PKS Tolak Mentah-Mentah Usulan Wagub DKI Dibahas Usai Pilpres 2019
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi (MP/Asropih)
MerahPutih.Com - Wacana pembahasan posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta dilakukan seusai Pilpres 2019 ditolak mentah-mentah oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Alasannya, jabatan Wagub DKI mendesak untuk diisi.
Selain itu, ketidaksetujuan PKS atas opsi tersebut dilatari kesepakatan antara PKS dan Gerindra yang menyebutkan kursi yang ditinggalkan Sandiaga Uno paling telat bulan Januari sudah ditempati pejabat baru.
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi menegaskan bahwa partai pengusung Anies-Sandi di Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu menginginkan penyelesaian DKI 2 bulan Januari ini.
Sikap PKS tersebut sejalan dengan keinginan DPD Gerindra DKI Jakarta yang menargetkan jabatan Wagub DKI Jakarta akan segera terisi pada tanggal 25 Januari nanti.
"Kalau kita maunya lebih cepat itu kan PKS dan Gerindra," kata Suhaimi saat dikonfirmasi, Selasa (8/1).
Karena menurut dia, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus secepatnya memiliki pendamping, agar roda pemerintahan DKI Jakarta berjalan dengan baik.
"Iya, kalau kita maunya sebelum Pilpres. Karena itu kebutuhan pemerintah, harus adanya Wagub," jelasnya.
Sebelumnya, ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo mengaku sudah mengirimkan surat undangan acara pertemuan pembahasan mekanisme fit and proper test ke Gerindra pada Senin 7 Januari 2019 kemarin.
"Isinya pertama mengundang silaturahmi dan rapat koordinasi rencana fit and proper. Undangan silaturahminya itu Rabu,9 Januari 2019," kata Syakir kepada awak media, Selasa (8/1).
Seperti diketahui, PKS telah menyerahkan tiga nama kandidat cawagub DKI Jakarta ke Gerindra.
Ketiga nama itu adalah Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi, mantan Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu, dan Sekretaris Umum DPW PKS DKI Agung Yulianto.(Asp)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Ini Ramalan Cuaca Yogyakarta Saat Imlek Menurut BMKG
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Sekjen PKS Tegaskan Perlu Kajian Mendalam dan Partisipatif untuk Penentuan Pilkada Langsung atau Lewat DPRD
Wagub Rano Karno Jawab Ketidakpuasan soal UMP DKI Jakarta
Nasibnya di Ujung Tanduk, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Terancam Dipecat Gerindra
Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Didepak Gerindra Buntut Umrah Viral di Tengah Bencana
Marsinah Dijadikan Pahlawan Nasional, Bukti Negara Mulai Menghargai Kelompok Buruh
Di Hadapan Kader Gerindra, Prabowo Tekankan Pemimpin Sejati Harus Paham Arah Bangsa, Bukan Sekadar Punya Rasa Suka atau Tidak Suka
Tokoh Intelijen Indonesia Soeripto Meninggal di Usia 89 Tahun, Begini Karirnya
Budi Arie Mau Gabung Gerindra? Ahmad Muzani Bocorkan Syarat 'Gak Ribet' Jadi Anak Buah Prabowo
Presiden Perintahkan Kader PKS Jadi Negarawan, Jaga Integritas
PKS Solo Kukuhkan Pengurus, Serukan Koalisi Beretika dan Bermartabat