PM Anwar Pimpin Langsung Perundingan Gencatan Senjata Kamboja dengan Thailand
Presiden Prabowo Subianto dan PM Malaysia Anwar Ibrahim. (Dok Kemhan RI)
MerahPutih.com - Malaysia memfasilitasi pertemuan pemimpin Thailand dan Kamboja untuk membahas perundingan gencatan senjata.
Kantor Berita Malaysia, BERNAMA melansir, pemerintah Thailand dan Kamboja telah memintanya untuk mencoba dan merundingkan penyelesaian damai.
"Jadi, saya sedang membahas parameternya, syaratnya, tapi yang penting adalah gencatan senjata segera," ujar Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Ia menegaskan, akan memimpin perundingan antara perwakilan kedua negara termasuk persyaratan yang diajukan kedua belah pihak.
Baca juga:
Pejabat Thailand dan Kamboja Bertemu di Malaysia Bahas Konflik Perbatasan
Diskusi antara kedua pemimpin itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak mereka untuk menemukan solusi atas krisis yang terjadi.
Anwar mengatakan, tim dari Malaysia dan mungkin beberapa dari negara tetangga akan memantau diskusi tersebut untuk memastikannya terlaksana dengan baik.
"Dan saya harap ini bisa berhasil. Kita harus bekerja untuk memastikan parameternya selaras. Menteri Luar Negeri dan Kementerian Luar Negeri bekerja sepanjang malam untuk memastikan semuanya jelas, karena tidak mudah, Anda tahu, ketika terjadi baku tembak dan pertempuran," jelasnya.
Anwar meyakini, dengan fakta bahwa ASEAN masih merupakan kawasan paling damai di dunia dan ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia akan meredam konflik ini.
Pemerintah Thailand telah mengonfirmasi akan menghadiri konsultasi perdamaian regional di Malaysia pada hari Senin (28/7) untuk membahas meningkatnya konflik perbatasan dengan Kamboja. (*)
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Minta Pemimpin Dunia Hentikan Perang, Megawati: Kita Itu Satu Bumi
Drone Iran Ditembak Jatuh Saat Dekati Kapal Perang USS Abraham Lincoln di Laut Arab
China dan Rusia Perkuat Kerja Sama Hadapi Hukum Rimba Global
Garda Revolusi Iran Dicap Organisasi Terorirs, Atase Militer Negara Eropa Diusir
Setelah Selat Hormuz, Militer AS Tingkatkan Kekuatan di Teluk Persia
DPR Desak Kemenlu Bersiap Hadapi Perang AS-Iran, Evakuasi WNI Jadi Utama
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Jadi Organisasi Teroris, Iran: Eropa Sibuk Mengipasi Api.
Ketegangan Dengan AS Meningkat, Iran Klaim Kendalikan Penuh Selat Hormuz
Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Pisahkan Pelaku dan Korban Online Scam di Kamboja
Iran Mengaku Lebih Siap Hadapi Serangan AS