Pilpres Diikuti 3 Kandidat, Capres Sulit Menang Satu Putaran

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Oktober 2022
Pilpres Diikuti 3 Kandidat, Capres Sulit Menang Satu Putaran

Ilustrasi pemilu. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Peta persaingan menuju Pilpres 2024 makin ketat. Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto dari hasil survei terkini memperoleh suara terbanyak. Masing-masing 30,2 persen dan 22,5 persen. Kemudian di tempat ketiga Anies Baswedan 18,2 persen disusul Ridwan Kamil 7,8 persen.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, bila dibuat simulasi tiga pasangan, pasangan Ganjar Pranowo dan Erick Thohir unggul dengan persentase 43,4 persen. Disusul pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani 29,4 persen, dan Airlangga Hartarto-Ridwan Kamil 11 persen.

Baca Juga:

Capres Harus Mampu Junjung Tinggi Persatuan dan Kesatuan

Simulasi berikutnya adalah pasangan Ganjar Pranowo-Erick Thohir 36,6 persen, Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar 25,7 persen, dan Anies Baswedan-Khofifah Indar Parawansa 24,8 persen.

"Jadi kalau dilihat tidak ada pasangan yang sampai 50 persen. Tidak ada satupun pasangan yang bisa menang satu putaran. Artinya masih sangat dinamis apa yang akan terjadi kedepan," katanya.

Yang menarik, nama Agus Harimurti Yudhoyono dan Puan Maharani konsisten menguat dalam dua bulan terakhir dalam pilihan elektoral masyarakat sebagai calon presiden atau Capres 2024.

Dalam simulasi 19 nama semi terbuka, Ketua Umum Partai Demokrat AHY berada di peringkat lima. Lalu, Ketua DPP PDIP Puan Maharani di peringkat tujuh.

Elektabilitas AHY terus naik dari Juni (2,1 persen), Agustus (2,9 persen), dan September (4,4 persen). Begitu pun dengan Puan.

Satu nama lain yang masih mengalami kenaikan elektabilitas adalah Menteri Pariwisata Sandiaga Uno. Dari Juni (2,4 persen), Agustus (1,9 persen), dan September (3 persen). Sementara itu, nama-nama lain cenderung fluktuatif turun naik.

Di posisi tiga besar misalnya, ada elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang turun naik. Dari Juni dengan 29 persen, Agustus (24,5), dan September (29 persen).

Sementara elektabilitas Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengalami penurunan.

Prabowo dari Juni (20,3), Agustus (21,3), dan September (19,6). Sementara Anies dari Juni (18,5), Agustus (19,3), dan September (17,4).

Adapun nama-nama lain juga mengalami penurunan elektabilitas, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dari Juni (10,3), Agustus (10,4), anjlok menjadi September (8,7).

Demikian juga dengan Menteri BUMN Erick Thohir dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Airlangga bahkan tidak masuk dalam 10 besar.

Survei Indikator digelar pada 13-20 September 2022 dengan jumlah responden sebanyak 1.220 orang. Penarikan sampel menggunakan multistage random sampling. Survei ini memiliki margin of error sekitar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Knu)

Baca Juga:

MK Tolak Gugatan PT 20 Persen, PKS: Jumlah Capres Tidak Akan Banyak

#Pilpres #Pemilu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Lula da Silva Menangkan Masa Jabatan Presiden Brasil ke-4
Kemenangan tersebut memberi Lula masa jabatan presiden keempat yang tidak berurutan, setelah menang pada 2002, 2006, dan 2022.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Lula da Silva Menangkan Masa Jabatan Presiden Brasil ke-4
Indonesia
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Isu-isu strategis yang akan dibahas itu menjadi dasar bagi panja untuk mengundang pihak-pihak terkait guna menyampaikan saran dan masukannya terhadap sistem Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Komisi II DPR juga tetap memperhatikan sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal pemilu hingga masukan-masukan dari akademisi dan masyarakat sipil.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Bagikan