Polisi Masih Pelajari Pulihkan Nama Baik Pemprov DKI Soal Mobil Ambulans
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (MP/Asropih)
MerahPutih.Com - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono masih mempelajari peristiwa polemik ditahannya 4 mobil ambulance milik Pemprov DKI dan PMI oleh Kepolisian Polda Metro Jaya.
Hal itu ditegaskan Gator lantaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta meminta polisi memulihkan nama Pemprov DKI setelah terbukti menahan ambulance yang tidak bersalah membawa batu.
Baca Juga:
Polisi Sebut Perusuh Bersembunyi di Ambulans Pemprov DKI Bawa Bom Molotov
"Kita masih pelajari peristiwa itu nanti perkembangannya kita kabari," kata Gatot saat di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (27/9).
Ambulans bertuliskan 'Kecamatan Pademangan' diamankan saat kedapatan membawa batu dan molotov (@tmcpoldametro)
Gatot mengungkapkan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait adanya sejumlah petugas medis yang sempat ditahan mengalami cidera.
"Itu kita dalam juga ya," ucap aparat kepolisiam bintang dua itu.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menuturkan, bahwa petugas medis yang bertugas pada aksi demonstrasi di kawasan Gedung DPR/MPR RI mengalami cidera.
Cidera yang dialami oleh petugas medis itu ada yang kakinya tidak bisa digerakan, dan luka di kepala.
Baca Juga:
Polisi Lakukan Penangkapan Massal, 570 Pelajar Sudah Diamankan
"Itu fakta. Faktanya cedera. Faktanya kakinya tidak bisa bergerak. Bawa ke rumah sakit. Kemudian ada benturan juga di kepala, itu faktanya ada," kata Anies.
Namun untuk orang nomor satu di Jakarta ini pu tidak mengetahui siapa pelakun yang membuat para medis mengalami luka-luka itu.
"Tapi pelakunya siapa dan lain-lain, saya pun tidak tahu," tutur dia.(Asp)
Baca Juga:
Petugas Medis DKI Cedera, Anies Belum Mau Tempuh Jalur Hukum
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Intel Kodim Kepergok Anies Ikut Makan di Soto Mbok Giyem, TNI Klarifikasi Murni Spontan
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Buah Bekas Gigitan Kelelawar Bawa Ancaman Kematian, Bisa Jadi Inang Utama Virus Nipah
Teknologi Sensor Kebauan RDF Rorotan Jalani Kalibrasi Lapangan, Sensor Dipastikan Tetap Akurat
Sentra Kuliner Lenteng Agung Diserbu 'Rojali' Sang Pendongkrak Ekonomi
Pramono Tegaskan Modifikasi Cuaca Pakai Material Tidak Berbahaya
Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Jakarta, Gubernur Pramono Perpanjang PJJ dan WFH hingga 1 Februari 2026
Cincin Donat MRT Jakarta Hubungkan 4 Gedung Sultan di Dukuh Atas Mulai 2026
Gubernur DKI Optimistis Bank Jakarta IPO Tahun Depan, Ini Strategi Besarnya
Jalan Gatot Subroto Rusak, Pramono: Akan Diperbaiki Setelah 27 Januari