Polisi Enggak Tindaklanjuti Perkara Mural Jokowi '404: Not Found'

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 20 Agustus 2021
Polisi Enggak Tindaklanjuti Perkara Mural Jokowi '404: Not Found'

Mural Jokowi 404 Not Found sudah dihapus aparat kepolisian dan pemda setempat. Foto: Istimewa

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Polres Metro Tangerang Kota, memastikan tidak menindaklanjuti temuan gambar mural wajah Presiden Joko Widodo (Jokowi) '404 : not found' yang memicu kontroversi.

"Enggak ada kok, kita enggak menindak lanjuti," kata Kapolres Metro Tangerang, Kombes Deonijiu De Fatima kepada wartawan, Jumat (20/8).

Baca Juga:

Polres Tangerang Kota Masih Buru Pembuat Mural Jokowi 404 Not Found

Deonijiu menjelaskan alasan tak melanjutkan penyelidikan kasus tersebut karena mural berwajah Presiden Jokowi itu masuk dalam ranah peraturan daerah dengan pelanggaran pasal ketertiban umum. Hal itu bukan termasuk pidana.

Mural itu hanya sebatas mengganggu ketertiban umum terkait dengan keindahan dan kebersihan Kota Tangerang. "Makanya kita sejauh ini tidak cari pembuatnya," lanjutnya.

Mural 'Jokowi 404 Not Found'. Foto: Istimewa
Mural 'Jokowi 404 Not Found'. Foto: Istimewa

Sebelumnya, sebuah video terkait mural bergambar Presiden Jokowi sempat beredar di masyarakat.

Dalam mural tersebut terdapat gambar Presiden Jokowi yang matanya ditutup dengan tulisan 404: Not Found.

Baca Juga:

Polisi Buru Pembuat Mural Jokowi 404 Not Found, Fadli Zon: Tidak Usah Baper

Akibat viral di masyarakat, pihak Kecamatan Batuceper dibantu petugas Polsek dan Koramil Batuceper langsung menghapus mural tersebut dengan mengecat gambarnya menggunakan cat warna hitam.

Tindakan penghapusan tersebut ditanggapi negatif oleh warganet. Mereka menilai mural itu bagian dari seni yang seharusnya tidak dibatasi karena itu bagian dari wujud penyaluran bakat selama tidak melakukan penghinaan dan pelecehan. (Knu)

#Mural #Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sidang Roy Suryo 5 November 2026 Terbuka untuk Umum, Simak Aturan dari PN Jaktim
Sidang Roy Suryo yang dihadiri Jokowi pada 5 November 2026, bakal dibuka untuk umum. Berikut ketentuannya.
Soffi Amira - Selasa, 03 November 2026
Sidang Roy Suryo 5 November 2026 Terbuka untuk Umum, Simak Aturan dari PN Jaktim
Berita
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Roy Suryo, PN Jaktim Batasi 80 Pengunjung
Jokowi akan menghadiri sidang Roy Suryo di PN Jaktim, Kamis (5/11). Namun, jumlah pengunjung dibatasi menjadi 80 orang.
Soffi Amira - Selasa, 03 November 2026
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Roy Suryo, PN Jaktim Batasi 80 Pengunjung
Indonesia
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka ni menegaskan pihaknya akan hadiri sidang asalkan surat panggilan diterima.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Indonesia
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Jaksa akan memanggil Jokowi dan Syarif di persidangan pada Kamis (5/11).
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Indonesia
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Jaksa akan menghadirkan Jokowi sebagai saksi dalam sidang Roy Suryo pekan depan. Roy menyebut kehadiran mantan presiden itu telah lama dinantikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Bagikan