Nisfu Syaban 1447 Hijriah Jatuh 3 Februari 2026, Momentum Emas Raih Syafaat Nabi Muhammad
Ilustrasi (pexel/ Rubaitul Azad)
Merahputih.com - Umat Islam di seluruh penjuru dunia bersiap menyambut malam Nisfu Syaban 1447 Hijriah yang jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026, sebagai momentum memperkuat rutinitas ibadah dan spiritualitas menjelang kedatangan bulan suci Ramadan.
Pertengahan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah ini menjadi titik krusial bagi kaum muslimin untuk merefleksikan diri sekaligus memburu pahala melalui peningkatan amal kebaikan, terutama pembacaan shalawat.
Momentum Transformasi Spiritual Jelang Ramadan
Sebagai bulan yang mengapit Rajab dan Ramadan, Syaban memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi Islam. Nisfu Syaban, yang secara harfiah berarti pertengahan bulan Syaban, sering kali dianggap sebagai "pintu gerbang" sebelum memasuki masa puasa wajib.
Baca juga:
Pada periode ini, intensitas ibadah biasanya meningkat tajam karena masyarakat meyakini adanya keberkahan khusus yang diturunkan Allah SWT.
Kesempatan ini dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas diri dan membersihkan hati. Persiapan spiritual yang matang di bulan Syaban dipercaya dapat mempermudah transisi fisik dan mental saat memasuki bulan Ramadan yang penuh tantangan.
Syaban Sebagai Bulan Shalawat Global
Keistimewaan Syaban kian dipertegas dengan turunnya perintah untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini merujuk pada Al-Quran Surah Al-Ahzab ayat 56 yang menjadi fondasi bagi umat Islam untuk terus mengagungkan nama Rasulullah sepanjang bulan ini.
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzab: 56).
Baca juga:
Niat Puasa Ayyamul Bidh Bulan Rajab 1447 H: Bacaan, Jadwal, dan Keutamaannya
Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki dalam kitab Ma Dza fi Sya’ban menegaskan urgensi bulan ini bagi para pemburu syafaat. Beliau menuliskan:
"Di antara keistimewaan bulan Sya’ban ialah bulan yang turun ayat shalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."
Meningkatnya amalan shalawat di bulan ini diharapkan mampu mengundang keberkahan hidup serta menjamin syafaat di hari akhir nanti bagi setiap individu yang mengamalkannya dengan tulus. (Tka)
Bagikan
Tika Ayu
Berita Terkait
Tradisi Ziarah Kubro di Kota Palembang, Acara Menyambut Ramadan
Jangan Ada Lagi Mau Lebaran Harga Cabai-Daging Mahal di Jakarta, DPRD Kebut Perda Baru
[HOAKS atau FAKTA]: Sekolah Libur Ramadan 16-23 Februari, Lebaran 16-29 Maret
Pemerintah Tetapkan Harga Sapi Hidup Rp 55.000 Per Kilogram, Melanggar Bakal Ditindak
DPRD DKI Bersiap Sidak Pasar, Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Jelang Puasa
Permintaan Daging Naik, Pramono Pastikan Pasokan Aman Jelang Imlek dan Ramadan
Pemprov DKI Klaim Ketersedian Pangan Cukup Jelang Imlek dan Puasa
Ramadan Tinggal Hitungan Hari, Komisi B DPRD DKI Belum Rapat dengan BUMD Pangan
Masih Punya Utang Puasa? Ini Niat Puasa Qadha Ramadan di Nisfu Syaban
Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Cek Jadwal Lengkap dan Keutamaannya