Polemik Warteg di Bulan Suci Ramadan

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 06 Juni 2016
Polemik Warteg di Bulan Suci Ramadan

Suasana warteg saat siang hari di bulan Ramadan, Depok II, Jawa Barat, Senin (6/6). (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - "Selamat datang bulan suci Ramadan!" Umat muslim bersuka cita menyambut bulan yang penuh berkah. Pada hari pertama berpuasa, panas terik matahari pun tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk menahan diri dari makan-minum hingga waktu berbuka tiba.

Bahkan dengan rutinitas seperti biasa, sebagian umat muslim lainnya masih ada yang begitu semangat dengan kegiatannya. Berpuasa tidak menghalangi diri untuk tetap bekerja. Seperti Ibu Sumirah, pedagang Warung Tegal (Warteg) Bahagia. Ia tetap berpuasa.

Meski bulan suci Ramadan, wanita yang memiliki tiga orang anak itu mengatakan tetap menjual aneka rupa masakannya walaupun jam operasional lebih dimundurkan.

"Tetap buka, Mas. Namun jadi siang. Saling menghormati saja, saya pun insyaallah masih berpuasa," ucap pemilik Warteg Bahagia di Jalan Kerinci, Depok II, Jawa Barat, Senin (6/6).


Warteg Bahagia. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Imbauan pemerintah Kota Depok pun seolah seperti berlalu. Sumirah yang tetap menjajakan makanannya mengaku masih ada beberapa orang yang singgah menikmati hidangannya meskipun tak sebanyak bulan biasa.

"Tidak semua orang Islam. Tidak semua pula orang berpuasa. Dan ada juga sebagian kecil muslim yang tidak puasa. Pasti mereka punya alasan sendiri, Mas," ucapnya.

Masih di tempat yang sama, beberapa pengunjung warteg pun perlahan berdatangan. Dan lucunya, ada di antara mereka yang mindik-mindik memasuki arena perjamuan itu. "Tidak enak saja, Mas," kata salah seorang pengunjung yang tidak ingin disebut namanya.

Meski beragama Islam, bekerja sebagai tukang ojeg tak urung membuat dirinya tidak kuat menahan lapar dan juga haus. Ia pun mengatakan, jika sedang kuat berpuasa, tidak akan melipir meski barang sebentar ke warteg mana pun termasuk Warteg Bahagia.


Warteg Bahagia. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Menanggapi ihwal demikian, Sumirah kembali mengatakan bahwa untuk menghormati orang, tidak hanya yang berpuasa. Yang tidak puasa pun tetap diberikan ruang untuk sama-sama dihormati.

Untuk itu, masih kata Sumirah, dibutuhkan rasa toleransi yang tinggi sehingga bulan suci Ramadan ini benar-benar berkah untuk semua.

Dalam hal ini, pemikiran Sumirah pun hampir serupa dengan petuah almarhum Gus Dur. Katanya, "jika kita merasa muslim terhormat, maka kita akan berpuasa dengan menghormati orang yang tidak berpuasa." (Ard)

BACA JUGA:

  1. Video Selamat Ramadan Ridwan Kamil untuk Warga Bandung
  2. Ramadan, Irma Darmawangsa Promosikan Single Jomblo Akut
  3. Awal Ramadan 1437 H Jatuh pada Hari Senin 6 Juni 2016
  4. Khusus Suami: Tips Hidup Hemat di Bulan Ramadan ala Ridwan Kamil
  5. Jelang Ramadan Ridwan Kamil Serukan "Ayo Bayar Zakat"
#Bulan Ramadan #Warung Tegal (Warteg)
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Tradisi
Mengenal Tradisi Jaburan, Budaya Berbagi Makanan saat Ramadan di Tanah Jawa
Jaburan adalah tradisi berbagi makanan saat Ramadan di Jawa. Simak asal-usul, makna, dan nilai sedekah di balik tradisi ini.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 24 Februari 2026
Mengenal Tradisi Jaburan, Budaya Berbagi Makanan saat Ramadan di Tanah Jawa
Indonesia
MUI ‘Haramkan’ Sweeping Tempat Makan yang Buka Siang Hari saat Bulan Ramadan
“Pentingnya sikap saling menghormati antarumat beragama, sehingga tidak diperlukan tindakan sepihak,” kata Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas.
Frengky Aruan - Rabu, 18 Februari 2026
MUI ‘Haramkan’ Sweeping Tempat Makan yang Buka Siang Hari saat Bulan Ramadan
Indonesia
Breaking News: Pemerintah Tetapkan Puasa Ramadan 2026 Jatuh Kamis 19 Februari
Keputusan pemerintah tahun ini berbeda dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang telah menetapkan awal Ramadan satu hari lebih awal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 17 Februari 2026
Breaking News: Pemerintah Tetapkan Puasa Ramadan 2026 Jatuh Kamis 19 Februari
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Wajibkan Warung Makan Pasang Tirai Selama Ramadan, Begini Aturannya
Pihak pengelola diharapkan mampu mengatur arus pelanggan sehingga tidak menimbulkan kerumunan yang berpotensi mengganggu kenyamanan warga sekitar
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
Pemprov DKI Jakarta Wajibkan Warung Makan Pasang Tirai Selama Ramadan, Begini Aturannya
Indonesia
Pemprov DKI Ingatkan Ormas Jangan Jadi 'Superhero' di Siang Bolong Saat Ramadan
Chico Hakim menambahkan bahwa tindakan main hakim sendiri berpotensi melanggar ketertiban umum
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
Pemprov DKI Ingatkan Ormas Jangan Jadi 'Superhero' di Siang Bolong Saat Ramadan
Indonesia
Potensi Perbedaan Awal Ramadhan, Ketum MUI: Itu Dinamika Ijtihad, Jangan Saling Mengkafirkan
Kiai Anwar menyoroti bahwa keragaman dalam menentukan awal puasa justru menunjukkan sisi egaliter kehidupan beragama di Indonesia
Angga Yudha Pratama - Kamis, 12 Februari 2026
Potensi Perbedaan Awal Ramadhan, Ketum MUI: Itu Dinamika Ijtihad, Jangan Saling Mengkafirkan
Lifestyle
Mengenal Tradisi Munggahan, Cara Masyarakat Sambut Ramadan
Tradisi munggahan adalah budaya masyarakat Sunda menjelang Ramadan. Simak makna, sejarah, waktu pelaksanaan, dan perbedaannya dengan cucurak.
ImanK - Kamis, 12 Februari 2026
Mengenal Tradisi Munggahan, Cara Masyarakat Sambut Ramadan
Lifestyle
Baratan: Tradisi Unik Nisfu Sya'ban di Jepara Sebagai Simbol Keselamatan Menjelang Bulan Suci Ramadan
Keunikan tradisi ini terletak pada penyajian makanan khas bernama Puli
Angga Yudha Pratama - Minggu, 01 Februari 2026
Baratan: Tradisi Unik Nisfu Sya'ban di Jepara Sebagai Simbol Keselamatan Menjelang Bulan Suci Ramadan
Lifestyle
Nisfu Syaban 1447 Hijriah Jatuh 3 Februari 2026, Momentum Emas Raih Syafaat Nabi Muhammad
Pada periode ini, intensitas ibadah biasanya meningkat tajam karena masyarakat meyakini adanya keberkahan khusus yang diturunkan Allah SWT
Angga Yudha Pratama - Minggu, 01 Februari 2026
Nisfu Syaban 1447 Hijriah Jatuh 3 Februari 2026, Momentum Emas Raih Syafaat Nabi Muhammad
Indonesia
Bagi-Bagi Nasi Bungkus Tolak Raperda Rokok, Simbol Perjuangan Warteg di Jakarta
Aksi bagi-bagi nasi bungkus yang dilakukan pedagang warteg ini bukan sekadar penolakan, tetapi juga simbol perjuangan pedagang kecil.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Desember 2025
Bagi-Bagi Nasi Bungkus Tolak Raperda Rokok, Simbol Perjuangan Warteg di Jakarta
Bagikan