Politisi PDIP ke Andre Rosiade: Kau Bukan Tuhan, Jangan Kurang Ajar Sama Perempuan!

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 07 Februari 2020
Politisi PDIP ke Andre Rosiade: Kau Bukan Tuhan, Jangan Kurang Ajar Sama Perempuan!

Kader PDIP Dewi Tanjung di Polda Metro Jaya (Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Politisi PDIP Dewi Tanjung mengecam anggota DPR Andre Rosiade yang diduga menjebak seorang pekerja seks komersial (PSK) di Padang, Sumatera Barat untuk membuktikan adanya praktik prostitusi online di wilayah tersebut.

"Ini nyai bener-bener mau serius, mau menegur seseorang ya, seorang manusia atau boleh dibilang dia ini pejabat baru ya. Karena dia baru jadi pejabat, baru menjadi anggota DPR RI, jadi maklum aja dia masih cari panggung, masih cari sensasi dan popularitas," kata Dewi, Jumat (7/2).

Baca Juga

Ruhut Sitompul Sebut Andre Rosiade Overacting

Menurut Dewi, Andre tak pantas ikut melakukan penggerebekan mengungat posisinya sebagai anggota dewan. "Dia adalah Andre Rosiade, anggota DPR RI Komisi VI dari Partai Gerindra," sambungnya.

Kader PDIP Dewi Tanjung yakin bisa lengserkan Anies Baswedan
Kader PDIP Dewi Tanjung di Polda Metro Jaya (Foto: MP/Kanugrahan)

Dewi menambahkan, sekalipun NN adalah seorang PSK, namun tidak pantas diperlakukan seperti itu oleh Andre yang merupakan seorang wakil rakyat.

"Jadi kau anggap apa, perempuan ini kau anggap apa, objek yang untuk ditertawakan, iya? Apa kau anggap perempuan ini adalah sesuatu barang yang harus kita hina, dibully, begitu?Eggak ada otak kau Andre! Kau anggota dewan lho, kau ini wakil rakyat, tidak pantas kau berbuat begitu kepada rakyat, walau dia PSK sekalipun," tegasnya.

Baca Juga

Penjebakan PSK oleh Andre Rosiade Dinilai Bertentangan dengan Aturan Hukum

"Kau bukan Tuhan Andre. Jangan kurang ajar sama perempuan ya, seolah-olah kau paling baik dan benar. Baru jadi anggota DPR saja belagu kau," sindir Dewi.

Seperti diketahui, Andre Rosiade, mengungkap kasus prostitusi online di Kota Padang, Sumatera Barat. Namun, isu soal pengungkapan kasus prostitusi itu bergulir dan menyudutkan Andre Rosiade.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Gerindra Sumbar itu diduga menjebak kemudian menggerebek wanita pekerja seks itu di salah satu kamar hotel di Kota Padang.

Anggota DPR RI Andre Rosiade. (Foto : ANTARA/ Fathul Abdi).
Anggota DPR RI Andre Rosiade. (Foto : ANTARA/ Fathul Abdi).

Namun, Andre Rosiade membantah telah melakukan penjebakan dan penggerebekan. Ia menyatakan dalam kasus ini hanya menyuarakan aspirasi dari masyarakat yang resah mengenai adanya praktik prostitusi.

“Dan yang perlu diketahui, gue hanya menyalurkan aspirasi masyarakat ke pihak kepolisian. Yang mengungkap itu kan pihak kepolisian,” kata Andre di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2).

Baca Juga

Andre Rosiade Bantah Sudah Grebek PSK

Andre mengatakan tindakannya itu dilakukan karena tidak ingin praktik prostitusi di wilayah Padang marak. Apalagi, lanjut dia, jenis prostitusi online sudah menjamur dan sangat membahayakan generasi muda. (Knu)

#PDIP
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
Rayakan Bulan Bung Karno, PDIP Dorong Apresiasi Film Indonesia Lewat 'Ghost in the Cell'
Kulturanesia menggelar pemutaran film Ghost in the Cell dalam rangka merayakan bulan Bung Karno.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
Rayakan Bulan Bung Karno, PDIP Dorong Apresiasi Film Indonesia Lewat 'Ghost in the Cell'
Indonesia
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
"PDI Perjuangan sangat mengkhawatirkan terhadap menguatnya militerisme. Kita juga menolak berbagai bentuk pembungkaman terhadap komponen masyarakat yang kritis," kata Hasto
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
Indonesia
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menegaskan program bantuan sapi kurban Presiden memiliki dasar hukum dan mekanisme resmi dalam sistem keuangan negara.
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Indonesia
Presiden Prabowo Sebut PDIP dalam Pidato, Tegaskan Pemenang Tender tidak Boleh Dinilai dari Latar Belakang Politik
Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh membedakan pemenang tender berdasarkan latar belakang politik.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
Presiden Prabowo Sebut PDIP dalam Pidato, Tegaskan Pemenang Tender tidak Boleh Dinilai dari Latar Belakang Politik
Indonesia
Soroti Perpres Terbaru Prabowo, Kang TB: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Ekstremisme!
TB Hasanuddin menilai Perpres 8/2026 berpotensi multitafsir dan bisa menimbulkan labelisasi ekstremisme terhadap masyarakat.
Wisnu Cipto - Kamis, 07 Mei 2026
Soroti Perpres Terbaru Prabowo, Kang TB: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Ekstremisme!
Indonesia
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6%, 1 Partai Minimal 38 Kursi
Ambang batas parlemen ideal 38 kursi dengan PT nasional 5,5–6 persen
Wisnu Cipto - Senin, 04 Mei 2026
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6%, 1 Partai Minimal 38 Kursi
Indonesia
PDIP Respons Usulan Ambang Batas 13 Kursi DPR, Hasto: Perlu Kajian Mendalam
PDIP merespons usulan ambang batas parpol 13 kursi di DPR. PDIP mengatakan, bahwa harus ada kajian mendalam.
Soffi Amira - Senin, 04 Mei 2026
PDIP Respons Usulan Ambang Batas 13 Kursi DPR, Hasto: Perlu Kajian Mendalam
Indonesia
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama untuk mendorong perubahan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Indonesia
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Rano Karno memandang kaum pekerja sebagai elemen vital yang menentukan arah ekonomi daerah
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Indonesia
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Di Indonesia sendiri, sejarah perjuangan buruh juga memiliki perjalanan panjang sejak masa kolonial ketika buruh mengalami berbagai bentuk penindasan, termasuk kerja paksa dan upah yang tidak manusiawi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Bagikan