Politik Makanan Dan Makna Simboliknya Saat Pertemuan Sekjen Parpol
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan keterangan pers kepada awak media di Jakarta (Foto: MP/Ponco Sulaksono)
MerahPutih.Com - Pertemuan Sekjen Parpol Pendukung Jokowi di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/8) malam didahului dengan santap makanan khas Nusantara.
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan makanan yang disajikan dalam pertemuan memiliki makna politik tersirat.
"Ada nasi goreng agar supaya dalam masa-masa krusial ini tidak saling menggoreng dalam politik," ungkap Hasto.
Kemudian ada Sate Padang dari Sumbar yang disebut Hasto menjadi salah satu daerah yang harus dimenangkan Jokowi.
"Sebagai simbol dari sumbar termasuk dalam pembahasan kami bagaimana Jokowi menang di sana," ucap dia.
Setalah itu ada bubur Jawa Barat, yang dimaknai sebagai keharusan melebur. Dan solid dengan ada bakso.
"Dan setelah ada itu harus melebur jadi dengan tanda ada bubur Jawa Barat. Setelah melebur kita solid, ada bakso, ada bakso kita menjadi satu, dan agar kita betul-betul bulat," terangnya.
Dan terakhir, ada pisang hijau dari Sulsel jadi tempat perhatian kita saat ini.
"Kita rundingkan tadi pagi, politik makanan ada makna secara politik" pungkasnya.(Fdi)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Datangi Kediaman Prabowo, Pimpinan GNPF Ulama: Hanya Silaturahmi Saja
Bagikan
Berita Terkait
Sumpah Pemuda Harus Jadi Semangat Kepeloporan Anak Muda
Hari Santri 2025, Megawati Titip 3 Pesan Resolusi Jihad untuk Tanamkan Cinta Tanah Air
Ingin Petani Sejahtera, PDIP Dorong Petani Punya Lahan Melalui UU Pokok Agraria
Hari Tani Nasional Jadi Momentum Wujudkan Kedaulatan Pangan
Hasto Tegaskan Prabowo Masih Percaya Ke Megawati
Jadi Sekjen PDIP Lagi, Hasto Tegaskan Bakal Selalu Loyal ke Megawati
Ganjar Ungkap Momen Megawati kembali Tunjuk Hasto Jadi Sekjen PDIP
Struktur Kepengurusan Terbaru PDIP: Hasto Kristiyanto Kembali Jabat Posisi Sekjen
[HOAKS atau FAKTA]: Amnesti hingga Abolisi untuk Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto Ternyata Diberikan Atas Perintah Jokowi
Menkum Ungkap Alasan Utama Presiden Beri Amnesti Hasto dan Abolisi Tom Lembong