Polisi Diminta Cermati Potensi Ancaman terorisme di Tengah Pandemi COVID-19

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 22 Mei 2020
Polisi Diminta Cermati Potensi Ancaman terorisme di Tengah Pandemi COVID-19

Ilustrasi: Densus 88 Antiteror Polri menangkap dan menggeledah rumah tiga terduga teroris di Solo, Jawa Tengah, Senin (18/11). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta meminta aparat tak hanya fokus dalam penanganan COVID-19. Jika 100 persen aparat keamanan terlalu fokus ke penanganan corona, ini bisa jadi celah ancaman terorisme terjadi.

“Saya pikir, aparat keamanan harus tetap waspada untuk mencermati potensi ancaman terorisme, kriminalitas, dan konflik sosial di tengah pandemi COVID-19 ini," kata Stanislaus kepada wartawan, Jumat (22/5).

Baca Juga:

Pemeriksaan Cepat Kunci Sukses Bali Tangani COVID-19

Karena bisa saja, kelompok terorisme ini akan memanfaatkan situasi untuk melancarkan aksinya. Dalam analisanya, aksi terorisme, kriminalitas, dan konflik massa berpotensi terjadi dengan memanfaatkan pandemi COVID-19.

“Kesibukan pemerintah dalam penanganan COVID-19 bisa menjadi celah bagi datangnya ancaman-ancaman, termasuk gangguan keamanan nasional," katanya.

Terlebih, sebelumnya terjadi beberapa aksi penangkapan yang dilakukan Densus 88 Polri. Fakta ini menunjukkan kelompok teroris seperti dari kelompok Jemaah Anshar Daulah (JAD) dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) terus aktif dan jadi potensi ancaman dengan memanfaatkan situasi pandemi COVID-19.

Analis intelijen Stanislaus Riyanta duga ada industri farmasi dibalik pandemi corona
Analis intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta (Foto: Dok Pribadi)

Beberepa penangkapan yang dilakukan ini terjadi pada masa pandemi COVID-19 seperti kasus penangkapan empat orang jaringan JAD di Batang, Jawa Tengah pada 26 Maret 2020. Lalu penangkapan satu orang di Kemayoran Jakarta Pusat pada 10 April. Penangkapan dua orang jaringan JAD di Sidoarjo, Jawa Timur pada 11 April.

Apalagi tingkat kriminalitas pada masa pandemi COVID-19 mengalami kenaikan. Polri menyatakan tingkat kriminalitas meningkat sebesar 19,72 persen selama pandemi corona. "Potensi konflik massa juga mesti diwaspadai karena ada kelompok yang mencoba menggali di air keruh dengan melakukan provokasi," terang Stanislaus.

Baca Juga:

BPIP Ajak Masyarakat Bergotong-royong Cegah Penyebaran COVID-19

Polri diminta hati-hati dan bijak dalam menangani pelaku kriminal yang didorong oleh keterdesakan akan kebutuhan hidup mereka, terutama kebutuhan pangan. Mesti ada kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat agar pada masa pandemi ini potensi kriminalitas dan terorisme dapat dicegah.

“Nah untuk masalah pangan ini sangat sensitif dan jika tidak terpenuhi dampaknya bisa berbahaya. Makanya harus hati-hati dan bijak menanganinya," kata Stanislaus. (Knu)

#Teroris #Terorisme #COVID-19
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Indonesia
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Presiden RI, Prabowo Subianto, meneken Perpres RAN PE. DPR pun mengapresiasi pencegahan terorisme.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
ShowBiz
Pelaku Penyerangan di Konser Taylor Swift Austria Disidang, Hadapi Dakwaan Terorisme
Dituduh menyatakan kesetiaan kepada Islamic State, membuat bahan peledak, dan mencoba membeli senjata secara ilegal.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
 Pelaku Penyerangan di Konser Taylor Swift Austria Disidang, Hadapi Dakwaan Terorisme
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
untuk aspek penegakan hukum, peran Polri tetap menjadi yang utama. Sementara itu, pelibatan TNI akan disesuaikan dengan bentuk dan tingkat ancaman terorisme yang dihadapi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 10 Februari 2026
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
Dunia
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Nama-nama yang masuk dalam daftar tersebut mencakup komandan senior IRGC serta perwira tinggi kepolisian yang diduga bertanggung jawab atas tindakan kekerasan di lapangan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Indonesia
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Rencana pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme tuai kritik. SETARA Institute menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan supremasi sipil dan sistem peradilan pidana.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Bagikan