AE (37), diduga menjadi otak pelaku sindikat ini. Keduanya disebut kini masih beradi di Jerman. Mereka sebelumnya juga telah masuk daftar pencarian orang (DPO) atau buron karena mangkir dari pemeriksaan.

"Penyidik menyampaikan telah menerbitkan adanya red notice ya terhadap dua tersangka tersebut untuk secara teknis lainnya," kata Karo Penmas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/4).

Baca juga:

Terjadi TPPO, Kemenko PMK Bakal Benahi Regulasi Mahasiswa Magang ke Luar Negeri

Red notice merupakan permintaan kepada penegak hukum di semua negara untuk menangkap seseorang hingga diekstradisi ke negara yang mengirimkan permintaan.

Otoritas yang menerbitkan red notice adalah Kepolisian Internasional atau Interpol dan Polri salah satu di dalamnya. Trunoyudo memastikan, Polri akan menuntaskan kasus ini.

"Menjadi kewajiban Polri untuk menuntaskan perkara ini dengan prosedural dan tentunya secara baik menurut undang-undang," terang dia.

Pada kasus ini, Polri menetapkan lima tersangka, yaitu Sihol Situngkir (65), AJ (52), MZ (60), ER alias EW (39), dan A alias AE (37).

Baca juga:

Otak Sindikat Perdagangan Orang Modus Magang ke Jerman Buron

Sedangkan untuk tersangka Sihol, AJ, dan MZ tidak ditahan, tetapi dikenakan wajib lapor. Lalu, dua tersangka lainnya berstatus buron dan diduga ada di Jerman.

Sekitar 1.047 mahasiswa menjadi korban dan 33 kampus terlibat dalam kasus ini. Setibanya di Jerman, para mahasiswa itu disebut dieksploitasi dan dipekerjakan tidak sesuai kontrak dan jurusannya.

Adapun kampus-kampus itu bekerja sama dengan sebuah perusahaan, yaitu PT SHB, untuk mengirim mahasiswa mereka ke Jerman lewat modus program magang Kampus Merdeka. (knu)

Baca juga:

Universitas Diminta tak Tergiur Tawaran Pengiriman Mahasiswa Magang ke Luar Negeri

#Mahasiswa #Perdagangan Manusia #Jerman
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Munich Darurat Air, Nyuci Mobil Sendiri Bisa Bikin Rekening Tabungan Langsung Jebol
Aturan baru ini melarang warga mengisi atau mengoperasikan kolam renang pribadi, air mancur pribadi, serta fasilitas bermain air
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 Juli 2026
Munich Darurat Air, Nyuci Mobil Sendiri Bisa Bikin Rekening Tabungan Langsung Jebol
Dunia
Gelombang Panas di Jerman Bikin Kematian karena Tenggelam Meningkat Tajam Sejak 2003
Sebanyak 99 orang dilaporkan tenggelam di Jerman sepanjang bulan lalu.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Gelombang Panas di Jerman Bikin Kematian karena Tenggelam Meningkat Tajam Sejak 2003
Fun
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Mahasiswa DKV Universitas Telkom Purwokerto, Ragatama Arrauf Rahmaputra, viral setelah tampil dengan corpse paint saat sidang Tugas Akhir.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Berita
Jürgen Klopp Resmi Jadi Pelatih Baru Timnas Jerman, Fabrizio Romano Bocorkan Kontrak Jangka Panjang dengan Der Panzer
Sebelum menerima pinangan tim nasional, nama mantan pelatih Borussia Dortmund ini sempat dikaitkan dengan sejumlah klub raksasa Eropa termasuk Real Madrid
Angga Yudha Pratama - Senin, 06 Juli 2026
Jürgen Klopp Resmi Jadi Pelatih Baru Timnas Jerman, Fabrizio Romano Bocorkan Kontrak Jangka Panjang dengan Der Panzer
Olahraga
Toni Kroos Sebut Jerman Miskin Pemain Kelas Dunia Usai Babak Belur di Piala Dunia 2026
Mantan gelandang elegan ini menggarisbawahi kegagalan skuad mengantisipasi permainan disiplin Paraguay akibat rasa percaya diri berlebihan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Juli 2026
Toni Kroos Sebut Jerman Miskin Pemain Kelas Dunia Usai Babak Belur di Piala Dunia 2026
Olahraga
Jurgen Klopp Sudah Terbuka untuk Tangani Timnas Jerman, Julian Nagelsmann Berlindung di Balik Kontrak Baru
Julian Nagelsmann sebenarnya sempat memberikan asa ketika gol Kai Havertz mampu menyamakan kedudukan pasca-sundulan pemain Paraguay, Julio Enciso
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026
Jurgen Klopp Sudah Terbuka untuk Tangani Timnas Jerman, Julian Nagelsmann Berlindung di Balik Kontrak Baru
Olahraga
Jerman vs Paraguay 1-1: Der Panzer Gugur Lewat Adu Penalti
Kekalahan ini mencoreng reputasi Jerman sebagai tim spesialis turnamen besar
Angga Yudha Pratama - Selasa, 30 Juni 2026
Jerman vs Paraguay 1-1: Der Panzer Gugur Lewat Adu Penalti
Indonesia
Jangan Kelewatan, Hasil Seleksi Mandiri PTN, Diumumkan Selasa (30/6) Jam 16.00 WIB
Seluruh peserta untuk mengakses informasi hasil seleksi hanya melalui kanal resmi SMMPTN-Barat, melalui tautan: https://smmptnbarat.id/#pengumuman.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Jangan Kelewatan, Hasil Seleksi Mandiri PTN, Diumumkan Selasa (30/6) Jam 16.00 WIB
Olahraga
Jerman vs Paraguay: Der Panzer Diprediksi Melenggang Mulus ke Babak 16 Besar, La Albirroja Siap Beri Perlawanan
Kubu Paraguay memikul beban sejarah berat akibat kegagalan mencetak gol dalam lima laga fase gugur terdahulu
Angga Yudha Pratama - Senin, 29 Juni 2026
Jerman vs Paraguay: Der Panzer Diprediksi Melenggang Mulus ke Babak 16 Besar, La Albirroja Siap Beri Perlawanan
Indonesia
Mahasiswa Diberi Rp 20 Juta, Waka Komisi X DPR RI: jangan Dimanfaatkan untuk Politik Praktis
Siapa pun yang memberikan uang kepada mahasiswa untuk menggerakkan atau mengarahkan aksi telah merusak independensi, integritas, dan idealisme mahasiswa.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Mahasiswa Diberi Rp 20 Juta, Waka Komisi X DPR RI: jangan Dimanfaatkan untuk Politik Praktis
Bagikan