PKS Puji Kebijakan 'Work From Home' Solusi Atasi Penyebaran Corona

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 18 Maret 2020
PKS Puji Kebijakan 'Work From Home' Solusi Atasi Penyebaran Corona

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. Foto: MP/Ponco

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengapresiasi kebijakan pemerintah terkait dengan Work From Home (WfH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menyikapi wabah virus Corona. Menurut Mardani, fakta ilmiah menunjukkan semua tempat berkumpul dapat jadi sarana penyebaran virus.

"Skema Work from Home (WfH) atau Study from Home (SfW) merupakan tindakan yang bijak,” kata Mardani, Rabu (18/3)

Baca Juga

Mahasiswa IPB Tertular Virus Corona di Jakarta

Menurut Mardani, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kebijakan ini berjalan efektif. Salah satunya adalah dengan memastikan bahwa program WfH dan SfW tidak serta merta mengganggu produktifitas masyarakat yang berdampak pada skala nasional.

“Kebijakan WFH dan SFH tanpa diiringi detail pelaksanaan bisa menurunkan produktivitas bangsa ini secara drastis. Mengingat negara kita sedang berusaha mengejar banyak ketertinggalan,” ujarnya.

Kemudian ia juga meminta kepada pemerintah untuk mengupayakan agar pelayanan publik tidak terkendala dengan adanya kebijakan WfH dan SfW oleh pemerintah itu.

Legislator DPR RI F-PKS, Mardani Ali Sera. Foto: pks.id
Legislator DPR RI F-PKS, Mardani Ali Sera. Foto: pks.id

Komunikasi lintas golongan pemerintahan juga harus diatur secara terpusat, baik itu Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

“Setiap Kementerian atau Lembaga dan Pemda perlu memastikan setiap pelayanan tetap berjalan. Seperti ASN dan PPK membuat jalur komunikasi sampai pusat layanan dengan call center yang mudah diakses. Ini penting sebagai kanal pengaduan jika ada ASN atau PPK yang tidak bekerja sesuai standar,” tuturnya.

Baca Juga

Hand Sanitizer di Solo Langka Akibat KLB Corona, Mahasiswa UNS Bikin Sendiri

Walaupun pekerjaan bisa dijalankan dari rumah, namun Mardani tetap mengharapkan agar management control tetap dikuatkan agar para ASN maupun PPK tidak menjadikan masa social distancing sebagai ajang liburan dan santai-santai ria.

“Mekanisme pengawasan diperlukan untuk memastikan setiap orang tidak lepas dari tugasnya sekaligus menjadi ukuran kinerja. Begitu juga dengan sistem renumerasi dan sanksi yang jelas. Jangan sampai kewenangan yang turut diberikan ke daerah ini menurunkan produktivitas,” tegas Mardani.

Untuk memastikan kinerja para ASN dan PPK berjalan normal meskipun sedang melakukan program social distancing, Mardani memberikan satan agar pemerintah membuat sebuah gugus tugas reaksi cepat.

Gugus tugas ini difungsikan untuk memantau kondisi rill di lapangan seperti apa, sehingga tindakan yang bisa diambil oleh pemerintah dapat cepat dan terukur.

“Maka saya melihat perlunya satu gugus tugas reaksi cepat yang dilengkapi dengan perlengkapan yang memadai. Gugus tugas ini berfungsi sebagai pemantau kondisi lapangan yang berkoordinasi dengan kepolisian maupun pihak terkait,” kata Mardani memberikan saran.

Mardani juga mengharapkan pemerintah tetap memberikan reward yang sesuai kepada para pegawainya yang memiliki kinerja terbaik. Bagi Mardani, reward ini penting untuk membangun mental siap melayani dimanapun berada bagi para ASN.

“Saya juga mengusulkan pemerintah dapat memberikan insentif untuk ASN yang memiliki kinerja baik meski bekerja di rumah. Tapi sekali lagi harus diiringi dengan SOP, mekanisme, evaluasi dan monitoring yang jelas,” lanjut Mardani.

Baca Juga

Pasien Corona Makin Membludak, Lembaga Pemeriksa Spesimen Diperbanyak

Mardani juga meminta agar pemerintah mengukur lagi apakah kebijakan WfH dan SfH cukup dengan masa tenggang 14 hari. Tapi menurutnya, jika wabah Covid-19 masih belum bisa dikendalikan, ia berharap agar kebijakan tersebut bisa ditambah waktunya demi kemaslahatan bersama.

“Rencananya kebijakan ini akan berlangsung selama 14 hari. Apakah cukup? Angka 14 hari memang merujuk pada masa inkubasi. Namun jika dalam perkembangannya virus ini belum bisa teratasi, dapat diperpanjang. Semuanya harus berdasarkan science based evidence,” tutupnya. (Knu)

#Partai Keadilan Sejahtera (PKS) #Mardani Ali Sera
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Guru Honorer Jangan Sampai Terbengkalai Akibat Penghapusan Tenaga Non-ASN Tahun 2026
Pemerintah perlu segera melakukan pendataan ulang terhadap tenaga non-ASN yang belum terdaftar dalam basis data BKN guna mempercepat proses administrasi penyerapan formasi ASN secara sistematis
Angga Yudha Pratama - Selasa, 12 Mei 2026
Guru Honorer Jangan Sampai Terbengkalai Akibat Penghapusan Tenaga Non-ASN Tahun 2026
Indonesia
Timor Leste Resmi Gabung ASEAN, DPR: Kerja Sama Regional Makin Kuat, Indonesia di Garis Depan
Ketua BKSAP DPR menilai bergabungnya Timor Leste ke ASEAN sebagai momentum penting bagi penguatan solidaritas dan integrasi kawasan Asia Tenggara.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Oktober 2025
Timor Leste Resmi Gabung ASEAN, DPR: Kerja Sama Regional Makin Kuat, Indonesia di Garis Depan
Indonesia
Demi Tanah Abang Bangkit, Fraksi PKS Desak Pemprov DKI Jadikan Prioritas di RPJMD
Usulan ini disampaikan dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2026
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Agustus 2025
Demi Tanah Abang Bangkit, Fraksi PKS Desak Pemprov DKI Jadikan Prioritas di RPJMD
Indonesia
PKS: Bendera One Piece Bukan Anarkis, Itu Kritik Kreatif
Rakyat Indonesia, terutama generasi muda, adalah kelompok yang cerdas dan punya kepekaan terhadap situasi yang terjadi
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 05 Agustus 2025
PKS: Bendera One Piece Bukan Anarkis, Itu Kritik Kreatif
Indonesia
Geger Bendera Bajak Laut One Piece Jelang HUT RI, Mardani: Nikmati Saja
Rakyat itu cerdas dan punya hati
Angga Yudha Pratama - Senin, 04 Agustus 2025
Geger Bendera Bajak Laut One Piece Jelang HUT RI, Mardani: Nikmati Saja
Indonesia
Legislator Ungkap Keuntungan dari Pemisahan Pemilu Nasional dan Lokal
Selain itu, pemisahan pemilu juga dinilai akan memperkuat otonomi daerah
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 Juli 2025
Legislator Ungkap Keuntungan dari Pemisahan Pemilu Nasional dan Lokal
Indonesia
Banjir Jakarta Parah Sampai 2,7 Meter! Mardani Tegaskan Solusi Banjir Bukan Sekadar Tambal Sulam
Politisi PKS ini mendorong pemerintah untuk menyusun peta jalan penanganan banjir yang jelas, solusinya teruji, dan pembagian anggarannya transparan dengan pola multi-tahun
Angga Yudha Pratama - Kamis, 10 Juli 2025
Banjir Jakarta Parah Sampai 2,7 Meter! Mardani Tegaskan Solusi Banjir Bukan Sekadar Tambal Sulam
Indonesia
Abdul Kharis Almasyhari Jadi Ketua Fraksi PKS DPR
Hal itu diketahui saat Presiden PKS periode 2025-2030 Almuzammil Yusuf menghadiri rapat pleno fraksi PKS di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/6) kemarin.
Frengky Aruan - Kamis, 26 Juni 2025
Abdul Kharis Almasyhari Jadi Ketua Fraksi PKS DPR
Indonesia
Polemik Visa Haji Furoda 2025, PKS Minta Pemerintah Ambil Kuota Negara Lain
Tidak terbitnya visa haji furoda dinilai merugikan merugikan calon jemaah haji yang sudah membayar dan siap berangkat.
Frengky Aruan - Sabtu, 07 Juni 2025
Polemik Visa Haji Furoda 2025, PKS Minta Pemerintah Ambil Kuota Negara Lain
Indonesia
Prabowo Subianto Bakal Hadiri Pembukaan Konferensi PUIC 2025, Fokus Tata Kelola Pemerintahan
Pesannya sama, Indonesia siap menjadi negara penghubung bagi semua, menuju kemakmuran dan perdamaian bersama
Angga Yudha Pratama - Selasa, 13 Mei 2025
Prabowo Subianto Bakal Hadiri Pembukaan Konferensi PUIC 2025, Fokus Tata Kelola Pemerintahan
Bagikan