MerahPutih.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kini tengah menunggu hasil dari para ulama yang akan berkunjung ke berbagai pihak selama dua minggu guna mendapat figur yang terbaik untuk diusung partai tersebut.
"Sementara ini bakal calon PKB mengerucut dan hampir final pada dua nama, Sutarmidji dan Karolin," kata Wakil Sekjen DPP PKB Daniel Johan seperti dilansir Antara, Minggu (17/12).
Dari dua nama tersebut, Johan mengatakan bahwa pihaknya saat ini ingin meminta restu dari para ulama di Kalbar terlenih dahulu.
"Karena itu, DPP menugaskan Habib Ridho bersama DPW PKB Kalbar, untuk berkeliling," kata Daniel yang juga anggota DPR Dapil Kalbar itu.
Habib Ridho merupakan Ketua Dewan Syuro DPW PKB Kalbar. Habib Ridho diminta untuk berkeliling ke berbagai ulama, pendeta, tokoh-tokoh agama, adat, masyarakat di Kalbar guna mendapat masukan.
"Tujuannya, agar mendapatkan siapa nama yang paling diharapkan masyarakat Kalbar," katanya.
Karena Johan menganggap Kalbar layaknya Indonesia mini. "Kalbar ini sangat beragam, sumber daya alam juga besar tinggal dikelola dengan baik," katanya.
Terkait hal itu, bagi PKB, siapapun calon gubernur maupun wakil gubernur di Kalbar, dapat menjamin semakin kuatnya persaudaraan dan persatuan. "Karena itu siapa pun harus dapat membawa Kalbar lebih sejahtera dan baik lagi," kata dia.
Mengenai nama Sutarmidji dan Karolin yang muncul, Daniel menjelaskan karena kedua nama itu yang sudah mendaftar dan menjalin komunikasi, memiliki prestasi serta hasil survei yang baik. "Jadi, dua ini yang terbaik. Sekarang tinggal tergantung ulama," ujar Daniel Johan.
Sutarmidji merupakan Wali Kota Pontianak yang kini memasuki periode kedua menjabat. Ia sudah menggandeng Ria Norsan, Bupati Mempawah yang sudah dua periode menjabat yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kalbar.
Sedangkan Karolin Margret Natasa merupakan Bupati Landak yang baru dilantik pertengahan tahun ini. Sebelumnya, Karolin adalah anggota DPR RI Dapil Kalbar dari PDI Perjuangan. Karolin adalah putri dari Gubernur Kalbar Cornelis yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar. (*)

