Pilkada 2018, Pengamat: Pilkada Jakarta Harus Jadi Pelajaran
Ilustrasi pemilihan umum. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
MerahPutih.com - Pengamat Politik UIN Jakarta Adi Prayitno mengingatkan, parpol dan aktor politik untuk mengambil pelajaran dari kontestasi Pilkada DKI lalu.
Dia mengatakan, akibat persaingan negatif, penggunaan isu SARA, dan akumulasi informasi hoax sebagai senjata untuk menjatuhkan lawan dampaknya membuat masyarakat terbelah.
Untuk itu, Direktur Parameter Politik Indonesia ini berharap elite politik mampu memamerkan kontestasi yang fair, pertarungan yang beradab sehingga memberikan pelajaran yang baik bagi masyarakat.
"Apa pun itu, elite dan aktor politik yang bakal bertarung harus belajar banyak dari pilkada jakarta," kata Adi kepada awak media di Jakarta, Senin (1/1).
Dijelasaknnya, siapa pun calon yang diusung, jangan pernah menyinggung apalagi 'menista' agama lain.
"Bukan hanya fatal, tapi juga akan memancing kegaduhan. Sebab, agama merupakan sesuatu yang asasi yang dibawa sejak lahir. Banyak orang rela mati demi membela agama. Itulah yang terjadi di Pilkada Jakarta," kata dia.
Selanjutnya, meski terjadi fragmentasi yang ekstrem, konflik harus dihindari. Konflik hanya akan merusak tatanan demokrasi yang sudah mapan dan kuncinya terletak pada kedewasaan elite politik.
"Memasuki tahun politik 2018, elite itu harus memberi contoh teladan bahwa segala pertikaian, konfrontasi, dan hal lain yang mendistorsi substansi demokrasi harus ditinggalkan. Tak ada lagi fitnah, tak ada lagi hoax, dan no more hate speech," tandasnya. (Fdi)
Bagikan
Berita Terkait
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban
Pemerintah Harus Bayar Utang Whoosh Rp 1,2 Triliun per Tahun, Pengamat Sebut Bisa Jadi Bom Waktu
Prabowo Ikut Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Pengamat: Bandar Mulai Ketar-ketir
Akun Medsos yang Hina Bahlil Dilaporkan ke Polisi, Direktur P3S: Sangat Tidak Etis
Pengamat Beri Nilai 6 untuk Setahun Kinerja Prabowo-Gibran, Sebut Tata Kelola Pemerintahan Semrawut
Bertemu ‘Empat Mata’, Pengamat Menduga Jokowi Kecewa karena Tak ‘Deal’ Politik dengan Prabowo
Kebijakan KPU Batasi Akses Ijazah Capres/Cawapres, Pengamat Politik: Berpotensi Langgar Keterbukaan Publik