Pernyataan WHO Akhir Pandemi di Depan Mata Cukup Jadi Penyemangat

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 23 September 2022
Pernyataan WHO Akhir Pandemi di Depan Mata Cukup Jadi Penyemangat

Vaksinator menyiapkan vaksin dosis ketiga atau booster untuk tenaga kesehatan di RSUD Matraman, Jakarta Timur, Jumat (6/8/2021). (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan bahwa akhir pandemi COVID-19 sudah ada di depan mata pada Rabu (14/9) lalu. Sementara di tanah air, Satgas menyatakan penyebaran COVID-19 relatif stabil.

Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko Wahyono meminta semua pihak untuk menjadikan ucapan WHO sebagai semangat nyata mengakhiri pandemi COVID-19.

“Menurut saya di depan mata itu bisa jauh, bisa dekat. Betul, kesannya memberi semangat saja,” kata Miko di Jakarta, Kamis (22/9).

Baca Juga:

Industri Penerbangan Tanah Air Mulai Bangkit Setelah Hantaman Hebat Pandemi

Menanggapi pernyataan Dirjen WHO, Miko menyatakan bahwa ucapan terkait “akhir pandemi di depan mata” itu hanyalah sebuah seruan diplomasi semata.

Sebab, WHO tidak menyebutkan secara pasti kapan atau berapa lama lagi, status pandemi COVID-19 benar-benar akan berakhir.

Menurut Miko seharusnya WHO bahkan tidak membuat pernyataan yang multi intepretatif. Dikhawatirkan semangat yang WHO justru diartikan berbeda seperti membebaskan orang untuk melakukan protokol kesehatan.

“Sudah dekat itu (berapa lama?) habisnya kurang setahun atau dua tahun? Harusnya sebutkan saja, jangan diplomatis begitu,” katanya, seperti dikutip Antara.

Baca Juga:

Pandemi COVID-19 Diprediksi Berakhir Paling Lambat Pertengahan 2023

Oleh karenanya, ia meminta supaya masyarakat Indonesia lebih bersabar dalam menghadapi pandemi COVID-19. Jadikan pernyataan WHO itu sebagai semangat untuk bangkit lebih cepat dan pulih lebih kuat.

Ia juga berharap masyarakat tak bosan mengikuti perkembangan COVID-19 berserta varian-varian barunya, karena varian Omicron seperti BA.4 dan BA.5 yang kini sedang mendominasi di Tanah Air dan harus mendapatkan perhatian penuh.

Kemudian Miko juga meminta supaya pemerintah bersikap tegas untuk menentukan arah mana yang akan dituju oleh Indonesia. Dalam hal tersebut yang dimaksud adalah mendeklarasikan diir untuk bebas protokol kesehatan atau menganggap COVID-19 menjadi common cold.

“Apakah kita akan mengambil sikap yang sama dengan Thailand yang menagnggap COVID-19 itu common cold, jadi artinya biasa saja atau kita berhati-hati melihat gelombang berikutnya?,” ujarnya. (*)

Baca Juga:

Pandemi Terkendali, Masyarakat Masih Penting Gunakan Masker

#WHO #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Menkes Budi Disuruh Prabowo Maju Jadi Dirjen WHO, Mundur dari Kabinet kalau Menang
Menkes Budi Gunadi Sadikin maju sebagai kandidat Dirjen WHO atas amanah Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan siap mundur dari Kabinet jika terpilih
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Menkes Budi Disuruh Prabowo Maju Jadi Dirjen WHO, Mundur dari Kabinet kalau Menang
Dunia
2.061 Tewas, Wabah Ebola RD Kongo Bisa Lampaui Kasus Kematian Terparah Afrika Barat 2014–2016
WHO umumkan wabah Ebola di RD Kongo kini wabah terbesar kedua sepanjang sejarah dengan 4.449 kasus terkonfirmasi dan 2.061 kematian.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 Agustus 2026
2.061 Tewas, Wabah Ebola RD Kongo Bisa Lampaui Kasus Kematian Terparah Afrika Barat 2014–2016
Dunia
Wabah Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius Akhirnya Berakhir, 13 Positif 3 Meninggal
WHO menyatakan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius resmi berakhir. Sebanyak 13 kasus terkonfirmasi dengan 3 kematian, lebih dari 650 kontak ditindaklanjuti.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Wabah Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius Akhirnya Berakhir, 13 Positif 3 Meninggal
Dunia
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Suhu panas ekstrem tercatat terjadi di Jerman, Polandia, dan Rpublik Ceko.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Pencegahan utama hantavirus dilakukan dengan menghindari kontak dengan tikus, urine, kotoran, dan lingkungan yang terkontaminasi tikus.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Dunia
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
CDC melarang sementara warga Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan masuk ke AS selama 30 hari akibat wabah Ebola
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
Dunia
Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Virus tersebut menyebar tanpa terdeteksi selama berminggu-minggu setelah kematian pertama yang diketahui.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
 Ebola Bunuh 134 Orang di Kongo, WHO Nyatakan Kekhawatiran atas Skala dan Kecepatan Penyebaran
Dunia
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
WHO telah mengirim tim ahli ke Uganda sejak Januari untuk membantu pemerintah setempat menangani wabah.
Wisnu Cipto - Minggu, 17 Mei 2026
WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Darurat Internasional
Dunia
WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
MV Hondius kini berlayar kembali ke Belanda. Di sana, kapal pesiar itu akan dibersihkan dan didisinfeksi.
Dwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026
 WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
Bagikan