PKB Sebut Mahfud MD Bukan Sosok Cawapres Representasi Arus Bawah
Mahfud MD. (MP/Asropih Opih)
MerahPutih.Com - Munculnya nama Mahfud MD dalam bursa cawapres Jokowi di Pilpres 2019 mendapat tanggapan keras dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Menurut Faisol Reza, mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu tidak sesuai dengan suara arus bawah warga nahdliyin.
Wasekjen PKB Faisol Reza lebih lanjut menyebut Mahfud MD bukan representasi arus bawah partainya.
"Saya berikan catatan kami tidak dalam posisi bisa mengkritik siapa calon yang akan dipilih Pak Joko Widodo, tetapi yang bisa saya katakan di NU ada yang namanya suara arus bawah," ujar Faisol Reza di Jakarta, Kamis (12/7).
Menurut dia, suara arus bawah Nahdlatul Ulama (NU) sangat menentukan berdasarkan pengalaman pemilihan presiden sebelumnya.
PKB pernah mendukung pasangan Wiranto-Shalahuddin Wahid dalam Pilpres 2004, ucap Faisol, tetapi dukungan itu bertentangan dengan suara arus bawah yang mendukung Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla.
"Belajar dari sana, kami mengingatkan bahwa suara NU besar, suara PKB yang didukung NU itu besar, ada suara arus bawah. Itu yang harus didengarkan siapa," tutur Faisol.
Faisol Reza sebagaimana dilansir Antara menegaskan suara arus bawah memunculkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan sebaiknya suara arus bawah itu tidak ditinggal agar PKB yang dirangkul tidak hanya kepalanya, sementara badannya tidak.
Komunikasi Jokowi dengan Muhaimin Iskandar disebutnya berjalan dengan baik dan menunjukkan gestur yang positif sehingga PKB yakin Muhaimin Iskandar akan dipilih mendampingi Jokowi.
"Kami melihat gestur Jokowi cara komunikasi cocok dengan Cak Imin dan saya kira ini sudah memberi keyakinan pada kami Jokowi akan memilih Cak Imin," kata Faisol.
Pihaknya yakin Jokowi akan memilih yang terbaik sebagai pasangannya dalam Pilpres 2019 dan masih teguh bergabung dalam koalisi, untuk selanjutnya akan melihat pergerakan politik terlebih dulu.(*)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Ikuti Jejak Anas, SDA dan Siti Fadila, Kini Jero Wacik dan Choel Ajukan PK
Bagikan
Berita Terkait
Legislator PKB: Gaji Guru Honorer Tak Manusiawi, Negara Lakukan Pelanggaran HAM
Mahfud MD Bela Pandji Pragiwaksono: Tidak Bisa Dijerat KUHP Baru
Tunjangan Hakim Naik Mulai 2026, PKB: Saatnya Bersihkan Mafia Peradilan
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Saat Retret Kabinet, Prabowo Berkelakar PKB dan Cak Imin Harus Diawasi
Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, PKB Harap Bisa Hasilkan Kebijakan yang Bikin Rakyat Sejahtera
Uji Kelayakan Calon Ketua DPW PKB, Gus Halim Tegaskan Pemimpin Wajib Tahu Diri
Golkar Usul Pilkada Dipilih DPRD, PKB: Ide Lama Cak Imin