Pesona Bekas Pelabuhan Buleleng di Bali

Rina GarminaRina Garmina - Senin, 26 Juni 2017
Pesona Bekas Pelabuhan Buleleng di Bali

Bekas pelabuhan Buleleng di Singaraja, Bali, memiliki daya tarik berupa resto atas laut. (Foto: ANTARA/Nanien Yuniar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Sejak pusat pemerintahan Provinsi Bali dipindahkan ke Bali Selatan pada 1950, kejayaan pelabuhan Buleleng berangsur hilang. Tempat bongkar muat dan persinggahan kapal pesiar asing yang membawa wisatawan itu kini tinggal sejarah. Bangunan-bangunan tua yang menjadi saksi bisu kejayaan pelabuhan pun dibiarkan kosong.

Kini pelabuhan yang berjarak sekira 2,5 kilometer ke arah utara pusat kota Singaraja, Bali, itu telah disulap menjadi objek wisata. Demi menarik wisawatan, pengelola bekas pelabuhan Buleleng terus berbenah. Salah satunya dengan menghadirkan resto di atas laut.

"Ciri khas dari eks pelabuhan Buleleng memang restoran di atas laut. Ini yang menjadi primadona (bekas pelabuhan Buleleng)," tutur Made Adnyana, petugas di bekas pelabuhan Buleleng.

Selama libur Lebaran, warga sekitar Singaraja dan daerah lain juga terlihat menghabiskan waktu bersama keluarga di area pelabuhan. "Ada dari berbagai daerah di Pulau Dewata. Ada juga dari wilayah Timur seperti Kubutambahan dan wilayah Barat seperti Seririt," ujarnya.

Selain resto di atas laut, daya tarik bekas pelabuhan Buleleng terletak pada Klenteng Ling Gwan. Klenteng yang terletak di dekat pintu masuk sebelah timur itu memiliki arsitektur bergaya oriental. Sampai sekarang klenteng ini masih digunakan untuk berdoa dan menggelar upacara pernikahan. Jika ingin mengetahui isi klenteng, Anda dapat meminta jasa penjaga klenteng untuk memandu.

Di sebelah barat bekas pelabuhan Buleleng terdapat pula sebuah pura berarsitektur khas Bali dengan sentuhan ornamen Tiongkok. Anda juga dapat mengunjungi pura ini saat berkunjung ke bekas pelabuhan Buleleng.

#Bali #Wisata #Wisatawan #Pelabuhan #Objek Wisata #Singaraja Bali
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Rina Garmina

Cooking Mama :)
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Australia Barat menawarkan berbagai destinasi wisata ramah keluarga, mulai dari Busselton Jetty, Ngilgi Cave, hingga Lucky Bay yang dihuni kanguru liar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Indonesia
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Sebagai daerah wisata yang salah satunya mendorong wisata olahraga ia mempersilahkan aktivitas lari yang tidak mengganggu dilakukan seperti biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Indonesia
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
PDIP akan selalu mendukung keadilan bagi rakyat
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
Indonesia
Dirjen Imigrasi Tegaskan WNA tak Boleh Jadi Penyelenggara Acara di Indonesia
Kegiatan yang digelar di kawasan Canggu, Bali, tersebut tidak boleh menjadi preseden buruk bagi penegakan aturan keimigrasian.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Tegaskan WNA tak Boleh Jadi Penyelenggara Acara di Indonesia
Indonesia
Dirjen Imigrasi Cekal Dua WN Belanda Penyelenggara Event Lari di Canggu, EO Ikut Diusut
Mereka diduga menjadi penyelenggara acara lari yang belakangan menuai sorotan publik karena dianggap mendiskriminasi warga negara Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Cekal Dua WN Belanda Penyelenggara Event Lari di Canggu, EO Ikut Diusut
Indonesia
Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Komunitas Lari Entourage Bali, Ni Luh Djelantik Minta Imigrasi Bertindak
Dugaan diskriminasi terhadap WNI oleh komunitas lari Entourage Bali memicu perdebatan di media sosial. Kasus ini kini mendapat perhatian Ni Luh Djelantik.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Komunitas Lari Entourage Bali, Ni Luh Djelantik Minta Imigrasi Bertindak
Indonesia
Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas
Dugaan diskriminasi itu menuai kritik, terlebih kegiatan lari disebut menggunakan jalan dan fasilitas publik yang dipenuhi peserta. 

Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas
Indonesia
Tragedi Kapal Turis Pulau Komodo Tenggelam di Lautan Gelap: 45 Korban Terapung Semua Selamat
Kapal wisata dari Gili Trawangan menuju Pulau Komodo tenggelam di perairan Bima. SAR Mataram evakuasi 45 penumpang dan awak dalam kondisi selamat.
Wisnu Cipto - Jumat, 17 Juli 2026
Tragedi Kapal Turis Pulau Komodo Tenggelam di Lautan Gelap: 45 Korban Terapung Semua Selamat
Indonesia
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Stasiun Yogyakarta kini memiliki Lelana Gallery yang menampilkan produk UMKM berbasis budaya dan keberlanjutan. Inisiatif KAI Wisata ini mendukung ekonomi kreatif lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Indonesia
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Seekor paus bungkuk sepanjang 7 meter lebih terdampar di Pantai Perancak, Jembrana, Bali. Meski tim gabungan berupaya menyelamatkan, paus akhirnya mati beberapa jam setelah ditemukan.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Bagikan