Politik "Sakit Hati" Antara Demokrat dan PDIP

Ana AmaliaAna Amalia - Sabtu, 06 Desember 2014
Politik

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih Politik- Pernyataan mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengecam Golkar dan meminta publik mendukung lolosnya Peraturan Pemerintan Pengganti Perundang-Undangan (Perppu) No. 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Daerah secara langsung ditanggapi sinis Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Menanggapi hal tersebut pemikir politik Puspol Indonesia Ubedilah Badrun menilai komunikasi antara PDIP dan Partai Demokrat akan sulit terbangun dengan erat dan mesra. Persoalan tersebut dipicu dari perselisihan masa lampau antara Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum DPP PD, Susilo Bambang Yudhoyono.

Atas dasar itulah, PDIP masih memandang curiga setiap langkah politik yang dilakukan Demokrat, termasuk langkah pengegolan Perppu No. 1 tahun 2014 menjadi Undang-Undang dalam sidang Paripurna DPR pada Januari 2015 mendatang.

"Komunikasi PD dan PDIP masih sulit karena masih terhalang tembok psikologis masa lalu yang masih membekas dan menyulitkan keduanya," kata Ubed saat dihubungi merahputih.com, Jakarta, Sabtu (6/12).

Bukan hanya itu, Ubed yang juga bekas aktivis pergerakan 1998 menuding dukungan PD terhadap Perppu No. 1 tahun 2014 dan penolakan Partai Golkar atas hal tersebut sama sekali tidak didasari kepentingan rakyat.

Faktor utama yang terjadi dibalik tarik-ulur dukung-mendukung dan tolak-menolak Perppu tersebut lebih bernuansa kepentingan politis dan perebutan kekuasaan di daerah. Hal tersebut diperkuat dengan realitas politik masa kini, dimana parlmen terbelah menjadi dua kutub politik, Koalisi Merah-Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

"Saya nilai Permintaan dukungan rakyat oleh SBY menunjukan bahwa polemik perpu pilkada lebih sebagai arena komoditas politik para elit politik," tegas Ubed.

#Politik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ana Amalia

Happy life happy me
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Jokowi mengungkap isi pertemuan dua jam dengan Prabowo di Kertanegara. Mereka membahas sepak bola, ekonomi, politik, hingga isu Pemilu 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Indonesia
Parliamentary Threshold Naik, Proses Regenerasi Kader Politik Bakal Terpengaruh
peningkatan ambang batas juga dinilai bakal memberi tantangan berat bagi partai politik yang meraih suara di kisaran 1 - 3 perse
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
Parliamentary Threshold Naik, Proses Regenerasi Kader Politik Bakal Terpengaruh
Indonesia
Prabowo Sebut Pakar Pesan Pemimpin Tidak Boleh Joget, Rakyat Kita Suka Joget
“Saya sudah dipesan saya tidak boleh joget. Jadi, pakar-pakar itu, mereka merasa tidak pantas pemimpin Indonesia joget. Gimana? Rakyat kita suka joget kok,” kata Prabowo
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 19 September 2026
Prabowo Sebut Pakar Pesan Pemimpin Tidak Boleh Joget, Rakyat Kita Suka Joget
Berita Foto
Nyatakan Sikap, Gerakan Pemuda Islam Tolak Aksi yang Memecah Belah
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP - GPI) Khoirul Amin menyampaikan pernyataan sikap dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (25l6/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 26 Agustus 2026
Nyatakan Sikap, Gerakan Pemuda Islam Tolak Aksi yang Memecah Belah
Indonesia
Advokat Prabu Sutisna Imbau Tokoh Publik Jaga Persatuan, Sampaikan Pengaduan ke Bareskrim Polri
Advokat Prabu Sutisna mengimbau tokoh publik lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan agar tidak memicu polemik di masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
Advokat Prabu Sutisna Imbau Tokoh Publik Jaga Persatuan, Sampaikan Pengaduan ke Bareskrim Polri
Olahraga
Timnas Argentina Terancam Sanksi FIFA Akibat Bentangkan Spanduk Politik Kontroversial Usai Kalahkan Inggris
Hukuman masa lalu tersebut jatuh setelah sejumlah pemain berpose menggunakan spanduk politik serupa menjelang laga persahabatan melawan Slovenia
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Juli 2026
Timnas Argentina Terancam Sanksi FIFA Akibat Bentangkan Spanduk Politik Kontroversial Usai Kalahkan Inggris
Indonesia
KPK Ungkap Dugaan Intervensi Politik Fadia Arafiq dalam Kasus Outsourcing Pemkab Pekalongan
KPK mengungkap dugaan intervensi politik dalam kasus outsourcing di Pemkab Pekalongan. Pegawai outsourcing disebut diduga diarahkan mendukung Fadia Arafiq dalam pilkada.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 29 Mei 2026
KPK Ungkap Dugaan Intervensi Politik Fadia Arafiq dalam Kasus Outsourcing Pemkab Pekalongan
Indonesia
Dasco Dukung Putusan MK soal Kuota 30 Persen Perempuan, Bakal Masuk Revisi UU Pemilu
Putusan MK soal kewajiban 30 persen caleg perempuan mendapat dukungan dari Sufmi Dasco Ahmad. DPR memastikan aturan tersebut akan masuk dalam revisi UU Pemilu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Mei 2026
Dasco Dukung Putusan MK soal Kuota 30 Persen Perempuan, Bakal Masuk Revisi UU Pemilu
Indonesia
Isu Reshuffle Kabinet Kembali Menguat: Qodari Geser, Hasan Nasbi Kembali Masuk
Isu reshuffle Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka semakin santer terdengar.
Wisnu Cipto - Senin, 27 April 2026
Isu Reshuffle Kabinet Kembali Menguat: Qodari Geser, Hasan Nasbi Kembali Masuk
Indonesia
Kumpulan Mantan Pegawai KPK, Dukung Masa Jabatan Ketum Partai Dibatasi
Ketua IM57+ Institute periode 2021-2024 ini menilai, usulan KPK tersebut memiliki dasar yang kuat, baik secara teori maupun praktik.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Kumpulan Mantan Pegawai KPK, Dukung Masa Jabatan Ketum Partai Dibatasi
Bagikan