MerahPutih.com - Korlantas Polri menutup Operasi Ketupat 2020 yang diselenggarakan selama masa mudik-balik Idul Fitri 1441 H. Larangan mudik pun sudah berakhir.
Selama Operasi Ketupat 2020, petugas kepolisian menjaring pengendara yang nekat mudik atau balik. Soalnya, pemerintah telah melarang masyarakat mudik Lebaran di tengah pandemi virus Corona.
Baca Juga
Anies Dinilai Blunder karena Ingin Berlakukan Ganjil Genap Sepeda Motor
Selama Operasi Ketupat 2020, sebanyak 156.774 kendaraan diputar balik pada arus mudik dan arus balik. Jumlah kendaraan yang diputar balik selama arus mudik sebanyak 78.455 kendaraan di 56 titik penyekatan arus mudik.
Sedangkan saat arus balik, petugas menghalau 78.319 kendaraan yang berniat kembali ke Jakarta. Untuk kecelakaan juga terjadi penurunan sekitar 31 persen dibandingkan dengan 45 hari di tahun lalu 2019 pada hari yang sama.
"Karena ini membandingkannya nggak ada operasi ketupat 45 hari, kita bandingkan tahun lalu pada bulan yang sama," kata Kakorlantas Polri Irjen Istiono.
Istiono mengungkap jumlah korban yang meninggal dunia juga menurun. Penurunan terjadi hingga 63 persen.
"Jumlah meninggal dunia juga turun sampai 63 persen," ucapnya.
Operasi ketupat tahun ini berjalan dengan kondusif. Dia menyebut total kendaraan yang diputarbalikkan sekitar 156.000 selama operasi ketupat berlangsung.
"Kemudian juga penyekatan yang kita lakukan sampai hari ini sekitar 156.000. Pada waktu mudik sekitar 78.000. Balik pun sampai hari ini 78.000 lebih kita lakukan," katanya.
Istiono mengimbau jajarannya dapat menyesuaikan diri dalam situasi 'new normal'.
Baca Juga
Hari Kerja Pertama Masa Transisi PSBB DKI Picu Antrean Mengular di Stasiun KRL
Dia meminta jajarannya terus menggunakan perlengkapan pencegahan protokol COVID-19 dalam bertugas.
"Kemudian pada situasi 'new normal' ini kita juga harus menyesuaikan diri baik pada tataran pelaksanaan di lapangan. Kita harus sudah menggunakan perlengkapan-perlengkapan pencegahan protokol COVID-19, misalnya harus pakai masker, harus pakai tameng pelindung wajah, kemudian harus sering cuci tangan, jaga jarak, dan seterusnya," ujarnya. (Knu)