Pasien Corona Makin Membludak, Lembaga Pemeriksa Spesimen Diperbanyak

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 18 Maret 2020
Pasien Corona Makin Membludak, Lembaga Pemeriksa Spesimen Diperbanyak

Tenda Isolasi Virus Corona (COVID-19), RS dr Bratanata, Denkesyah 02.04.02, Korem 042/Garuda Putih, Jambi, Senin (16/3/2020). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, pertambahan jumlah kasus baru positif virus corona (Covid-19) diikuti penambahan jumlah pasien dalam pengawasan dan pasien yang dicurigai (suspect). Teranyar, pasien corona bertambah menjadi 172 orang.

Pemerintah pun menambah lembaga yang bisa memeriksa spesimen untuk memastikan seseorang positif virus corona atau tidak.

Baca Juga:

Di Tengah Wabah Corona, Ketua DPRD Pastikan Pemilihan Wagub Sesuai Jadwal

“Sekarang laboratorium penyakit menular Universitas Airlangga sudah menjalankan fungsinya, sudah mengirimkan hasil pemeriksaan spesimen. Tidak lama lagi juga akan dilakukan oleh Lembaga Eijkman di Jakarta, kemudian laboratorium Universitas Indonesia,” kata Yurianto di kantor BNPB, Jakarta, Senin (17/3).

Yurianto mengatakan, paling lambat minggu depan pemeriksaan spesimen sudah bisa dilaksanakan di berbagai tempat.

Hal ini akan memperpendek pengiriman spesimen dari rumah sakit ke laboratorium.

Diketahui selama ini, seluruh spesimen dikirimkan rumah sakit dari berbagai daerah di laboratorium Badan Litbangkes Kemenkes di Jakarta.

Ruang isolasi untuk pasien "suspect" pengidap virus corona yang disediakan oleh RSUD Loekmono Hadi Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Ruang isolasi untuk pasien "suspect" pengidap virus corona yang disediakan oleh RSUD Loekmono Hadi Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Saat ini, lanjut Yurianto, jumlah spesimen yang sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak 2.300 pasien.

Jumlah ini terus bergerak. Untuk kebutuhan alat pemeriksaannya sendiri, pihak Litbangkes sudah menerima 10.000 kit dan akan terus ditambah sesuai kebutuhan.

Kit-kit pemeriksaan spesimen ini dibeli dari luar negeri. Tetapi menurut Yurianto, tidak jadi persoalan sepanjang penyedia atau distributornya mampu menyediakan sesuai jumlah yang diinginkan pemerintah.

Yurianto juga mengatakan, akibat dari kepanikan banyak warga yang berbondong ke rumah sakit untuk meminta pemeriksaan dalam beberapa hari ini.

“Tidak kemudian semua orang merasa perlu untuk minta pemeriksaan sendiri. Harus ada indikasi medis dan ada pertimbangan dari dokternya,” kata Yurianto.

Baca Juga:

Kukuh Minta Pasien Bergejala Corona Isolasi Diri, Pemerintah Harap Keluarga Ikhlas

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo menyebut, merebaknya virus corona atau Covid-19 di Indonesia sampai saat ini dapat dikategorikan sebagai bencana skala nasional.

"Ini bisa disebut bencana skala nasional," kata Agus.

Dengan status bencana skala nasional, maka pemerintah bisa mengerahkan semua potensi yang ada dalam mendukung operasi penanggulangan virus corona di Indonesia.

"Karena dengan status tersebut pemerintah bisa mengerahkan semua potensi yang ada baik TNI, Polri, dunia usaha, hingga media untuk mendukung operasi penanggulangan Covid-19," ujarnya. (Knu)

Baca Juga:

Sebanyak 51 Orang di Jakarta Positif Corona

#Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan