PKBM dapat Jadi Pusat Belajar Mumpuni

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 15 Oktober 2022
PKBM dapat Jadi Pusat Belajar Mumpuni

Pengembangan PKBM tidak lagi sekedar lembaga yang memberikan ijazah. (Unsplash/MATAQ Darul Ulum)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PUSAT Kegitan Belajar Masyarakat (PKBM) terkadang dipandang sebelah mata karena dianggap hanya menjadi media untuk mendapatkan ijazah. Padahal dalam PKBM diselenggarakan kegiatan pendidikan yang memberikan pengetahuan dan wawasan bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak.

Apalagi PKBM berbasis agama yang sering dianggap tidak cukup mendapatkan pendidikan secara umum dan luas. Stigma itu berhasil dipatahkan oleh seorang ibu bernama Putri Lenggo Geni yang menjadikan Madrasah Ahlakul Qurani (MAQ) Al Uswah yang berlokasi di Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta, sebagai lembaga pendidikan yang mumpuni.

Lulusan Program S2 Colorado State University itu melihat bahwa PKBM dapat juga dijadikan alternatif sekolah unggulan yang tidak kalah dengan sekolah formalitas lainnya.

Baca Juga:

Hidup Bahagia dengan Nilai-nilaimu Sendiri

sekolah
Lembaga pendidikan berbasis agama tak kalah dengan lembaga pendidikan lainnya. (Unsplash/Masjid Pogung Dalangan)

Putri menjelaskan bahwa kurikulum di MAQ Al Uswah telah dikembangkan sedemikian rupa sehingga para murid dapat bersaing dengan murid lain kelak saat mereka lulus. “Kurikulum kami merupakan perpaduan kurikulum dasar yang dipadukan dengan tambahan agama Islam terpadu sesuai dengan ajaran Al Quran dengan cara mengajar yang unik dan menarik bagi anak-anak,” ujar Putri.

Putri memberi contoh misalnya terkait dengan kegiatan pendidikan jasmani dan kesehatan dimana MAQ AL Uswah memperkenalkan beragam jenis kegiatan antara lain berkuda, memanah dan berenang sebagai materi dasar. Hal ini menurut Putri sesuai dengan ajaran Al Quran yang mensyaratkan ketiga jenis olahraga tersebut wajib untuk dikenalkan kepada muslimin.

“Saya bersyukur dengan segenap upaya yang telah dilakukan, kami berhasil mendapatkan izin dari Dinas Pendidikan untuk menyelenggarakan PKBM Paket B dan C atau selevel dengan SMP dan SMA. Murid pun semakin berkembang dari yang awalnya hanya berjumlah 10 sekarang lebih dari 120 anak didik,” ungkap Putri.

Perubahan gaya hidup dan pola asuh, khususnya di kalangan pasangan muda yang memiliki anak, tidak luput dari perhatian Putri. Seiring dengan berjalannya waktu, pasangan suami istri harus bekerja untuk memenuhi tuntutan ekonomi. Konsekuensinya, mereka menitipkan buah hati kepada keluarga di rumah atau lembaga pendidikan.

Pola asuh mereka terkadang berbeda dengan orangtua. Efeknya, perkembangan emosi dan perilaku anak bisa terganggu dan memicu berbagai masalah, khususnya terkait dengan moralitas anak.

“Banyak wali murid kami yang mengeluhkan sebelum anaknya menimba ilmu di MAQ, mereka (anak-anak) sudah mulai terbiasa dengan kata-kata kasar dan menganggap itu suatu hal biasa. Hal-hal seperti ini apabila dibiarkan akan menjadi masalah besar di kemudian hari,” terang Putri.

Baca Juga:

Olahraga Bantu Kembangkan Karakter Sosial dan Keterampilan Anak

sekolah
Putri Lenggo Geni mengedepankan aspek agama dan adab sebagai materi pembelajaran utama. (Al Uswah)

Berlatar belakang fakta tersebut, Putri mengedepankan aspek agama dan adab sebagai materi pembelajaran utama di Madrasah Ahlakul Qurani. Perempuan yang aktif di Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) itu juga berharap sekolah PKBM tersebut dapat diperluas hingga ke jenjang pendidikan setara sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

Namun bukan hal yang mudah bagi Putri untuk menjalankan sekolah ini pada awalnya. Selepas pensiun dan bermodalkan uang pensiun suaminya, Putri merintis pendirian sekolah formal berbentuk PKBM.
“Saya sebenarnya tidak memiliki keinginan untuk mempunyai sebuah sekolah. Namun, ketika memasuki masa pensiun, saya ditawarkan mengambil alih gedung beserta sekolahnya oleh rekan kerja di kantor,” ungkap Putri.

Pengalamannya sebagai Head of Training and Education Center di Perum BULOG juga menjadi bekalnya dalam merintis bisnis di sektor pendidikan. Tantangannya menjalankan lembaga pendidikan ini berasal dari internal dan eksternal yang kemudian berhasil ia atasi dengan baik.

Pada awal pendirian Madrasah Ahlakul Qurani, nenek 4 cucu ini harus beradaptasi dengan para ustadz dan ustadzah hingga mereka siap. Langkah pertama yang ia lakukan dalam menyiapkan kompetensi tenaga pengajar ialah mengikutsertakan mereka ke berbagai pelatihan online dan offline sehingga kemampuan mengajar para ustadz serta ustadzah berkembang terus.

“Jadi akhirnya saya mendirikan MAQ Al Uswah dengan harapan anak-anak usia dini terlebih dahulu mengenal dan lebih dekat dengan kitab sucinya, yakni Al Quran. Sebab, tanpa kita sadari, semua ilmu yang ada saat ini bersumber dari Al Quran, sehingga ini menjadi bekal fondasi awal anak-anak dalam menjalani kehidupan mereka di masa akan datang,” paparnya. (*)

Baca Juga:

Mengikis Pengalaman Traumatis KDRT pada Anak

#Inspirasi #Pendidikan
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah dari TK hingga SMA
Hingga saat ini, pemerintah telah menyelesaikan sekitar 70 persen dari target awal revitalisasi 11.744 sekolah.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah dari TK hingga SMA
Indonesia
KPK Ungkap 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli
KPK mengungkapkan bahwa penerimaan murid baru di sekolah masih diwarnai pungli. Temuan ini pun cukup miris.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
KPK Ungkap 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli
Indonesia
Daripada Wajibkan Belajar Bahasa Prancis, DPR Minta Prabowo Fokus Benahi Persoalan Pendidikan Tanah Air
Kebijakan tersebut masih perlu dikaji termasuk kajian terhadap perangkat guru yang akan mengajar.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
Daripada Wajibkan Belajar Bahasa Prancis, DPR Minta Prabowo Fokus Benahi Persoalan Pendidikan Tanah Air
Indonesia
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Mendiktisaintek menjelaskan penutupan 122 program studi pada 2026 dilakukan atas usulan kampus. Mayoritas bertransformasi menjadi lebih relevan dengan industri dan teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Indonesia
Perhimpunan Guru Sanggah Keinginan Presiden Prabowo Jadikan Bahasa Prancis jadi Mata Pelajaran di Seluruh Sekolah, Tenaga Pengajar belum Siap
Hal itu justru akan membuat para guru dan siswa terkaget-kaget sekaligus heran, serta akan merasa sangat terbebani.
Dwi Astarini - Sabtu, 30 Mei 2026
Perhimpunan Guru Sanggah Keinginan Presiden Prabowo Jadikan  Bahasa Prancis jadi Mata Pelajaran di Seluruh Sekolah, Tenaga Pengajar belum Siap
Indonesia
Literasi dan Numerasi Sejak Dini Kunci Hadapi Era Modern
Anak-anak yang dekat dengan buku dinilai akan lebih berani bermimpi, mampu berpikir kritis, serta memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan zaman.
Dwi Astarini - Jumat, 29 Mei 2026
Literasi dan Numerasi Sejak Dini Kunci Hadapi Era Modern
Indonesia
Tahun Lalu Portugis, Prabowo Kini Instruksikan Semua Sekolah Belajar Bahasa Prancis
Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah baru kebijakan pendidikan Indonesia dengan menginstruksikan agar bahasa Prancis dipelajari di seluruh jenjang sekolah.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
Tahun Lalu Portugis, Prabowo Kini Instruksikan Semua Sekolah Belajar Bahasa Prancis
Indonesia
Nama RI Tercoreng di Dunia Akademik, DPR Desak Investigasi Dugaan Pemalsuan Riset WNI di Denmark
Komisi X DPR menyoroti dugaan pemalsuan riset WNI di konferensi ISPPD 2026 Denmark. Kronologi kasus menunjukkan sorotan publik sejak 21 Mei, DPR minta investigasi objektif.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Nama RI Tercoreng di Dunia Akademik, DPR Desak Investigasi Dugaan Pemalsuan Riset WNI di Denmark
Indonesia
Tutorial Cek Hasil SNPMB 2026, Serta Link Alternatifnya
Berdasarkan data yang ada, disebutkan total pendaftar yang mengikuti rangkaian Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB 2026) untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri mencapai lebih dari 1,67 juta siswa.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Tutorial Cek Hasil SNPMB 2026, Serta Link Alternatifnya
Indonesia
DPR Soroti Temuan Banyak Ijazah Tertahan di SMA/SMK Negeri, Singgung Pelayanan Publik Daerah
Fenomena penahanan ijazah juga banyak terjadi di sekolah-sekolah swasta karena adanya tuntutan pelunasan tunggakan biaya.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
DPR Soroti Temuan Banyak Ijazah Tertahan di SMA/SMK Negeri, Singgung Pelayanan Publik Daerah
Bagikan