Pesawat Latih TNI AU Jatuh di Yogyakarta, Ini Kronologinya
Pesawat KT-1B Wong Bee yang sering dipakai dalam atraksi tim Jupiter Aerobatik. (Foto: MP/IG Jupiteraerobaticteam)
MerahPutih.com - Sebuah pesawat latih TNI AU KT-1B Wong Bee nomor registrasi LL-0111 terjatuh di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Senin (07/12). Pilot dan seorang siswa penerbangan yang berada dalam pesawat selamat.
Kadispen TNI AU Kolonel (Pnb) Indan Gilang menjelaskan, peristiwa ini terjadi siang hari, sekitar pukul 12.50 WIB.
Gilang mengatakan, dua pilot TNI AU, masing-masing Mayor (Pnb) Sekti Ambarwati (instruktur) dan Letda (Adm) Krisna Nugraha (siswa penerbang) sedang melaksanakan latihan rutin menggunakan pesawat latih KT-1B Wong Bee nomor registrasi LL-0111. Namun saat mendarat, cuaca dalam kondisi gerimis dan pesawat terjatuh di ujung landasan pacu 09 Bandara Adisutjipto.
Baca Juga:
Libur Nataru, Okupansi Hotel di Yogyakarta Diprediksi Capai 90 Persen
"Pilot dan siswa berhasil keluar dari pesawat dengan selamat, dan segera dibawa ke RS TNI Hardjolukito dalam kompleks bandara," katanya melalui keterangan pers di Yogyakarta, Senin (7/12).
Tim nakes RS Hardjolukito tengah memeriksa kondisi kedua pilot. Sementara itu, pesawat mengalami total lost (rusak berat).
"Penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh tim investigasi TNI AU," katanya.
Terpisah, salah seorang warga di sekitar lokasi kecelakaan Bayu menuturkan, ia tiba-tiba mendengar suara keras benda terjatuh.
"Saat kejadian cuaca gerimis. Tiba-tiba terdengar suara keras seperti seng jatuh sebanyak dua kali," kata Bayu, yang rumahnya tidak jauh dari lokasi jatuh pesawat.
Baca Juga:
Peningkatan Aktivitas Merapi Turunkan Kunjungan Wisata ke Yogyakarta
Ia kemudian keluar rumah dan mencari sumber suara. Banyak warga berteriak ada pesawat jatuh. Namun, ia tak bisa melihat puing pesawat karena lokasinya berada di dalam Lanud Adisutjipto.
"Begitu orang kampung keluar dari arah lokasi terlihat pilot dibopong. Pilotnya yang satu memakai seragam biru dan satunya oranye, yang oranye terlihat berdarah pada wajahnya," kata warga Banguntapan, Bantul tersebut.
Selanjutnya, kedua pilot tersebut dibawa di dua mobil kap terbuka ke arah selatan, yakni ke arah RS Hardjolukito. (Teresa Ika/Yogyakart)
Baca Juga:
Yogyakarta Perpanjang Status Darurat Bencana COVID-19 Sampai Akhir Tahun
Bagikan
Berita Terkait
Operasi SAR Pesawat ATR di Pangkep: 9 Korban Ditemukan, Pencarian Berlanjut
6 Jenazah Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Ditemukan 250 Meter dari Puncak Gunung Bulusaraung
Kisah Haru di Balik Tragedi ATR 42-500: Adik Ipar Terjang Gunung Bulusaraung Demi Jemput Kakak Pulang ke Garut
Jenazah Pramugari ATR 42-500 Florencia Lolita Teridentifikasi, Dikenali dari Sidik Jari dan Gigi
Identifikasi Korban ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Terkendala Kondisi Jenazah
Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Pesawat ATR 42-500 dari Tebing Curam Bulusaraung
Tim SAR Evakuasi Korban Jatuhnya Pesawat ATR-42-500 di Sulsel Hari ini, Identitas belum Diketahui
Basarnas Sebut Rekaman Langkah Kaki Kopilot ATR 42-500 Merupakan Data Beberapa Bulan Lalu saat di Yogyakarta
Keluarga Korban Asal Karanganyar Dibawa ke Makassar Buat Pantau Pencarian Pesawat ATR 42-500
Anggota Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Datangi RS Polri Polda Sulsel, Serahkan Sampel DNA