Polisi Bubarkan 'Sweeping' Pengunjuk Rasa Terhadap Angkutan Umum

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 03 Oktober 2017
Polisi Bubarkan 'Sweeping' Pengunjuk Rasa Terhadap Angkutan Umum

Aksi unjuk rasa yang dilakukan para sopir angkutan umum di Surabaya sebelum melakukan 'sweeping'. (MP/Budi Lentera)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya membubarkan upaya sweeping dari para pengunjuk rasa sopir angkutan umum konvensional di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (3/10).

"Informasi yang kita dengar, sweeping dilakukan oleh para demonstran di perempatan kawasan Kebonrojo Surabaya," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Sinambela saat ditemui di kawasan unjuk rasa.

Untuk itu, dia pun mengaku telah menyebar seluruh anggota kepolisian untuk mengamankan seluruh wilayah Kota Pahlawan.

"Khususnya terhadap ancaman sweeping ini telah kami lakukan pengamanan dari wilayah perbatasan Waru, Sidoarjo sampai ke seluruh wilayah Kota Surabaya," katanya.

Pantauan di lapangan, seperti yang terlihat di perempatan Kebonrojo Surabaya sejak pukul 08.00 WIB, para demonstran tak hanya melakukan sweeping terhadap angkutan umum berbasis dalam jaringan (daring).

Mereka juga melakukan sweeping terhadap angkutan umum konvensional yang sedang mengangkut penumpang. Pengemudinya dipaksa ikut demonstrasi dan penumpungnya disuruh turun.

Selain itu, beberapa pengemudi gojek tampak dihadang dan menjadi sasaran massa demonstran. Polisi tampak sigap segera membubarkan aksi sweeping tersebut.

"Para demonstran ini sudah kami fasilitasi untuk berdemonstrasi menyuarakan haknya di depan Kantor Gubernur Jawa Timur Jalan Pahlawan Surabaya. Sudah kami arahkan agar tidak mengganggu ketertiban umum," kata Leonard.

Ratusan mobil angkutan konvensional tampak sudah diparkir berjajar di depan kantor Gubernur Jawa Timur Jalan Pahlawan yang memanjang hingga ke Jalan Indrapura Surabaya sejak pukul 08.00 WIB. Mereka berdemonstrasi menolak keberadaan angkutan umum berbasis daring.

"Semula demonstrasi dijadwalkan mulai pukul 08.00 WIB yang terpusat di depan Kantor Gubernur Jawa Timur Jalan Pahlawan Surabaya, tapi diundur dimulai pukul 10.00 WIB," kata Kepala Sub-Bagian Hubungan Masyarakat Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi Lily Djafar.

Menurut dia, Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah menjadwalkan untuk menemui para demonstran pada sekitar pukul 13.00 WIB. (*)

Sumber: ANTARA

#Aksi Massa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ada Demo 6-8 Oktober 2026 di Gedung MPR/DPR, Pengendara Diminta Hindari Jalan Gatot Subroto
Demo di Gedung MPR/DPR akan berlangsung 6-8 Oktober 2026. Polisi pun menyiapkan sejumlah jalan alternatif.
Soffi Amira - Selasa, 06 Oktober 2026
Ada Demo 6-8 Oktober 2026 di Gedung MPR/DPR, Pengendara Diminta Hindari Jalan Gatot Subroto
Indonesia
Bandung Barat Bersatu Gelar Aksi di Jakarta, Soroti Tata Kelola Pemerintahan hingga Anggaran
Bandung Barat Bersatu menyampaikan aspirasi di DPR RI. Mereka menyoroti tata kelola pemerintahan.
Soffi Amira - Rabu, 09 September 2026
Bandung Barat Bersatu Gelar Aksi di Jakarta, Soroti Tata Kelola Pemerintahan hingga Anggaran
Indonesia
Polisi Telusuri Aliran Dana Sajam dan Barang Berbahaya Jelang Demo 27 Agustus 2026
Polisi menemukan sajam dan barang berbahaya lainnya menjelang demo 27 Agustus 2026. Polda Metro Jaya menyelidiki dugaan aliran dana.
Soffi Amira - Kamis, 27 Agustus 2026
Polisi Telusuri Aliran Dana Sajam dan Barang Berbahaya Jelang Demo 27 Agustus 2026
Indonesia
Dasco Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026, Siap Mundur jika Gagal
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan RUU Perampasan Aset disahkan paling lambat 15 Desember 2026.
Soffi Amira - Kamis, 27 Agustus 2026
Dasco Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026, Siap Mundur jika Gagal
Indonesia
RUU Perampasan Aset Ditargetkan Rampung 15 Desember 2026, AMPB: DPR Siap Mundur jika Gagal
AMPB menyampaikan hasil audiensi dengan pimpinan DPR RI. RUU Perampasan Aset ditargetkan rampung 15 Desember 2026.
Soffi Amira - Kamis, 27 Agustus 2026
RUU Perampasan Aset Ditargetkan Rampung 15 Desember 2026, AMPB: DPR Siap Mundur jika Gagal
Indonesia
Lalu Lintas Jakarta Normal saat Demo 27 Agustus 2026, Polda Metro Jaya: Tidak Ada Penutupan Jalan
Lalu lintas Jakarta saat demo 27 Agustus 2026 tetap normal. Polda Metro Jaya menyebutkan, bahwa tidak ada penutupan jalan.
Soffi Amira - Kamis, 27 Agustus 2026
Lalu Lintas Jakarta Normal saat Demo 27 Agustus 2026, Polda Metro Jaya: Tidak Ada Penutupan Jalan
Indonesia
Massa AMPB Bertemu Pimpinan DPR, Desak RUU Perampasan Aset Segera Disahkan
Massa AMPB menemui pimpinan DPR. Mereka mendesak RUU Perampasan Aset segera disahkan.
Soffi Amira - Kamis, 27 Agustus 2026
Massa AMPB Bertemu Pimpinan DPR, Desak RUU Perampasan Aset Segera Disahkan
Indonesia
Bantah Isu Demo Besar Buruh Agustus 2026, Said Iqbal: Tidak Ada Rencana Aksi
Said Iqbal memastikan buruh KSPI dan Partai Buruh tidak akan menggelar aksi besar Agustus-September 2026. Namun, empat tuntutan ketenagakerjaan tetap diperjuangkan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 Agustus 2026
Bantah Isu Demo Besar Buruh Agustus 2026, Said Iqbal: Tidak Ada Rencana Aksi
Indonesia
Demo Mahasiswa di Jakarta, Jumat (19/6), Masyarakat Diimbau Hindari Lokasi
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menghindari titik-titik lokasi yang menjadi lokasi aksi demonstrasi.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Demo Mahasiswa di Jakarta, Jumat (19/6), Masyarakat Diimbau Hindari Lokasi
Indonesia
Ribuan Aparat Jaga Demo di Ring 1 Jakarta Hari ini, Kapolres Jakpus : jangan Terpancing dan Emosi
Pengamanan difokuskan di sejumlah lokasi yang menjadi pusat konsentrasi massa, termasuk kawasan Silang Selatan Monas, Gedung MPR/DPR RI, hingga Bundaran HI.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Ribuan Aparat Jaga Demo di Ring 1 Jakarta Hari ini, Kapolres Jakpus : jangan Terpancing dan Emosi
Bagikan