Pokemon Ngamuk, Karakternya Dipakai Gedung Putih untuk Kampanye MAGA

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 07 Maret 2026
 Pokemon Ngamuk, Karakternya Dipakai Gedung Putih untuk Kampanye MAGA

Pikachu. (Foto: The Pokemon Company)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — THE Pokemon Company International mengecam penggunaan citra Pokemon oleh Gedung Putih, termasuk versi kecil karakter populer Pikachu, dalam sebuah meme yang diunggah secara daring dengan frasa ‘Make America Great Again’.

“Kami tidak terlibat dalam pembuatan atau penyebarannya, dan tidak ada izin yang diberikan untuk penggunaan kekayaan intelektual kami. Misi kami ialah menyatukan dunia, dan misi tersebut tidak berafiliasi dengan pandangan atau agenda politik apa pun,” kata juru bicara Pokemon, Sravanthi Dev, dikutip BBC.

Perusahaan tersebut sebelumnya juga mengkritik pemerintahan Donald Trump karena menggunakan citra Pokemon untuk mempromosikan kebijakan deportasi mereka. Pihak Gedung Putih menyiratkan perusahaan tersebut memiliki bias politik.

Perusahaan tidak menyatakan apakah mereka berniat mengajukan gugatan terhadap pemerintah Amerika Serikat.

Merek berusia 30 tahun itu, yang baru-baru ini merilis gim Pokopia untuk Nintendo, sebelumnya juga menegur pemerintahan Trump pada September 2025 karena menggunakan lagu tema serta slogan ‘Gotta catch 'em all’ dalam sebuah video yang menampilkan penangkapan oleh patroli perbatasan dan agen imigrasi AS. Saat itu, perusahaan juga mengatakan mereka tidak terlibat dalam pembuatan atau distribusi konten tersebut dan tidak memberikan izin penggunaan kekayaan intelektual mereka.

Baca juga:

Amzing Banget deh, Cheeto Berbentuk Pokemon Terjual Hampir Rp 1,5 Miliar



Meme terbaru itu tampaknya menggunakan gambar dari Pokopia, dengan slogan yang ditulis menggunakan jenis huruf yang mirip dengan gim tersebut. Versi kecil Pikachu terlihat muncul dari balik huruf ‘e’ pada kata ‘make’.

Ketika dimintai tanggapan atas pernyataan Pokemon, Gedung Putih mengarahkan ke sebuah unggahan di X oleh juru bicara Kaelan Dorr. Unggahan itu menyertakan foto artikel The Wall Street Journal yang berusia 10 tahun tentang rival Trump dari Partai Demokrat dalam pemilihan presiden 2016, Hillary Clinton. Artikel itu merujuk pada gim Pokemon Go untuk mendorong para pendukungnya memilih. Clinton saat itu berkata, “Saya sedang mencoba mencari cara agar mereka melakukan Pokemon Go ke tempat pemungutan suara.”

“Hai Mr Pikachu, penggemar berat. Pertanyaan untukmu, mengapa tidak ada respons terhadap artikel seperti ini?” ujar Dorr di X.

“Sepertinya kamu memang mungkin berafiliasi dengan suatu pandangan politik, bukan?” imbuhnya.

Dalam masa jabatan kedua Trump, pemerintahannya sering menggunakan meme populer di akun media sosial resmi pemerintah.

Juru bicara Gedung Putih Abigail Jackson sebelumnya menggambarkan strategi tersebut. “Melalui unggahan yang menarik dan meme yang keren, kami berhasil mengomunikasikan agenda presiden yang sangat populer,” ujarnya.

Baru-baru ini, Gedung Putih juga mengunggah video yang mencampurkan gambar perang melawan Iran dengan cuplikan dari waralaba gim video Call of Duty. Sejumlah seniman mengeluhkan karya mereka digunakan pemerintahan Trump di media sosial.

Komika dan podcaster Theo Von, yang sebelumnya pernah mewawancarai Trump dalam programnya dan mengatakan ia mendukungnya secara politik, bereaksi marah tahun lalu ketika U.S. Department of Homeland Security menggunakan cuplikan dirinya berbicara untuk mengungkapkan angka deportasi lembaga tersebut.

“Hei DHS, saya tidak menyetujui untuk digunakan dalam ini. Saya tahu kalian tahu alamat saya, jadi kirimkan cek. Tolong hapus ini serta jangan libatkan saya dalam video deportasi kalian,” ujar Von di X.(dwi)


Baca juga:

Presiden AS Donald Trump Sebut Perang Berakhir jika Iran Menyerah tanpa Syarat

#Pokemon #Donald Trump #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Kebakaran 51 Jeep Wrangler dan Gladiator Picu Gugatan Hukum di AS
Kasus kebakaran Jeep Gladiator dan Wrangler memicu gugatan hukum di AS. FCA recall 1,07 juta unit akibat masalah konektor listrik pompa power steering. NHTSA catat 51 kebakaran dan 1 cedera.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Insiden Kebakaran 51 Jeep Wrangler dan Gladiator Picu Gugatan Hukum di AS
Indonesia
Trump Ngotot Jadikan Selat Hormuz Bagian Wilayah AS
Pemimpin Turkiye itu juga mengatakan bahwa Ankara, bersama dengan Pakistan dan Arab Saudi, menunjukkan sikap tegas dalam memastikan stabilitas dan keamanan regional
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Trump Ngotot Jadikan Selat Hormuz Bagian Wilayah AS
Dunia
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Ikut Campur Kesepakatan Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Oman.
Yusuf Abdillah - Selasa, 18 Agustus 2026
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Ikut Campur Kesepakatan Selat Hormuz
Indonesia
Bertemu Prabowo, Wamenhan AS Elbridge Colby Optimistis Hubungan Indonesia-AS Makin Kuat
Wakil Menteri Perang AS Elbridge A. Colby bertemu Prabowo di Istana Negara. AS optimistis mempererat hubungan dan kerja sama strategis dengan Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Bertemu Prabowo, Wamenhan AS Elbridge Colby Optimistis Hubungan Indonesia-AS Makin Kuat
Dunia
Trump Siapkan Hantaman Ekonomi Baru ke Iran
Iran selama beberapa dekade telah menunjukkan bahwa negara tersebut tidak dapat dilumpuhkan dengan langkah-langkah semacam itu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
Trump Siapkan Hantaman Ekonomi Baru ke Iran
Dunia
4 Kali Jadi Target Penembakan, Trump Sampai Dikawal 'Avengers' Saat Main Golf
Donald Trump sudah empat kali jadi target penembakan dalam dua tahun terakhir, termasuk insiden peluru mengenai telinganya pada Juni 2024.
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
4 Kali Jadi Target Penembakan, Trump Sampai Dikawal 'Avengers' Saat Main Golf
Indonesia
Jaga Kedaulatan Budaya lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia
Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Jaga Kedaulatan Budaya lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia
Indonesia
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Penggunaan kekuatan udara saja kemungkinan tidak akan mampu memaksa Teheran memenuhi tuntutan Amerika Serikat
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Dunia
12 Juta Permohonan Visa Tertunda, AS Disebut Sengaja Perlambat Layanan
Laporan tersebut menambahkan bahwa pejabat AS mengaitkan lambatnya proses imigrasi tersebut disebabkan oleh prosedur peninjauan permohonan yang lebih ketat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
12 Juta Permohonan Visa Tertunda, AS Disebut Sengaja Perlambat Layanan
Indonesia
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Asosiasi-asosiasi tersebut memperingatkan bahwa penerapan kebijakan semacam itu dapat menjadi preseden bagi langkah serupa di jalur pelayaran internasional lainnya
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Bagikan