Pesan Panglima TNI untuk Para Prajurit Jelang Pilkada
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (setkab.go.id)
MerahPutih.com - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, dalam menghadapi Pilkada 2018 mendatang, prajurit TNI harus tetap netral dan jangan ada yang berpihak kepada salah satu kontestan peserta pilkada.
"Prajurit jangan ada yang berpihak pada salah satu calon peserta pilkada. Prajurit harus bisa menjadi penengah apabila terjadi konflik," kata Panglima TNI Jenderal Gatot di Jakarta, Kamis (26/10).
Panglima TNI juga mengatakan bahwa prajurit TNI tidak boleh berpolitik praktis, karena politik TNI adalah politik negara yaitu politik yang menjamin tetap tegak kokohnya NKRI.
"Apa pun alasannya, prajurit TNI harus selalu berbuat untuk mengabdi dan menjaga NKRI," tandasnya.
Menurutnya, modal utama untuk menjaga stabilitas keamanaan dan politik khususnya dalam menghadapi pilkada dibutuhkan soliditas TNI dan Polri. Sebab, kata Jenderal gatot, TNI-Polri merupakan penyangga tegaknya NKRI.
"Saat ini negara membutuhkan suasana yang teduh. Hal tersebut bisa diwujudkan dengan soliditas antara TNI dan Polri," katanya.
Dihadapan ribuan prajurit, Panglima TNI mengatakan bahwa prajurit yang profesional adalah prajurit yang selalu mengasah kemampuan, bersikap disiplin, dan taat kepada hukum serta aturan yang berlaku.
"Hukum adalah panglima. Maka, kita harus selalu taat kepada hukum, tidak ada satu pun prajurit TNI termasuk saya yang tidak taat hukum," tandasnya.
Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa setiap prajurit TNI harus bersikap menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan apa pun karena rakyat adalah ibu kandung TNI. Menurutnya, kemanunggalan TNI dan rakyat adalah kekuatan hakiki yang paling ampuh.
"Tidak ada satu pun negara di dunia yang bisa mengalahkan NKRI, apabila TNI benar-benar manunggal dengan rakyat," katanya.
Dalam kesempatan itu, jenderal bintang empat ini menambahkan bahwa setiap prajurit TNI yang profesional harus menjunjung tinggi loyalitas sesuai dengan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.
"Setiap prajurit harus taat kepada atasan, mulai dari Komandan Regu sampai Kepala Staf Angkatan dan Panglima TNI. Selanjutnya di atas Panglima TNI adalah Presiden RI yang telah terpilih secara sah dan Konstitusi yaitu Presiden Joko Widodo," katanya.
Panglima TNI juga menyampaikan bahwa dalam diri setiap orang Indonesia mengalir darah kesatria, ini dibuktikan dengan adanya senjata khas yang dimiliki oleh setiap suku di Indonesia.
"Hanya bedanya, jika di Indonesia bagian barat bentuknya kecil dan disembunyikan, semakin ke timur semakin besar dan ditampakkan," katanya. (*)
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
Panglima TNI Mau Bentuk Batalyon Olahraga, Atlet Sipil Bakal Direkrut
Viral Beras Bantuan TNI Jatuh Berceceran dari Helikopter dan Dipungut Korban Bencana, Begini Penjelasan Panglima TNI
Panglima TNI Seleksi Jenderal Bintang Tiga Pimpin Pasukan Perdamaian ke Gaza
Panglima TNI Mutasi 57 Perwira Tinggi, Perkuat Struktur Komando di Tiga Matra
Ratusan Pewira Tinggi dan Menengah Dimutasi Panglima TNI, Ada Sesmilpres Kemensetneg dan Kadispenad
Corak Baru Seragam TNI Menyesuaikan Vegetasi Indonesia, Diharapkan Meningkatkan Militansi Prajurit
Mata Prajurit Diminta Beri Tatapan Tajam ke Prabowo Saat HUT TNI
Cegah Keracunan, Panglima TNI Perintahkan Semua Komandan Lapangan Cek Produksi hingga Distribusi MBG
Panglima TNI Ingatkan Warga Tidak Terprovokasi, Kedepankan Musyawarah dan Jalur Hukum
Presiden Prabowo Perintahkan Polisi dan TNI Tindak Tegas Perusuh Saat Demo Berlangsung