Polisi Masih Dalami Motif Brigjen Prasetijo Bantu Pelarian Djoko Tjandra

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 28 Juli 2020
Polisi Masih Dalami Motif Brigjen Prasetijo Bantu Pelarian Djoko Tjandra

Brigjen Prasetijo Utomo bersama Djoko Tjandra dan kuasa hukumnya, Anita Kolopaking. Foto: @xdigeeembok

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Polri masih mendalami motif Brigjen Prasetijo Utomo memberikan bantuan untuk buronan kasus korupsi Bank Bali Djoko Tjandra.

"(Untuk mengecek aset) Kalau tim yang turun ke lapangan untuk cek aset itu hal teknis. Tidak bisa kami sampaikan, kalau ada updatenya nanti kami sampaikan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (28/7).

Baca Juga

Jadi Klaster Penyebaran COVID-19, Sebagian Gedung Samsat Polda Metro Ditutup

Awi mengatakan, Polri juga bekerja sama dengan KPK untuk mengusut aset tersebut. Awi melanjutkan, terkait motif tersangka Prasetijo Utomo saat ini penyidik sedang mendalaminya. Tapi, yang jelas yang bersangkutan sudah terkena pasal-pasal berlapis.

"Mungkin dari situ akan ketahuan motifnya bagaimana. Mungkin motif pribadi, nanti penyidik yang akan mengungkap," ujarnya.

Brigjen Pol Prasetijo Utomo
Brigjen Pol Prasetijo Utomo

Awi menambahkan saat ini kepolisian bekerja sama dengan KPK untuk mengusut tuntas kasus Djoko Tjandra.

"Berikan waktu penyidik untuk bekerja, tentunya akan kami tuntaskan kasus ini. Kabareskrim sudah punya komitmen untuk itu," katanya

Awi menyebut pihaknya akan menelusuri dugaan adanya tindak pidana korupsi dalam kasus Prasetijo Utomo yang memberikan akses pelarian Djoko Tjandra selama di Indonesia.

"Tidak menutup kemungkinan ke sana (tindak pidana korupsi)," kata Awi.

Awi mengatakan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo juga telah menyampaikan bakal menggandeng kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu, demi melacak adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus tersebut.

"Karena disampaikan kabareskrim juga tidak menutup kemungkinan untuk kerjasama dengan KPK untuk tipikornya. Kita sama-sama lihat, nanti kita berikan penyidik bekerja," jelasnya.

Awi meminta masyarakat tak perlu khawatir terkait penuntasan kasus tersebut. Polri berkomitmen menuntaskan kasus tersebut secara transparan kepada masyarakat.

"Tentunya akan kita tuntaskan kasus ini. Kabareskrim sudah punya komitmen untuk itu," jelas dia.

Sementara itu, Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) meminta kalangan DPR tidak mempolitisasi kasus buron kasus pengalihan hak tagih (casie) Bank Bali, Djoko Tjandra dengan membentuk Pansus. Sebab, kasus Djoko Tjandra tidak ada kaitannya dengan urusan politik.

"Kami melihat kasus Djoko Tjandra murni masalah hukum. Sudah seharusnya diselesaikan secara hukum dan jangan diseret-seret ke ranah politik," ujar Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan.

Mantan anggota Kompolnas ini melihat Kapolri Jenderal Idham Azis sudah melakukan tindakan tegas dengan mencopot tiga jenderal sekaligus dari jabatannya karena terlibat membantu surat jalan Djoko Tjandra. Bahkan, salah satu dari pati Polri tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.

Baca Juga

DMI: Protokol Kesehatan Jadi Syarat Pengoperasian Masjid di Seluruh Indonesia

"Kami melihat dalam penegakkan hukum Kabareskrim juga sudah tegas dan tanpa pandang bulu mempidanakan jenderal yang terindikasi melanggar hukum. Walau dia jenderal aktif Polri dan teman seangkatan Kabareskrim sekalipun, tetap diproses secara hukum," kata dia.

Atas semua tindakan tegas yang dilakukan Kapolri, Edi minta semua pihak bersabar dan memberikan waktu kepada Polri agar terus memproses dan mengembangkan kasus ini agar semua pihak yang terlibat membantu Djoko Tjandra diproses secara hukum. (Knu)

#Mabes Polri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rekam Jejak dan Tugas Irjen Roycke Langie, Jenderal Asal Manado yang Isi Pos Astamaops Kapolri
Jenderal kelahiran Manado, 24 November 1970 ini sebelumnya menjabat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Rekam Jejak dan Tugas Irjen Roycke Langie, Jenderal Asal Manado yang Isi Pos Astamaops Kapolri
Indonesia
Jaga Muruah Polri, Mabes Pastikan tak Ada Ampun untuk Kasat Narkoba Tangsel
Polri berkomitmen menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan narkotika, termasuk yang melibatkan personel internal.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Jaga Muruah Polri, Mabes Pastikan tak Ada Ampun untuk Kasat Narkoba Tangsel
Indonesia
Polri Gencarkan Perburuan Bandar Narkoba di Kalteng Usai 3 Anggota Gugur saat Penggerebekan
Polri menggencarkan perburuan bandar narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah, setelah tiga anggota gugur saat operasi penggerebekan. Bareskrim meminta dukungan masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Polri Gencarkan Perburuan Bandar Narkoba di Kalteng Usai 3 Anggota Gugur saat Penggerebekan
Indonesia
Petinggi Polisi Jadi Tersangka Permainan Harga Ompreng BGN, Mabes Polri Ngaku Tidak Bakal Lindungi
LMI diduga menentukan harga ompreng dan diduga telah memasukkan komponen keuntungan yang akan diberikan kepada dirinya sebagai imbalan agar pengadaan di titik tertentu mendapat persetujuan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
Petinggi Polisi Jadi Tersangka Permainan Harga Ompreng BGN, Mabes Polri Ngaku Tidak Bakal Lindungi
Indonesia
Polisi Boleh Main Medsos, Mabes Polri Kasi Syarat Asal untuk Kebaikan Institusi
Tetap diperbolehkan selama diarahkan untuk kepentingan institusi, khususnya fungsi kehumasan, dan berada di bawah koordinasi resmi.
Dwi Astarini - Selasa, 05 Mei 2026
Polisi Boleh Main Medsos, Mabes Polri Kasi Syarat Asal untuk Kebaikan Institusi
Indonesia
Perwira Polri Terlibat Pemilikan Narkoba di NTB Dibawa ke Bareskrim Polri
Dengan memberangkatkan AKP Malaungi pada pagi tadi ke Mabes Polri, kini Mabes Polri dapat melengkapi susunan puzzle dari kasus peredaran narkoba di wilayah NTB
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 27 Februari 2026
Perwira Polri Terlibat Pemilikan Narkoba di NTB Dibawa ke Bareskrim Polri
Indonesia
Terseret Kasus Narkoba, Eks Kapolres Bima AKBP Didik Berpotensi Dipecat dari Polri
Eks Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, menjalani sidang etik di Mabes Polri. Ia pun terancam dipecat dari Polri.
Soffi Amira - Kamis, 19 Februari 2026
Terseret Kasus Narkoba, Eks Kapolres Bima AKBP Didik Berpotensi Dipecat dari Polri
Indonesia
Mutasi 85 Perwira Polri, Pengamat Ingatkan Jangan Sekadar Formalitas
Polri memutasi 85 perwira pada Januari 2026. Pengamat kepolisian mengingatkan mutasi harus jadi instrumen reformasi, bukan sekadar rutinitas administratif.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Januari 2026
Mutasi 85 Perwira Polri, Pengamat Ingatkan Jangan Sekadar Formalitas
Indonesia
Kasus Penghasutan Bakar Mabes Polri, Laras Faizati Divonis Masa Percobaan 6 Bulan
Mantan pegawai AIPA, Laras Faizati Khairunnisa, divonis masa percobaan enam bulan dalam kasus penghasutan bakar Mabes Polri.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Kasus Penghasutan Bakar Mabes Polri, Laras Faizati Divonis Masa Percobaan 6 Bulan
Indonesia
Hasutan Pembakaran Mabes Polri, Laras Faizati Divonis 6 Bulan Percobaan
PN Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 6 bulan percobaan kepada Laras Faizati Khairunnisa dalam kasus hasutan pembakaran Mabes Polri dan memerintahkan pembebasan terdakwa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Hasutan Pembakaran Mabes Polri, Laras Faizati Divonis 6 Bulan Percobaan
Bagikan