MerahPutih Keuangan - Bank Indonesia (BI) memutuskan suku bunga acuan atau BI Rate tetap sebesar 7,5 persen. Keputusan ini demi menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah.
Head of Research Korindo Securitas Indonesa Reza Priyambadha mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah beberapa hari terakhir ini bukan disebabkan BI mempertahankan suku bunga acuan.
"ECB (Bank Sentral Eropa) memberikan stimulus sehingga menyebabkan nilai euro menurun sementara dollar AS menguat. Efeknya, nilai tukar rupiah melemah karena sentimen negatif," jelas Reza saat dihubungi merahputih.com, Rabu (18/11).
Menurutnya, BI akan melakukan intervensi agar nilai tukar rupiah tidak melemah sampai Rp14.000 per dollar AS.
"Pada saat RDG kemarin pemerintah ingin menurunkan BI rate, akan tetapi BI tidak setuju karena mereka sedang konsen pada nilai tukar rupiah, apalagi mendekati bulan Desember ini akan ada rapat the Fed, maka kita belum tahu apakah the Fed akan menaikkan suku bunga atau tidak," tuturnya. (Abi)
BACA JUGA:
- Setahun Jokowi-JK, Utang Luar Negeri Turun US$2,1 Miliar
- Sore Hari, Rupiah Tembus Rp13.800 per Dollar AS
- Kelebihan Pasokan, Harga Minyak Global Jatuh
- Sudah Tiga Hari Harga Emas Stagnan
- IHSG Menguat ke 4.474,52