Polisi Hadang Ribuan Buruh Menuju Istana Merdeka
Aparat kepolisian menghadang ribuan buruh yang hendak menuju Istana Merdeka di depan Gedung Kemenpar, Senin (1/5). (MP/Fadli)
Ribuan buruh yang hendak menuju Istana Negara untuk menyalurkan aspirasi mereka di Hari Buruh Internasional, dihadang aparat di depan Gedung Kementerian Pariwisata RI, Senin (1/5)
Akibat penghadangan itu, aksi buruh pun sempat terhenti di bawah jembatan penyeberangan Kemenpar. Mereka pun hanya bisa meneriakkan yel-yel buruh sambil mengelilingi mobil komando.
Sementara, tim lobi massa aksi bernegosiasi dengan aparat kepolisian, massa aksi terus berorasi meminta agar polisi membuka blokade di depan mereka.
Hingga berita disiarkan, elemen buruh yang tergabung dalam GSPMII (Gabungan Serikat Pekerja Manufaktur Independen Indonesia) masih berada di depan gedung Kemenpar.
Polisi memblokade jalan menuju Istana Merdeka dengan kawat berduri, agar massa tidak bisa menggelar long march menuju istana.
Rencananya, ribuan buruh akan menggelar aksi massa disejumlah titik. Selain di Istana Negara, massa aksi akan menggelar aksi serupa di Balai Kota Jakarta, DPRD, dan Dinas Ketenagakerjaan. (Fdi)
Baca berita terkait May Day lainnya di: Ribuan Buruh Penuhi Patung Kuda
Bagikan
Berita Terkait
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
Buruh Demo Depan Istana Negara Minta Penaikan UMP 2026, Polisi Ingatkan untuk tak Provokasi
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
UMP Jakarta 2026 Dianggap Terlalu Kecil, Presiden Partai Buruh: Gaji di Sudirman Lebih Kecil dari Pabrik Panci Karawang
Ada Demo Buruh Tolak UMP Jakarta 2026 Hari ini, Polisi Jamin tak Ada Penutupan Jalan
UMP 2026 Terancam Anjlok, Legislator PDIP Tagih Janji Hidup Layak Sesuai Konstitusi
KSPI Batalkan Aksi Buruh 24 November, Tunggu Keputusan Upah Minimum 2026
Antisipasi Demo Buruh, Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jakarta
Aksi Buruh Siap Geruduk Istana dan DPR, Kenaikan Upah Rp 90 Ribu Dinilai Terlalu Rendah